Ingin mendaftar sebagai anggota Polri tapi belum tahu harus mulai dari mana? Memahami alur seleksi Polri bisa membantu Anda menentukan harus mulai mempersiapkan diri dari segi apa.
Artikel ini akan membahas alur seleksi Polri secara lengkap dan berurutan, mulai dari pendaftaran online hingga sidang penentuan akhir, agar Anda bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik.
10 Alur Seleksi Polri Lengkap

Alur seleksi Polri terdiri dari dua tingkatan besar, yaitu seleksi tingkat daerah (Panda) dan seleksi tingkat pusat (Panpus). Berikut adalah tahapan tes Polri dari awal sampai akhir yang perlu Anda ketahui.
1. Pendaftaran Online dan Verifikasi Administrasi
Semua jalur penerimaan Polri, baik Akpol, Bintara, Tamtama, maupun SIPSS, dimulai dari pendaftaran secara daring melalui situs resmi penerimaan Polri.
Setelah mendaftar secara online, Anda akan diminta untuk melakukan verifikasi berkas fisik di Polres atau Polda terdekat sesuai domisili.
Berkas yang biasanya diperiksa meliputi KTP, Kartu Keluarga, ijazah, akta kelahiran, dan dokumen pendukung lainnya. Pastikan semua dokumen asli dan sesuai persyaratan yang tercantum. Kesalahan kecil dalam dokumen bisa langsung menggugurkan Anda di tahap ini.
2. Pemeriksaan Administrasi Awal (Rikmin Awal)

Setelah verifikasi berkas, peserta akan menjalani pemeriksaan administrasi awal atau Rikmin Awal.
Pada tahap ini, panitia akan memeriksa kembali kelengkapan dan keabsahan dokumen secara lebih teliti. Selain itu, dilakukan juga pengukuran tinggi badan dan berat badan awal untuk memastikan Anda memenuhi standar fisik minimum yang ditetapkan.
Ini adalah bagian dari tahapan seleksi Polri yang sering dianggap sepele, padahal cukup banyak peserta yang gagal di sini karena dokumen tidak lengkap atau tidak sesuai.
3. Pemeriksaan Kesehatan Tahap 1 (Rikkes 1)
Pada tahap ini, peserta menjalani pemeriksaan fisik bagian luar tubuh. Beberapa hal yang diperiksa antara lain:
- Tekanan darah
- Postur tubuh, tinggi, dan berat badan ideal
- Mata dan penglihatan
- THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan)
- Gigi dan kondisi mulut
Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kondisi fisik peserta memenuhi standar kesehatan dasar Polri. Jika ada masalah kesehatan yang belum ditangani, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter jauh sebelum mendaftar.
4. Tes Psikologi Tahap 1
Tes psikologi pertama dilakukan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Materi yang diujikan mencakup tes kecerdasan, tes kepribadian, dan tes kecermatan.
Tahapan tes Polri ini bertujuan menyaring peserta berdasarkan kemampuan kognitif dan kestabilan emosional secara umum.
Persiapan yang baik untuk tes ini mencakup latihan soal-soal psikotes umum serta menjaga kondisi mental agar tetap tenang saat tes berlangsung.
5. Uji Akademik
Uji akademik juga menggunakan sistem CAT. Materi yang diujikan cukup beragam, tergantung jalur yang Anda pilih, dan biasanya mencakup:
- Bahasa Indonesia
- Bahasa Inggris
- Pengetahuan Umum
- Wawasan Kebangsaan
- Penalaran Numerik
Jika Anda bertanya berapa tahapan tes Polri yang bersifat tertulis, jawabannya ada beberapa, dan uji akademik adalah salah satu yang paling menentukan. Nilai akademik akan menjadi komponen penting dalam perhitungan nilai akhir Anda.
6. Tes Mental Ideologi dan Ujian Komputer
Nah, kira-kira tahapan tes Polri apa saja yang berkaitan dengan karakter dan wawasan kebangsaan? Salah satunya adalah Tes Mental Ideologi.
Tes ini dilakukan melalui CAT dan bertujuan mengukur pemahaman peserta terhadap ideologi negara sekaligus mendeteksi potensi radikalisme.
Selain itu, untuk jalur tertentu, peserta juga akan mengikuti ujian komputer dasar, yaitu uji kemampuan mengoperasikan komputer secara umum.
7. Pemeriksaan Kesehatan Tahap 2 (Rikkes 2) dan Kesehatan Jiwa
Berbeda dengan Rikkes 1 yang memeriksa bagian luar tubuh, Rikkes 2 lebih berfokus pada kondisi organ bagian dalam. Pemeriksaan yang dilakukan antara lain rontgen dada, rekam jantung (EKG), serta tes darah dan urine.
