Fokus pemerintah dalam memperkuat sektor pelayanan publik kini diwujudkan melalui hadirnya sekolah kedinasan baru, yaitu Poltek Imipas.
Kabar ini menjadi angin segar bagi Anda yang bercita-cita menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui jalur sekolah kedinasan yang menawarkan kepastian karier dan pendidikan gratis.
Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Asep Kurnia, secara resmi telah mengumumkan bahwa izin pembukaan program studi untuk institusi ini telah terbit. Artinya, dalam waktu dekat, sekolah kedinasan ini siap membuka pendaftaran dan mencetak kader-kader profesional di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan.
Apa Itu Poltek Imipas dan Sejarah Berdirinya?

Poltek Imipas adalah kependekan dari Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan, sebuah sekolah kedinasan baru yang berada di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
Sebelumnya, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sudah memiliki dua sekolah kedinasan yang cukup dikenal, yaitu Poltekip (Politeknik Ilmu Pemasyarakatan) dan Poltekim (Politeknik Imigrasi).
Pada tahun 2024, keduanya digabungkan menjadi satu institusi bernama Poltekpin (Politeknik Pengayoman Indonesia).
Namun, situasi berubah ketika Presiden Prabowo Subianto memecah Kemenkumham menjadi tiga kementerian yang berdiri sendiri.
Poltekpin kemudian diserahkan ke bawah pengelolaan Kementerian Hukum, sehingga Kemenimipas tidak lagi memiliki wadah pendidikan kedinasan untuk mencetak SDM di bidang yang menjadi kewenangannya.
Kepala BPSDM Kemenimipas, Aman Riyadi, menegaskan bahwa penyesuaian kelembagaan ini memang sudah menjadi keharusan.
“Dengan adanya perubahan struktur pada kementerian sebelumnya, status Poltekip sebagai sekolah kedinasan perlu disesuaikan agar tetap selaras dengan regulasi dan kebutuhan instansi,” kata Aman, dikutip dari laman Ditjenpas.go.id, Sabtu (14/2/2026).
Dari sinilah Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan lahir sebagai jawaban atas kekosongan tersebut.
Soal fokus pendidikan, Poltek Imipas akan menerapkan model vokasi, yakni memadukan teori akademik dengan praktik langsung di lapangan secara terintegrasi.
Tujuannya tentu saja agar lulusannya tidak hanya cakap di atas kertas, tetapi benar-benar siap menghadapi situasi nyata saat mereka bertugas.
Lulusan Akan Isi Jabatan Pembimbing Kemasyarakatan
Sama seperti sekolah kedinasan lainnya, lulusan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan juga memperoleh kepastian nasib setelah menyelesaikan pendidikan.





