Ini 7 Penyebab Gagal Masuk Polisi yang Sering Dianggap Sepele

gagal tes psikologi polri
DAFTAR ISI

Setiap tahun, ribuan pemuda Indonesia mendaftar ke Polri tapi tidak sedikit yang pulang dengan tangan kosong. 

Hal ini karena penyebab gagal masuk polisi ternyata bukan hanya soal nilai akademik yang kurang memuaskan. 

Banyak peserta yang sebenarnya cukup pintar dan berbadan sehat justru tereliminasi karena kelalaian pada hal-hal teknis yang bisa dicegah sejak jauh hari. 

Nah, di artikel ini akan dibahas 7 penyebab gagal masuk Polri agar Anda bisa mempersiapkan diri dengan lebih matang dan tidak menyesal di kemudian hari.

7 Penyebab Gagal Masuk Polisi

penyebab gagal tes polisi
Sumber: cdn.antaranews.com

Berikut adalah tujuh penyebab gagal masuk polisi yang sering menjadi alasan tidak lolos seleksi polisi, lengkap dengan penjelasan agar Anda bisa menghindarinya.

1. Gagal Administrasi

Tahap pertama dalam seleksi Polri adalah verifikasi berkas atau yang dikenal dengan istilah Rikmin (Riksa Administrasi). 

Banyak calon peserta yang sudah bersemangat mempersiapkan fisik dan belajar soal, tapi justru tergugur di tahap paling awal ini. Penyebabnya sederhana: berkas tidak lengkap, tidak sah, atau tidak sesuai ketentuan.

Berkas yang wajib Anda siapkan dalam kondisi asli dan fotokopi antara lain KTP peserta dan orang tua/wali, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, ijazah dari SD hingga SMA beserta transkrip nilai, rapor kelas X–XII, SKCK dari Polres/Polda yang masih berlaku, surat keterangan sehat dari Rumah Sakit Pemerintah atau Puskesmas (bukan RS Polri), surat keterangan bebas narkoba, pas foto 4×6 berlatar merah minimal 10 lembar, serta sejumlah surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani di atas kertas folio bergaris.

Selain itu, pastikan warna map berkas Anda sesuai ketentuan. Putih untuk Bintara PTU, biru untuk Akpol, dan kuning untuk Tamtama. Salah warna map saja bisa membuat berkas Anda ditolak panitia. Pastikan juga semua fotokopi sudah dilegalisir jika tidak menggunakan sistem barcode.

Intinya, siapkan semua berkas jauh-jauh hari, periksa kembali kelengkapannya, dan pastikan tidak ada satu pun dokumen yang terlewat.

2. Gagal Tes Kesehatan I (Rikkes Tahap 1)

gagal tes kesehatan polri
Sumber: amnesty.id

Rikkes tahap 1 adalah salah satu penyebab gagal tes kesehatan polisi yang paling sering terjadi. Rikkes Tahap 1 mencakup pemeriksaan fisik dari luar, mulai dari tinggi dan berat badan, kondisi mata, gigi, kulit, postur tubuh, hingga kondisi anggota gerak.

Baca:   AKPOL 2025 Resmi Dibuka: Cek Langkah Pendaftaran di Sini

Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Tinggi badan: minimal 165 cm untuk pria dan 163 cm untuk wanita.
  • Berat badan: harus seimbang berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT).
  • Mata: idealnya 6/6 tanpa kacamata. Masih ada toleransi jika visus minimal 6/12 dan bisa dikoreksi menjadi 6/6 dengan lensa maksimal 1 Dioptri. Buta warna, baik parsial maupun total, langsung menggugurkan.
  • Gigi: tidak boleh berlubang lebih dari ketentuan, tidak ompong di bagian depan dengan celah 2 mm atau lebih, dan kebersihan mulut harus terjaga.
  • Tato dan tindik: tato di bagian tubuh mana pun yang tidak bisa tertutup pakaian dinas akan menggugurkan. Tindik untuk pria juga tidak diperbolehkan.
  • Postur: kelainan seperti skoliosis, kifosis, atau lordosis yang berat akan langsung menggugurkan.
  • Kaki: bentuk kaki O atau X dengan jarak lebih dari 5 cm, telapak kaki datar, dan varises berat juga termasuk dalam kondisi yang tidak diperbolehkan.

