Akademi Kepolisian (AKPOL) merupakan lembaga pendidikan formal yang bertujuan untuk mencetak calon pemimpin Polri di masa depan.
Para taruna dan taruni yang menjalani pendidikan di AKPOL tidak hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidang kepolisian, tetapi juga dengan nilai-nilai kepemimpinan dan integritas.
Sejalan dengan proses pendidikan tersebut, para taruna dan taruni juga melewati serangkaian kenaikan pangkat akpol dan POLRI yang merupakan bagian penting dari struktur organisasi dan hierarki di kepolisian.
Pangkat Akpol & Polri Dari Terendah Sampai Tertinggi
Dalam hierarki kepolisian, pangkat akpol dan POLRI memiliki sejumlah tingkatan yang mencerminkan jenjang karir dari yang terendah hingga tertinggi.
Dimulai dari pangkat terendah, Tamtama, para calon perwira polisi melalui proses pendidikan di Akpol dan dapat mencapai pangkat tertinggi, yakni perwira tinggi.
Berikut adalah urutan pangkat Akpol dan POLRI dari terendah hingga tertinggi.
Pangkat Tamtama Polri
Tamtama merupakan pangkat paling dasar dalam kepolisian. Seorang anggota Polisi dengan pangkat Tamtama bertanggung jawab sebagai prajurit kepolisian yang melaksanakan tugas khusus sesuai arahan dari kepolisian.
Anggota kepolisian pada pangkat ini dituntut untuk memiliki tingkat loyalitas yang tinggi dan kesiapan untuk melaksanakan perintah dari atasan.
Secara internasional, anggota kepolisian pada tingkat ini umumnya disebut sebagai perwira pribadi.
a. Tamtama
Tamtama sebagai golongan pangkat kepolisian yang paling rendah, memiliki jenjang sebagai berikut.
Bhayangkara Dua (Bharada)
Pada masa lalu memiliki nama yang serupa dengan pangkat Prajurit Dua di TNI. Namun, seiring berjalannya waktu, untuk membedakan dan mempertegas identitas, nama pangkat ini diubah menjadi Bhayangkara Dua (Bharada).

Peranannya melibatkan fungsi sebagai penengah dalam penyelesaian konflik agama dan berbagai konflik antarsuku yang terjadi di tengah masyarakat.
Bhayangkara Satu (Bharatu)
Merupakan pangkat yang berada satu tingkat diatas Bharada. Sebelum tahun 2001, pangkat ini dikenal dengan nama Prajurit Satu.
Nama ini memiliki kesamaan dengan tingkat kemiliteran Indonesia yang termasuk dalam militer paling kuat di Asia Tenggara.
Bhayangkara Kepala (Bharaka)
Awalnya dikenal dengan sebutan Praka (Prajurit Kepala) hingga tahun 2001, yang mirip dengan pangkat di bidang militer.
Namun, kemudian, nama pangkat ini diubah menjadi Bharaka. Tanda kepangkatan untuk jabatan ini ditandai dengan tiga garis miring berwarna merah.
b. Tamtama Kepala
Kepala Tamtama merupakan golongan pangkat kepolisian setelah Tamtama. Berikut jenjangnya dari yang terendah hingga yang tertinggi
Ajun Brigadir Dua (Abripda)
Ajun Brigadir Dua, yang juga dikenal dengan sebutan Abripda, telah mengalami dua kali perubahan nama, sejalan dengan perubahan yang terjadi pada pangkat-pangkat di atasnya dalam hierarki kepolisian.
Pangkat ini ditandai dengan lambang berupa tanda V terbalik berwarna merah.






