Politeknik Transportasi Darat Indonesia – Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI STTD) Bekasi merupakan perguruan tinggi kedinasan (sttd kedinasan) di bawah Kementerian Perhubungan yang mencetak ahli transportasi darat profesional.
Setiap tahun, ribuan calon mahasiswa bersaing ketat untuk memenuhi syarat penerimaan PTDI STTD dan lolos seleksi.
Lulusannya tidak hanya berpeluang menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga bekerja di sektor logistik, transportasi publik, hingga perusahaan otomotif.
Dengan kompetensi berbasis industri, PTDI STTD menjadi pilihan utama bagi yang ingin berkarier di bidang transportasi darat.
Pendaftaran PTDI STTD 2025 diperkirakan akan dibuka pada April-Mei 2025, dengan kuota terbatas sekitar 500 kursi.
Seleksi meliputi tes akademik, psikotes, kesehatan, dan wawancara. Artikel ini akan membahas sejarah kampus, syarat PTDI STTD, serta jurusan-jurusan unggulan yang bisa menjadi referensi calon peserta.
Kampus PTDI STTD bekasi

PTDI STTD didirikan pada tahun 1983 dengan nama Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BP2TD).
Awalnya, kampus ini berfokus pada pelatihan teknis bagi pegawai Kemenhub. Seiring perkembangan zaman, institusi ini berevolusi menjadi perguruan tinggi kedinasan yang menyelenggarakan program diploma.
Pada 2014, nama resminya berubah menjadi PTDI STTD melalui Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 44 Tahun 2014.
Kampus PTDI STTD berlokasi di Jalan Raya Setu, Bekasi, Jawa Barat. Lokasi ini dipilih karena dekat dengan pusat logistik dan industri transportasi Jabodetabek.
Saat ini, Politeknik Transportasi Darat Indonesia memiliki fasilitas lengkap seperti laboratorium otomotif, simulator kereta api, dan bengkel praktik untuk mendukung pembelajaran berbasis kompetensi.
PTDI STTD Syarat Masuk
Sebelum mendaftar, calon peserta wajib memenuhi syarat Politeknik Transportasi Darat Indonesia – STTD berikut:
1. Kewarganegaraan:
- Warga Negara Indonesia (WNI).
- Tidak memiliki kewarganegaraan ganda.
2. Usia:
- Minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun per 1 September 2025.
3. Pendidikan:
- Lulusan SMA/SMK/MA jurusan IPA atau IPS dengan nilai rata-rata rapor minimal 70.
- Prioritas diberikan kepada lulusan SMK Teknik Kendaraan Ringan, Otomotif, atau Logistik.
4. Kesehatan:





