Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia terus memperkuat program Sekolah Rakyat sebagai salah satu pilar strategis pengentasan kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan berkualitas dan berasrama. Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi tenaga pendidik (guru) dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan Sekolah Rakyat menjadi kesempatan emas bagi para profesional pendidikan untuk mengabdikan diri secara nyata kepada putra-putri bangsa dari keluarga prasejahtera.
Dalam alur seleksi CASN PPPK ini, peserta tidak hanya diuji melalui Seleksi Kompetensi berbasis Computer Assisted Test (CAT) BKN. Pelamar yang dinyatakan lolos tahap awal wajib menempuh ujian SKTT PPPK guru sekolah rakyat, yaitu Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan. Tahapan ini merupakan filter krusial yang dirancang khusus untuk memastikan bahwa calon pendidik tidak sekadar unggul secara teoritis, melainkan memiliki kematangan pedagogik, ketahanan emosional, dan karakter pengasuhan yang sesuai dengan lingkungan sekolah berasrama.
Banyak pelamar yang gugur di fase akhir bukan karena nilai CAT mereka rendah, melainkan akibat kurangnya pemahaman terhadap bobot nilai SKTT, ketidaksiapan dalam wawancara kompetensi situasional, serta kekurangmatangan dalam praktik mengajar (microteaching). Artikel ini menyajikan panduan mendalam mengenai regulasi pembobotan nilai, rincian komponen wawancara karakter, instrumen penilaian microteaching, hingga strategi praktis agar Anda sukses meraih nilai maksimal pada seleksi SKTT Sekolah Rakyat.
Mengenal Ujian SKTT PPPK Guru dan Tendik Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat merupakan ekosistem pendidikan khusus yang memadukan kurikulum akademik nasional dengan program pengasuhan asrama (boarding school) terpadu. Siswa yang dididik di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) maupun Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) berasal dari kantong-kantong kemiskinan ekstrem, anak terlantar, atau kelompok rentan sosial dari berbagai penjuru tanah air.
1. Hakikat dan Karakteristik Pendidikan Asrama Sosial
Mendidik siswa di Sekolah Rakyat menuntut pendekatan yang berbeda dibandingkan sekolah reguler. Guru dan tenaga kependidikan bertindak ganda sebagai pengajar mata pelajaran sekaligus wali asuh dan pembimbing karakter. Oleh sebab itu, panitia seleksi kementerian memerlukan instrumen penilaian tambahan yang dapat membedah integritas sosial, kesabaran, daya tahan psikologis menghadapi latar belakang siswa yang traumatis, serta kesediaan bekerja dalam sistem shift atau tinggal menetap di kawasan asrama.
2. Landasan Regulasi Pelaksanaan SKTT
Pelaksanaan SKTT bersandar pada ketentuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) yang memberikan wewenang kepada instansi pembina untuk menggelar seleksi teknis tambahan guna menguji kompetensi spesifik yang tidak dapat terpotret secara utuh melalui tes pilihan ganda CAT BKN. Bagi formasi guru Sekolah Rakyat, SKTT mencakup asesmen psikologis/psikotes, wawancara kompetensi sosial kultural terapan, dan uji praktik mengajar secara langsung di hadapan tim penguji ahli.






