Kalau Anda sedang mencari informasi soal urutan pangkat TNI AL dan tugas-tugasnya, entah karena ingin mendaftar jadi prajurit, sedang riset untuk ujian, atau sekadar penasaran, artikel ini akan membahas semuanya secara lengkap dan mudah dipahami.
Mulai dari pengertian dasar TNI AL, susunan pangkat dari yang paling bawah sampai paling atas, hingga tugas resmi yang diemban setiap harinya. Yuk, simak sampai akhir!
Apa Itu TNI AL?

TNI AL adalah singkatan dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut, yaitu cabang militer Indonesia yang bertugas menjaga dan mempertahankan wilayah laut Indonesia sebagai bagian dari kekuatan pertahanan negara.
TNI AL berperan menjaga kedaulatan negara, melindungi wilayah perairan Indonesia, serta memastikan keamanan laut nasional sebagai bagian dari sistem pertahanan negara.
Urutan Pangkat TNI AL dari Terendah sampai Tertinggi

Dalam militer, pangkat menunjukkan jenjang, wewenang, dan tanggung jawab seorang prajurit terhadap negara dan rekan-rekannya.
Pangkat TNI AL dari terendah sampai tertinggi dibagi dalam tiga golongan besar: Tamtama, Bintara, dan Perwira. Masing-masing punya peran yang berbeda dan saling mendukung satu sama lain.
1. Golongan Tamtama
Pangkat TNI AL tamtama adalah golongan paling dasar. Orang yang berada di level ini biasanya direkrut langsung dari masyarakat umum melalui proses seleksi militer.
Setelah lulus seleksi, mereka tidak langsung bertugas, tetapi harus mengikuti pendidikan militer yang disebut pendidikan pertama tamtama. Pendidikan ini berisi pelatihan fisik, disiplin militer, serta keterampilan dasar sebagai prajurit angkatan laut.
Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, barulah mereka dilantik secara resmi menjadi anggota TNI AL dengan pangkat awal di golongan tamtama. Berikutt urutan pangkat TNI AL tamtama dari paling bawah:
- Kelasi Dua
- Kelasi Satu
- Kelasi Kepala
- Kopral Dua
- Kopral Satu
- Kopral Kepala
Prajurit tamtama yang berprestasi memiliki kesempatan naik ke golongan bintara melalui pendidikan pembentukan yang diatur oleh Panglima TNI.
2. Golongan Bintara
Pangkat TNI AL bintara berada satu tingkat di atas tamtama. Prajurit yang berada di level ini biasanya memiliki tanggung jawab lebih besar, termasuk mengelola koordinasi harian di satuan, mengawasi tamtama, dan memastikan perintah dari perwira terlaksana dengan baik.
Golongan bintara bisa diisi melalui dua jalur. Pertama, prajurit dari golongan pangkat TNI AL tamtama yang sudah berdinas dan memenuhi syarat dapat dipromosikan naik menjadi bintara.
Kedua, masyarakat umum juga bisa langsung mendaftar melalui jalur pendidikan bintara. Setelah lolos seleksi dan menyelesaikan pendidikan militer khusus bintara, mereka akan dilantik menjadi prajurit TNI AL di golongan bintara.
Berikut urutan pangkat TNI AL bintara dari paling bawah:
- Sersan Dua
- Sersan Satu
- Sersan Kepala
- Sersan Mayor
- Pembantu Letnan Dua
- Pembantu Letnan Satu
3. Golongan Perwira
Pangkat TNI AL perwira adalah golongan tertinggi dalam struktur kepangkatan TNI AL. Golongan ini terbagi lagi menjadi tiga sub-golongan berdasarkan UU No. 34 Tahun 2004 dan PP No. 39 Tahun 2010.
Perwira Pertama:
- Letnan Dua
- Letnan Satu
- Kapten
Perwira Menengah:
- Mayor
- Letnan Kolonel
- Kolonel
Perwira Tinggi:
- Laksamana Pertama TNI
- Laksamana Muda TNI
- Laksamana Madya TNI
- Laksamana TNI
Pangkat TNI AL tertinggi adalah Laksamana TNI, setara dengan jenderal bintang empat di matra darat. Jabatan ini biasanya dipegang oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut.
Kenaikan pangkat untuk Kolonel dan seluruh Perwira Tinggi ditetapkan langsung oleh Presiden atas usul Panglima TNI, bukan sembarang keputusan administratif biasa.
Tugas TNI AL

