Di balik setiap program yang mengudara di RRI dan TVRI, ada orang-orang yang bekerja jauh sebelum mikrofon menyala dan kamera mulai merekam.
Mereka yang menyusun rencana, memeriksa naskah, berburu lokasi, hingga mengawasi siaran dari awal hingga selesai.
Nah, salah satu dari mereka adalah Pranata Siaran, dan kalau Anda sedang mempertimbangkan formasi ini di seleksi CPNS mendatang, penting untuk tahu sejak awal apa saja tugas pranata siaran ahli pertama yang akan menjadi keseharian Anda nanti jikalau berhasil lulus.
Apa Itu Pranata Siaran Ahli Pertama?

Pranata siaran ahli pertama adalah jenjang paling awal dalam jabatan fungsional Pranata Siaran. Kalau Anda lolos seleksi CPNS dengan formasi ini, maka di sinilah karier Anda dimulai.
Jabatan fungsional Pranata Siaran punya tiga jenjang yang bisa Anda capai secara bertahap, mulai dari Ahli Pertama, naik ke Ahli Muda, lalu Ahli Madya. Jenjang berikutnya bisa Anda raih seiring bertambahnya pengalaman dan angka kredit yang terkumpul.
Soal angka kredit, sebagai Ahli Pertama Anda wajib mengumpulkan minimal 12,5 angka kredit per tahun.
Angka ini datang dari berbagai kegiatan, mulai dari pelaksanaan tugas jabatan, pengembangan profesi, hingga kegiatan penunjang. Aturan mainnya cukup sederhana: minimal 80% harus berasal dari unsur utama, sisanya maksimal 20% dari unsur penunjang.
Tugas Pranata Siaran Ahli Pertama

Secara umum, tugas dan fungsi pranata siaran adalah melakukan kegiatan produksi, penyiaran, dan layanan media baru.
Namun, untuk jenjang Ahli Pertama, tugasnya lebih spesifik. Berikut adalah uraian tugas pranata siaran ahli pertama secara lengkap berdasarkan Pasal 7 ayat (1) huruf a PermenPAN-RB Nomor 30 Tahun 2017, yang mencakup 31 butir kegiatan.
1. Menyusun Kerangka Acuan Kerja (TOR)
TOR adalah dokumen pertama yang harus ada sebelum sebuah produksi bisa berjalan. Di sinilah semua hal mendasar dituliskan secara terstruktur: apa tujuan programnya, siapa sasaran audiensnya, bagaimana teknis pelaksanaannya, berapa anggarannya, dan apa indikator keberhasilannya.
Nah, Anda yang akan bertugas menyusun dokumen ini, dan kualitas TOR yang Anda buat akan sangat mempengaruhi arah keseluruhan produksi.
2. Melakukan Agenda Setting Produksi
Setelah TOR tersusun, langkah berikutnya adalah merencanakan agenda produksi secara rinci.
Anda menentukan urutan tahapan kerja, membagi tugas kepada tim, menetapkan tenggat waktu setiap tahap, dan memastikan semua pihak yang terlibat sudah tahu peran masing-masing. Tanpa agenda yang jelas, produksi bisa mudah molor atau kehilangan fokus di tengah jalan.
3. Melaksanakan Survei Lokasi Produksi
Anda turun ke lapangan untuk menilai berbagai aspek lokasi produksi, mulai dari kondisi teknis seperti pencahayaan dan akustik ruangan, aksesibilitas lokasi, ketersediaan listrik dan jaringan, hingga faktor keamanan dan kenyamanan tim. Hasil survei tersebut yang akan menjadi bahan pertimbangan penting sebelum lokasi resmi digunakan.




