10 Tugas Auditor Ahli Pertama & Penjelasannya Sesuai Aturan Resmi

tugas auditor ahli pertama
DAFTAR ISI

Auditor ahli pertama adalah jenjang jabatan paling dasar dalam kelompok Auditor Ahli. Tugas auditor ahli pertama diatur secara resmi dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/220/M.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Auditor dan Angka Kreditnya.

Nah, artikel ini akan membahas tuntas mulai dari definisi, rincian tugas, hingga hal-hal penting yang perlu Anda pahami sebelum masuk ke dunia pengawasan intern pemerintah.

Apa Itu Auditor Ahli Pertama?

tugas auditor ahli pertama
Sumber: ajnn.net

Sederhananya, auditor ahli pertama adalah posisi awal bagi seorang Pegawai Negeri Sipil berpendidikan sarjana (S1 atau Diploma IV) yang ditempatkan di lingkungan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). 

APIP sendiri mencakup lembaga seperti BPKP, Inspektorat Jenderal Departemen, Inspektorat Provinsi, hingga Inspektorat Kabupaten/Kota.

Auditor Ahli Pertama berada pada golongan ruang III/a dan III/b, dengan angka kredit kumulatif minimal 100 (untuk III/a) dan 150 (untuk III/b). 

Artinya, posisi ini setara dengan level Penata Muda hingga Penata Muda Tingkat I, yaitu pangkat awal untuk fresh graduate yang baru masuk ke jalur fungsional pengawasan.

Yang membedakan Auditor Ahli dari Auditor Terampil adalah kompleksitas pekerjaan. Jika Auditor Terampil mengerjakan tugas-tugas yang lebih rutin dan prosedural, maka Auditor Ahli Pertama berhadapan dengan penugasan yang membutuhkan analisis mendalam dan pertimbangan profesional yang lebih tinggi.

10 Tugas Auditor Ahli Pertama

tugas auditor ahli pertama
Sumber: awsimages.detik.net.id

Lantas, auditor ahli pertama kerjanya apa? Berdasarkan Pasal 9 Ayat (2) huruf a dari Permenpan nomor 220 tahun 2008 di atas, berikut adalah rincian pekerjaan auditor ahli pertama yang telah ditetapkan secara resmi.

1. Audit Kinerja dengan Kompleksitas Tinggi

Salah satu tugas auditor ahli pertama adalah melakukan audit kinerja terhadap program pemerintah. Dalam tugas ini, Anda tidak hanya melihat laporan anggaran. 

Anda juga menilai apakah program tersebut benar-benar berjalan dengan baik dan memberikan hasil sesuai tujuan.

Contohnya, jika pemerintah membuat program bantuan UMKM, auditor akan menilai apakah bantuan tersebut benar-benar sampai ke penerima dan apakah programnya efektif membantu usaha kecil berkembang.

2. Audit atas Aspek Keuangan Tertentu

Selain audit kinerja, auditor juga bisa diminta memeriksa bagian keuangan tertentu saja. Artinya, audit tidak selalu dilakukan pada seluruh kegiatan. Kadang pimpinan hanya meminta pemeriksaan pada area yang dianggap penting atau berisiko, seperti:

  • Pemeriksaan satu jenis pengeluaran
  • Audit pada satu program tertentu
  • Pemeriksaan penggunaan dana dari sumber tertentu

Tujuannya adalah memastikan pengelolaan keuangan dilakukan dengan benar dan sesuai aturan.

3. Audit untuk Tujuan Tertentu

Ada juga jenis audit yang dilakukan untuk menjawab kebutuhan khusus dari pimpinan instansi. Audit ini biasanya dilakukan ketika ada masalah tertentu yang perlu diperiksa secara lebih fokus.

Misalnya, ada laporan mengenai kemungkinan penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa. 

Dalam situasi seperti ini, auditor akan melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam pada kegiatan tersebut. Hasil audit kemudian digunakan sebagai dasar bagi pimpinan untuk mengambil keputusan yang tepat.

4. Audit Khusus atau Investigasi Tindak Pidana Korupsi

Pada kondisi tertentu, auditor juga dapat dilibatkan dalam audit investigasi yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi. Tugas ini termasuk pekerjaan yang cukup sensitif karena berkaitan dengan proses hukum.

Dalam audit investigasi, auditor bertugas mengumpulkan dan menganalisis bukti yang berkaitan dengan dugaan penyimpangan. 

Namun auditor tidak bekerja sendiri. Biasanya mereka bekerja dalam tim dan menjalankan tugas berdasarkan penugasan resmi dari pimpinan. Proses pemeriksaan juga harus mengikuti standar audit yang ketat agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

5. Mendampingi atau Memberikan Keterangan Ahli dalam Proses Hukum

Ketika hasil audit digunakan dalam proses hukum, auditor dapat diminta untuk memberikan keterangan sebagai ahli. Hal ini biasanya terjadi dalam proses penyidikan atau persidangan.

Dalam situasi tersebut, auditor menjelaskan bagaimana proses audit dilakukan dan apa saja temuan yang diperoleh selama pemeriksaan. 