Setelah tahu soal pangkat, sekarang mari kita bahas apa tugas TNI AL yang tercantum dalam Pasal 9 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 dan berlaku hingga hari ini.
1. Pertahanan di Matra Laut
TNI AL bertanggung jawab menjaga keamanan wilayah laut Indonesia dari ancaman militer atau serangan yang datang dari laut.
Walaupun tidak sedang perang, kesiapan ini tetap dijaga setiap saat. Kapal perang, pangkalan, dan personel selalu disiapkan untuk menghadapi kemungkinan ancaman.
2. Penegakan Hukum di Laut
Salah satu tugas TNI AL sehari hari yang sering muncul di berita adalah penindakan pelanggaran di laut. Contohnya penangkapan kapal pencuri ikan, penyelundupan barang ilegal, atau pelanggaran wilayah perairan Indonesia.
TNI AL memiliki wewenang untuk melakukan pengejaran, penangkapan, serta proses penyelidikan awal terhadap pelanggaran tersebut. Setelah itu, kasusnya akan diserahkan kepada kejaksaan untuk diproses secara hukum.
Dalam kegiatan ini, TNI AL bintara dan tamtama biasanya paling banyak terlibat langsung di lapangan karena mereka yang menjalankan patroli laut dan operasi penindakan.
3. Diplomasi Angkatan Laut
TNI AL juga membantu hubungan baik Indonesia dengan negara lain melalui kunjungan kapal perang dan latihan bersama di laut.
Ketika kapal perang milik TNI AL berlayar ke negara lain, kehadiran kapal itu bukan hanya untuk latihan atau perjalanan biasa. Kapal tersebut juga mewakili negara Indonesia.
Oleh karena itu, kunjungan kapal perang ke negara lain sering digunakan sebagai cara untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan negara tersebut.
4. Pembangunan Kekuatan Matra Laut
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut bertanggung jawab untuk terus memperkuat kemampuan militernya di laut.
Hal tersebut dilakukan dengan memperbarui atau menambah kapal perang, meningkatkan peralatan dan sistem persenjataan, serta meningkatkan kemampuan prajurit melalui pendidikan dan latihan secara berkelanjutan.
Tujuannya agar kekuatan TNI AL selalu siap menjaga keamanan wilayah laut Indonesia.
5. Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut
Pemberdayaan wilayah pertahanan laut berarti upaya Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut untuk memanfaatkan wilayah laut Indonesia sebagai bagian dari sistem pertahanan negara.
Artinya, TNI AL tidak hanya menjaga laut Indoensia dengan kapal perang, tetapi juga dimanfaatkan dan disiapkan agar bisa mendukung pertahanan negara jika dibutuhkan.
Dari penjelasan di atas, Anda tentu bisa menilai bahwa tugas pokok TNI AL bukan hanya menjaga laut dari ancaman fisik, tapi juga menegakkan hukum, menjalankan diplomasi, membangun kekuatan, dan memberdayakan wilayah pertahanan secara menyeluruh.
Oleh karena itu, jika Anda ingin mendaftar TNI, persiapan sebaiknya dilakukan sejak sekarang.
Proses seleksi TNI dikenal cukup ketat karena tidak hanya menguji kemampuan fisik, tetapi juga kemampuan akademik, kecermatan, dan kesiapan mental. Tanpa latihan yang cukup, Anda bisa kesulitan menghadapi pola soal yang muncul dalam tes seleksi.
Oleh karena itu, ASN Institute hadir dengan try out TNI untuk berbagai materi yang biasanya diujikan dalam seleksi TNI, seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, Pengetahuan Umum, hingga Wawasan Kebangsaan.
Dengan latihan yang konsisten, Anda dapat mengetahui kemampuan diri sendiri, memahami jenis soal yang sering muncul, serta melatih manajemen waktu saat mengerjakan ujian.
Penutup
Sekarang Anda sudah punya gambaran yang jauh lebih jelas soal urutan pangkat TNI AL beserta tugas-tugas resmi yang diemban institusi ini.
Selain mempersiapkan diri Anda dari segi akademik, jangan lupa untuk memaksimalkan kemampuan fisik Anda, serta kelengkapan administrasi, kesehatan, serta kesiapan mental untuk menjalani proses seleksi yang cukup ketat.
Selain itu, perlu Anda catat bahwa proses rekrutmen TNI dilakukan secara resmi dan transparan. Tidak ada jalur pintas untuk menjadi prajurit TNI, jadi berhati-hatilah terhadap pihak yang menawarkan kelulusan dengan imbalan uang atau cara tidak resmi.
Referensi: Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, Pasal 5, 6, 9, 26, 27, 33, dan 43. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2010 tentang Administrasi Prajurit TNI, Pasal 24 ayat (1).