Selain itu, pada tahap ini juga dilakukan Tes Kesehatan Jiwa (Keswa), yaitu pengisian kuesioner psikologis klinis untuk menilai kestabilan mental peserta secara lebih mendalam.
Ini adalah bagian dari alur seleksi polisi yang sering tidak diantisipasi oleh banyak calon peserta.
8. Uji Kesamaptaan Jasmani (UKJ) dan Antropometri
Tahapan ini adalah salah satu yang paling menantang secara fisik. Uji Kesamaptaan Jasmani dibagi menjadi beberapa bagian:
- Jasmani A: Lari mengelilingi lintasan selama 12 menit
- Jasmani B: Pull-up atau chinning, sit-up, push-up, dan shuttle run
- Renang: Uji ketangkasan berenang jarak tertentu
Selain itu, ada juga penilaian Antropometri, yaitu penilaian keserasian postur dan bentuk tubuh secara keseluruhan, termasuk memastikan tidak ada cacat fisik yang menghalangi tugas kepolisian.
Untuk lolos tahap ini, persiapan fisik harus dimulai jauh-jauh hari. Latihan rutin selama beberapa bulan sebelum pendaftaran sangat dianjurkan.
9. Tes Psikologi Tahap 2 dan Penelusuran Mental Kepribadian (PMK)
Jika pada psikologi tahap 1 peserta mengerjakan soal secara tertulis, pada psikologi tahap 2 prosesnya lebih mendalam.
Peserta akan menjalani wawancara psikologi untuk menggali kepribadian secara lebih jauh, serta mengerjakan tes grafis seperti menggambar.
Setelah itu, ada sesi Penelusuran Mental Kepribadian (PMK), yaitu wawancara yang bertujuan menelusuri rekam jejak, pandangan sosial, dan karakter calon secara menyeluruh.
Tahap ini menilai apakah kepribadian Anda sesuai dengan nilai-nilai yang dijunjung oleh institusi Polri.
10. Sidang Penentuan Akhir (Pantukir)
Ini adalah tahapan terakhir dalam tahapan tes Polri dari awal sampai akhir. Sidang Pantukir terdiri dari dua bagian:
- Rikmin Akhir: Pengecekan ulang seluruh dokumen peserta yang berhasil melewati semua tahapan sebelumnya.
- Sidang Pantukir: Perangkingan nilai akhir peserta berdasarkan gabungan nilai akademik, psikologi, dan jasmani. Hasil inilah yang menentukan siapa yang dinyatakan lulus dan berhak dikirim ke tingkat pusat atau langsung diterima sesuai kuota.
Itu dia alur seleksi Polri dari awal sampai akhir yang perlu Anda pahami sebelum mendaftar. Banyak peserta terlalu fokus latihan fisik, padahal kenyataannya tahapan seperti psikotes, tes kecermatan, TWK, dan akademik juga jadi penentu besar kelulusan.
Kalau Anda serius ingin lolos AKPOL, Bintara, atau Tamtama, persiapan sebaiknya dimulai jauh sebelum pendaftaran dibuka.
Salah satu cara yang bisa membantu adalah rutin latihan soal dan simulasi CAT agar terbiasa dengan pola ujian sebenarnya.
Nah, Anda bisa mencoba Tryout POLRI Online di ASN Institute yang menyediakan latihan Tes Kecermatan, Psikotes, TWK, Bahasa Inggris, Matematika, hingga Pengetahuan Umum lengkap dengan sistem ranking nasional dan pembahasan soal.
Sistem CAT yang digunakan juga dirancang menyerupai ujian asli sehingga membantu Anda lebih terbiasa dengan suasana tes sebenarnya.
Selain itu, ASN Institute menyediakan ribuan bank soal terbaru, pembahasan tryout lengkap, sistem ranking nasional, serta akses belajar fleksibel melalui website maupun aplikasi Android.
Penutup
Memahami alur seleksi Polri secara menyeluruh adalah bekal utama sebelum Anda melangkah lebih jauh dalam proses pendaftaran.
Dari pendaftaran online hingga sidang Pantukir, setiap tahapan memiliki bobotnya masing-masing dan tidak ada yang bisa dianggap remeh.
Persiapan yang matang, baik dari sisi fisik, akademik, maupun mental, adalah kunci untuk bisa bersaing dengan ribuan calon peserta lainnya. Semakin dini Anda mempersiapkan diri, semakin besar peluang Anda untuk lolos. Semoga sukses!
Referensi
- Penerimaan Polri (situs resmi penerimaan.polri.go.id)
- Biro SDM Polda Sumsel
- Mitrasiswa (kanal edukasi penerimaan Polri)






