Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selalu menjadi ajang kompetitif dengan ratusan ribu pendaftar setiap tahunnya.
Namun, tidak semua formasi CPNS ramai peminat. Ada beberapa formasi CPNS yang sepi peminat karena persyaratan khusus, lokasi penempatan di daerah terpencil, atau bidang kerja yang dianggap kurang populer.
Padahal, formasi ini justru memberikan peluang lolos lebih besar bagi calon ASN yang memenuhi kriteria. Pemerintah membuka formasi cpns kurang diminati untuk memenuhi kebutuhan SDM di sektor strategis yang kurang diminati, seperti di daerah tertinggal, bidang teknis, atau instansi dengan tugas spesifik.
Memilih formasi ini bisa menjadi strategi cerdas, terutama jika Anda memiliki kualifikasi yang sesuai. Artikel ini akan mengulas daftar formasi cpns yang kurang peminatnya untuk lulusan SMA dan S1, beserta tips memanfaatkan peluang tersebut.
Formasi CPNS yang Sepi Peminat untuk SMA

Lulusan SMA/Sederajat seringkali terbatas pilihan formasi CPNS karena persyaratan jabatan yang membutuhkan pendidikan minimal D3 atau S1.
Namun kami telah merangkum beberapa formasi CPNS yang sepi peminat berikut yang bisa menjadi opsi untuk dicoba:
1. Tenaga Administrasi di Daerah 3T
Formasi seperti Petugas Administrasi atau Operator Perkantoran di kabupaten tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sering kekurangan peminat.
Penyebabnya adalah lokasi penempatan yang jauh dari kota besar dan fasilitas terbatas. Padahal, gaji dan tunjangan ASN di daerah 3T biasanya lebih tinggi.
2. Petugas Lapangan di Sektor Pertanian
Jabatan seperti Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan membutuhkan kerja fisik di area pedesaan. Banyak calon ASN enggan memilih formasi ini karena dianggap kurang bergengsi.
3. Teknisi Pemeliharaan Sarana Publik
Posisi Teknisi Jalan dan Jembatan atau Teknisi Listrik di dinas pekerjaan umum, umumnya sepi peminat. Formasi ini membutuhkan keterampilan teknis, tetapi tidak selalu memerlukan ijazah D3/S1.
4. Petugas Keamanan dan Kebersihan
Formasi Satuan Pengamanan (Satpam) atau Petugas Kebersihan di instansi pemerintah sering diabaikan karena dianggap sebagai pekerjaan non-esensial. Namun, persaingannya sangat rendah.





