Antusiasme masyarakat Indonesia dalam menyambut seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2025 sungguh luar biasa tinggi.
Bagi jutaan pencari kerja, dibukanya pendaftaran adalah kesempatan emas untuk mengabdi kepada negara dan meraih karir yang stabil, yang diidam-idamkan banyak orang.
Namun, di tengah euforia dan harapan besar ini, muncul celah gelap yang dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Mereka menyebarkan informasi palsu atau hoax cpns yang bertujuan menipu, memeras, bahkan mencuri data sensitif dari calon pelamar yang sedang dilanda semangat.
Maraknya penipuan yang mengatasnamakan seleksi CPNS ini menyebar cepat melalui berbagai platform media sosial seperti TikTok, WhatsApp, Facebook, dan Telegram.
Para penipu ini sering kali membuat akun palsu yang menyamar sebagai instansi resmi pemerintah untuk menjerat korban.
Oleh karena itu, penting bagi setiap calon pelamar untuk membekali diri dengan pengetahuan dan kewaspadaan ekstra mengenai ciri-ciri informasi palsu. Tujuannya jelas: agar kita tidak mengalami kerugian materiil maupun penyalahgunaan data pribadi.
Artikel ini akan membahas tuntas mengenai berita hoax CPNS terbaru, contoh kasus yang terjadi, serta tips jitu agar Anda terhindar dari penipuan.
Berita Hoax CPNS 2025

Fenomena hoax cpns telah menjadi tantangan serius setiap kali seleksi dibuka. Informasi palsu ini menyebar dengan cepat dan masif.
Modus yang digunakan pun semakin beragam dan canggih, mulai dari menyebarkan jadwal fiktif, menawarkan jalur khusus dengan imbalan uang, hingga membuat tautan pendaftaran palsu yang sangat mirip situs aslinya untuk mencuri data pribadi (phishing).
Para pelaku memanfaatkan dua hal utama: ketidaktahuan dan keinginan besar masyarakat untuk menjadi PNS. Kedua hal ini membuat banyak orang mudah sekali terkecoh dan lupa berpikir kritis.
Informasi palsu ini biasanya dirancang sedemikian rupa agar terlihat meyakinkan, sering kali menggunakan logo instansi pemerintah, meskipun kualitasnya rendah atau sudah dimodifikasi.
Narasi yang dibangun pun sangat persuasif, menjanjikan kelulusan instan atau kemudahan yang mmustahil dalam proses seleksi.
Padahal, perlu kita tegaskan bersama bahwa seluruh proses seleksi CPNS bersifat transparan, kompetitif, dan yang paling penting: tidak dipungut biaya sepeser pun.
Semua biaya yang berkaitan dengan pendaftaran dan seleksi adalah tanggungan pemerintah. Jangan biarkan harapan Anda dimanfaatkan oleh para penipu.
Contoh Kasus Hoax Pendaftaran CPNS 2025

Untuk lebih memahami betapa berbahayanya informasi palsu ini, mari kita lihat salah satu contoh nyata penipuan yang meresahkan masyarakat baru-baru ini, yaitu penyebaran informasi palsu mengenai pendaftaran cpns kemenhub (Kementerian Perhubungan).
Sebuah akun di platform TikTok dengan nama yang sengaja dibuat meyakinkan, seperti “info.resmi.terbaru2025”, menyebarkan unggahan yang berisi jadwal pendaftaran fiktif untuk periode September 2025.
Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa pendaftaran CPNS Kemenhub akan dibuka pada tanggal 1 September hingga 25 September 2025.
Video hoax pendaftaran cpns 2025 ini dengan cepat mendapat perhatian warganet dan telah dilihat ribuan kali dalam waktu singkat, menunjukkan betapa laparnya publik akan info penerimaan CPNS 2025.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) yang menelusuri kasus ini menemukan fakta mencengangkan: tautan yang dicantumkan dalam unggahan tersebut sama sekali tidak mengarah ke situs resmi pendaftaran CPNS Kemenhub, yaitu casn.dephub.go.id.
Sebaliknya, tautan tersebut mengarahkan korban ke sebuah formulir daring yang dirancang untuk modus penipuan.
Korban diminta untuk mengisi data sensitif seperti nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram yang aktif.
Lebih jauh lagi, korban kemudian diminta memasukkan kode verifikasi Telegram, yang merupakan upaya jelas untuk mengambil alih (phishing) akun Telegram milik korban.
Kementerian Perhubungan melalui akun Instagram resminya telah memberikan konfirmasi bahwa informasi tersebut adalah palsu.
Kemenhub menegaskan bahwa semua info CPNS Kemenhub 2025 dan info penerimaan CPNS 2025 yang valid hanya akan diumumkan melalui situs resmi casn.dephub.go.id dan media sosial resmi Kemenhub yang terverifikasi.
Kasus ini menjadi bukti nyata betapa berbahayanya hoax CPNS yang tidak hanya menyebarkan disinformasi, tetapi juga berpotensi mencuri data pribadi yang bisa disalahgunakan untuk kejahatan lainnya.
Tips Terhindar Hoax Pendaftaran CPNS 2025