Sistem penilaian menggunakan skala Stakes 1 hingga Stakes 4. Stakes 1 hingga 3 dinyatakan memenuhi syarat, sementara Stakes 4 langsung menggugurkan. 

3. Gagal Tes Psikologi

Gagal tes psikologi Polri adalah salah satu penyebab gagal tes polisi yang sering dianggap sepele. Padahal, tahap ini sangat menentukan karena menyaring calon berdasarkan karakter, mental, dan kesiapan psikologis untuk menjalankan tugas kepolisian.

Passing grade minimum psikotes Polri adalah 61 dari skala 100. Tesnya sendiri mencakup beberapa komponen, yaitu tes kecerdasan umum (logika angka, analogi kata, sinonim/antonim, pemahaman wacana), tes kepribadian dan mental (menilai karakter, motivasi, ketahanan, dan kejujuran), tes kecermatan atau sikap kerja seperti tes Pauli/Kraepelin yang menuntut kecepatan dan ketelitian tinggi, serta tes gambar proyektif seperti tes Wartegg dan tes menggambar manusia.

Hal yang paling sering membuat peserta gagal di tahap ini adalah ketidakjujuran saat mengisi tes kepribadian. Banyak peserta mencoba menampilkan diri mereka sebagai sosok yang “sempurna”, padahal jawaban yang manipulatif justru mudah terdeteksi oleh psikolog. 

Baca:   Panduan Lengkap Masuk Akpol 2025, Cek Syarat & Biayanya!

Selain itu, kondisi fisik dan mental saat tes juga sangat memengaruhi hasil. Oleh karena itu, jangan lupa istirahat cukup sebelum hari tes.

4. Gagal Tes Akademik

penyebab gagal masuk polisi
Sumber: koma.id

Tes akademik dalam seleksi Polri mencakup kemampuan dasar seperti matematika, Bahasa Indonesia, pengetahuan umum, dan wawasan kebangsaan. 

Bukannya sulit secara konsep, tapi banyak peserta yang datang tanpa persiapan dan hanya mengandalkan ingatan dari zaman sekolah, sementara soal-soal yang keluar terus berkembang mengikuti pola terbaru.

Namun, kuncinya bukan hanya menguasai materi, tapi juga terbiasa mengerjakan soal dalam kondisi tekanan waktu. 

Oleh karena itu, usahakan berlatih soal dari jauh hari, minimal tiga sampai enam bulan sebelum pendaftaran dibuka.

Untuk memaksimalkan persiapan, pertimbangkan untuk mengikuti try out POLRI di ASN Institute. 

ASN Institute menyediakan paket try out yang komprehensif mencakup semua aspek tes AKPOL, mulai dari akademik, psikologi, hingga tips menghadapi wawancara. 

Dengan berlatih secara konsisten melalui try out, Anda akan lebih siap menghadapi tekanan ujian dan mampu mengelola waktu dengan baik.

5. Gagal Tes Kesamaptaan

Tes kesamaptaan adalah ujian kebugaran fisik yang mengukur stamina dan kemampuan tubuh secara menyeluruh. Banyak peserta yang tidak lolos bukan karena kondisi fisiknya buruk, melainkan karena tidak memahami standar nilai minimum yang berlaku.

Komponen tes kesamaptaan Polri terdiri dari dua bagian utama. Kesamaptaan A berupa lari 12 menit, sedangkan Kesamaptaan B mencakup pull-up atau chinning (angkat tubuh), sit-up (baring duduk), push-up (tekan tubuh), dan shuttle run (lari angka 8). Ditambah tes renang sejauh 25 meter.

