Korps Brigade Mobil (Brimob) merupakan salah satu kesatuan elite tertua di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Mengemban tugas penanggulangan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) berintensitas tinggi, terorisme, penjinakan bom, serta operasi penyelamatan SAR darurat, seleksi penerimaan Bintara Brimob dirancang dengan standar kualifikasi yang sangat ketat.
Menjadi bagian dari Korps Brimob menuntut ketahanan fisik prima, kematangan psikologis, kecerdasan intelektual, serta integritas moral yang kokoh. Bagi Anda yang bertekad mendaftar seleksi Bintara Brimob Polri, memahami peta materi ujian dan seluruh tahapan seleksi sejak dini merupakan kunci utama memperbesar peluang kelulusan.
Gambaran Umum dan Prinsip Seleksi Bintara Brimob Polri
Penerimaan Bintara Brimob Polri dilaksanakan secara terpadu melalui panitia daerah (Polda) dan panitia pusat Mabes Polri. Seluruh tahapan seleksi memegang teguh prinsip BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis, dengan menerapkan sistem gugur (knock-out system) pada setiap tahapan evaluasi.

Peserta yang dinyatakan lolos hingga sidang terbuka kelulusan akhir akan menjalani Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri selama 5 bulan di Pusat Pendidikan Brimob (Pusdik Brimob Watukosek) maupun Sekolah Polisi Negara (SPN) jajaran Polda. Setelah menuntaskan pendidikan, lulusan dilantik dengan pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) dan langsung ditempatkan di satuan operasional Brimob seluruh Indonesia.
Tahapan Pemeriksaan Administrasi (Rikmin)
Pemeriksaan administrasi diselenggarakan dalam dua fase, yaitu Rikmin Awal di tingkat Polres/Polda dan Rikmin Akhir menjelang sidang penetapan kelulusan. Panitia memverifikasi keabsahan berkas resmi pendaftar secara berlapis:
- Keaslian dan legalisasi ijazah SD, SMP, SMA/SMK sederajat atau Diploma/Sarjana.
- Kesesuaian identitas kependudukan (e-KTP, Kartu Keluarga, dan Akta Kelahiran) serta ketentuan batas minimal domisili setempat.
- Batas usia pendaftar sesuai ketentuan kualifikasi pendidikan saat pembukaan pendidikan.
- Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Polres setempat dan surat bebas narkoba.
- Surat persetujuan orang tua/wali serta surat pernyataan kesediaan ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Bintara Brimob
Pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu fase gugur terbesar dalam rekrutmen Polri. Brimob menuntut standar fisik tertinggi karena bertugas di medan operasi ekstrem. Ujian kesehatan dibagi menjadi dua tahap komprehensif.
Pemeriksaan Kesehatan Tahap I (Rikkes Luar)
Rikkes Tahap I menitikberatkan pada inspeksi fisik luar dan fungsi organ vital dasar calon prajurit, meliputi:
- Pengukuran Tinggi dan Berat Badan: Mengukur kesesuaian tinggi minimal (standar 165 cm untuk pria umum) serta Indeks Massa Tubuh (BMI) yang ideal.
- Pemeriksaan Tekanan Darah dan Denyut Nadi: Memastikan tekanan darah normal (tidak mengalami hipertensi maupun hipotensi) serta ritme denyut nadi stabil.
- Kesehatan Mata: Uji visus ketajaman mata tanpa kacamata, pemeriksaan refraksi (bebas minus, plus, atau silinder berat), dan tes buta warna total maupun parsial menggunakan buku Ishihara.