Belajar dari kasus di atas dan berbagai modus penipuan lainnya, ada beberapa langkah konkret yang bisa Anda lakukan agar tidak menjadi korban selanjutnya. Ingatlah, kewaspadaan adalah pertahanan terbaik.
Berikut adalah tips terhindar dari hoaks pendaftaran CPNS 2025:
1. Verifikasi Sumber Informasi ke Kanal Resmi
Selalu pastikan Anda mendapatkan info CPNS 2025 dari sumber yang sah. Pantau secara berkala situs resmi pemerintah seperti sscasn.bkn.go.id, situs KemenPAN-RB, dan situs resmi instansi yang Anda tuju. Di media sosial, selalu periksa apakah akun tersebut memiliki lencana terverifikasi.
2. Abaikan Tawaran Jalur Khusus dan Iming-Iming Lolos
Modus penipuan paling umum adalah tawaran “jalur orang dalam” atau jaminan lolos dengan membayar sejumlah uang.
Ingat, proses seleksi CPNS murni berdasarkan kompetensi dan hasil tes Anda (SKD dan SKB). Siapapun yang menawarkan kelulusan dengan imbalan uang sudah pasti 100% adalah penipu.
Bagi Anda yang ingin mempersiapkan diri secara serius, ASN Institute menyediakan program bimbel cpns online terbaik yang dapat membantu Anda memahami materi dan strategi mengerjakan soal.
3. Jangan Pernah Memberikan Uang
Proses pendaftaran hingga seleksi CPNS, dari awal sampai akhir, tidak dipungut biaya sepeser pun. Jika ada pihak yang meminta transfer uang untuk biaya administrasi, aktivasi akun, pembelian soal rahasia, atau alasan lainnya, segera abaikan dan laporkan. Pegang teguh prinsip ini: seleksi CPNS adalah gratis.
4. Waspadai Link Tautan Resmi
Berhati-hatilah terhadap tautan (link) yang tidak menggunakan domain resmi pemerintah (.go.id). Penipu sering kali menggunakan domain blog gratis, shortener link, atau domain asing yang namanya dimiripkan untuk mengelabui.
Selain itu, perhatikan surat panggilan atau pengumuman yang beredar. Dokumen resmi selalu memiliki kop surat, nomor surat yang terstruktur, dan menggunakan bahasa yang baku dan profesional.
5. Jangan Bagikan Data Pribadi Sensitif
Ini sangat krusial. Seperti pada kasus penipuan Kemenhub, jangan pernah memberikan data pribadi sensitif seperti NIK, nomor KK, nama ibu kandung, atau kode verifikasi (OTP) kepada siapapun melalui formulir, chat pribadi, atau email yang tidak terjamin keamanannya. Instansi resmi tidak akan pernah meminta kode OTP Anda.
Penutup
Antusiasme yang tinggi dalam menyambut seleksi CPNS 2025 harus diimbangi dengan kewaspadaan dan kecerdasan dalam menyaring informasi.
Ingatlah selalu bahwa pemerintah tidak pernah memungut biaya apapun dalam proses rekrutmen dan tidak ada “jalur khusus” untuk menjadi seorang PNS.
Jadilah calon pelamar yang cerdas dengan selalu memeriksa kebenaran informasi pada sumber-sumber resmi.
Dengan demikian, Anda tidak hanya melindungi diri dari hoax cpns dan penipuan, tetapi juga dapat fokus mempersiapkan diri dengan cara yang benar, terhormat, dan bermartabat. Selamat berjuang, semoga sukses mengabdi untuk negeri!
Sumber Referensi:
https://rri.co.id/cek-fakta/1870282/waspada-hoaks-pendaftaran-cpns-kemenhub-2025-di-tiktok
https://fahum.umsu.ac.id/info/hati-hati-penipuan-ini-ciri-info-cpns-2025-palsu-di-medsos/