Nilai Batas Lulus (NBL) yang ditetapkan adalah minimal 41,00 per item tes. Yang perlu Anda perhatikan, tidak boleh ada satu pun item tes yang mendapat nilai 0. 

Jika Anda gagal menyelesaikan salah satu komponen, meskipun komponen lainnya sempurna, Anda tetap akan dinyatakan tidak lolos.

6. Gagal Tes Kesehatan II (Rikkes Tahap 2)

Jika Rikkes Tahap 1 memeriksa kondisi fisik dari luar, maka tes kesehatan Polri di tahap kedua ini lebih menyeluruh karena menyasar kondisi organ dalam tubuh Anda. 

Baca:   Pendaftaran Polri 2024 Resmi Dibuka, Lulusan SMA/SMK Bisa Daftar!

Pemeriksaan di Rikkes Tahap 2 meliputi rontgen dada untuk mendeteksi TBC aktif atau pembesaran jantung, EKG untuk memeriksa irama jantung, serta serangkaian tes darah dan urin yang mencakup pemeriksaan HBsAg (Hepatitis B), Anti HCV (Hepatitis C), Anti HIV, VDRL/TPHA (Sifilis), gula darah puasa, hingga tes narkoba.

Oleh karena itu, lakukan medical check-up mandiri sebelum mendaftar agar Anda mengetahui kondisi kesehatan internal lebih awal dan punya waktu untuk berkonsultasi dengan dokter jika diperlukan.

7. Mental dan Ideologi Bermasalah

Tahap terakhir yang tidak kalah krusial adalah pemeriksaan mental ideologi. Ini mencakup tes kesehatan jiwa dan wawancara mendalam tentang latar belakang, sikap, dan pandangan calon peserta. 

Gangguan jiwa kronis seperti skizofrenia, gangguan waham, atau gangguan bipolar akan langsung menggugurkan.

Selain kondisi kejiwaan klinis, panitia juga menilai apakah calon peserta memiliki pemahaman dan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila, wawasan kebangsaan, serta integritas moral yang diperlukan sebagai seorang anggota Polri. 

Riwayat keterlibatan dalam kelompok terlarang, catatan pelanggaran hukum, atau ketidaksesuaian sikap selama proses seleksi dapat menjadi pertimbangan serius.

Penutup

Penyebab gagal masuk polisi sebenarnya bisa dipetakan dengan jelas dan sebagian besar bisa dicegah jika Anda tahu apa yang harus dipersiapkan. 

Dari gagal administrasi karena berkas tidak lengkap, gagal tes kesehatan polisi karena kondisi fisik yang tidak memenuhi standar, gagal tes psikologi Polri karena kurang latihan dan kurang jujur, hingga gagal tes kesehatan Polri tahap kedua karena kondisi organ dalam yang tidak disadari sebelumnya.

Kunci utamanya adalah mulai lebih awal. Jangan tunggu pengumuman pembukaan pendaftaran baru mulai berbenah. Periksa kondisi fisik Anda, lengkapi berkas administrasi, latih kemampuan akademik, serta jaga kesehatan mental.

Dengan persiapan yang menyeluruh dan niat yang sungguh-sungguh, peluang Anda untuk lolos seleksi Polri jauh lebih besar dari yang Anda bayangkan. Selamat berjuang!

Sumber referensi:

https://olcedukasi.com/berita/read/inilah-penyebab-gagalnya-pendafatran-polri-tahun-2025

Picture of Ayu Dinar Pebrina
Ayu Dinar Pebrina

Ebook Gratis!!

Subscribe untuk dapatkan e-book GRATIS dan informasi CPNS/ PPPK/ Sekolah Kedinasan/ TNI/ POLRI terbaru  langsung di Email-mu

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Post Terbaru