Penjelasan ini membantu pihak yang menangani perkara untuk memahami hasil audit secara lebih jelas. Oleh karena itu, selain kemampuan analisis, auditor juga perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

6. Kegiatan Evaluasi

Selain melakukan audit, auditor juga melaksanakan kegiatan evaluasi. Evaluasi bertujuan untuk menilai apakah suatu program berjalan sesuai rencana yang telah dibuat sebelumnya.

Dalam evaluasi, auditor membandingkan antara target yang telah ditetapkan dengan hasil yang benar-benar dicapai. 

Jika hasilnya tidak sesuai, auditor akan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Dari proses ini, instansi pemerintah dapat memperoleh masukan yang berguna untuk memperbaiki program di masa mendatang.

7. Kegiatan Reviu

Kegiatan lain yang juga dilakukan auditor adalah reviu. Reviu merupakan proses penelaahan terhadap dokumen atau bukti pelaksanaan kegiatan. 

Tujuannya adalah memastikan bahwa suatu kegiatan sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Walaupun tidak sedalam audit, reviu tetap membutuhkan ketelitian. Auditor harus memastikan bahwa laporan, dokumen, dan bukti kegiatan sudah lengkap serta sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

8. Kegiatan Pemantauan

Auditor juga memiliki peran dalam melakukan pemantauan atau monitoring terhadap pelaksanaan program pemerintah. Melalui kegiatan ini, auditor dapat melihat perkembangan suatu program dari waktu ke waktu.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan bahwa program berjalan sesuai rencana. Jika terdapat hambatan atau penyimpangan dalam pelaksanaannya, hal tersebut dapat segera diketahui. 

Dengan begitu, instansi terkait dapat melakukan perbaikan lebih cepat sebelum masalah menjadi lebih besar.

9. Kegiatan Pengawasan Lain

Selain audit, evaluasi, reviu, dan pemantauan, auditor juga terlibat dalam kegiatan pengawasan lainnya. Dalam beberapa situasi, auditor memberikan pendampingan kepada unit kerja yang sedang menjalankan program.

Pendampingan ini dapat berupa konsultasi, sosialisasi aturan, atau asistensi dalam pengelolaan kegiatan. 

Tujuannya adalah membantu unit kerja memahami aturan yang berlaku dan meningkatkan kualitas tata kelola mereka. 

10. Membantu Perencanaan, Pengorganisasian, Pengendalian, dan Evaluasi Pengawasan

Tugas terakhir ini bersifat manajerial pendukung. Auditor Ahli Pertama membantu pimpinan dalam mengelola kegiatan pengawasan secara keseluruhan. Auditor dapat terlibat dalam proses perencanaan, pengorganisasian, hingga evaluasi kegiatan pengawasan.

Melalui peran ini, auditor membantu memastikan bahwa kegiatan pengawasan berjalan secara terarah dan efektif. Hasil pengawasan yang baik akan memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi suatu program atau kegiatan di instansi pemerintah.

Setelah memahami berbagai tugas auditor ahli pertama di atas, sekarang Anda tentu sudah punya gambaran yang lebih jelas tentang seperti apa pekerjaan di posisi ini. Namun, Anda tentu juga tahu bahwa persaingan dalam seleksi CPNS sangatlah ketat.

Oleh karena itu, agar persiapan Anda lebih maksimal dalam menghadapi tes CPNS, ASN Institute hadir dengan bimbel CPNS yang akan membantu Anda bisa mempelajari pola soal CPNS yang sering muncul, berlatih mengerjakan simulasi CAT, serta memahami strategi menjawab soal dengan lebih efektif.

Dengan persiapan yang matang, peluang Anda untuk lolos seleksi auditor ahli pertama CPNS tentu akan jauh lebih besar. 

Penutup

Demikian penjelasan mengenai tugas auditor ahli pertama yang perlu Anda pahami sebelum mendaftar pada formasi ini. 

Selain mempelajari materi tes CPNS, pastikan juga seluruh dokumen persyaratan sudah mulai Anda siapkan sesuai ketentuan yang berlaku. 

Untuk berkas yang biasanya membutuhkan waktu lebih lama, sebaiknya diurus lebih awal agar Anda tidak terburu-buru ketika masa pendaftaran dibuka.

Terakhir, jaga kesehatan dan kelola stres dengan baik selama masa persiapan. Penguasaan materi yang cukup, administrasi yang tertata, dan kondisi diri yang stabil akan membuat Anda lebih siap menghadapi seleksi CPNS.

Sumber referensi:

https://peraturan.bpk.go.id/Download/123719/PERMENPAN%20NOMOR%20220%20TAHUN%202008.pdf

Picture of Ayu Dinar Pebrina
Ayu Dinar Pebrina

Ebook Gratis!!

Subscribe untuk dapatkan e-book GRATIS dan informasi CPNS/ PPPK/ Sekolah Kedinasan/ TNI/ POLRI terbaru  langsung di Email-mu

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Post Terbaru