Disebutkan bahwa ranah tugas Perawat Ahli Pertama berkaitan dengan pemberian asuhan keperawatan, pengkajian kebutuhan pasien, hingga pelaksanaan tindakan keperawatan secara mandiri maupun kolaboratif, bukan sekadar membantu tugas dokter semata. Untuk lebih detailnya, simak penjelasan di artikel ini sampai akhir!
Apa Itu Perawat Ahli Pertama?
umsu.ac.id
Perawat ahli pertama adalah jenjang jabatan fungsional terendah dalam kategori keahlian pada profesi perawat di lingkungan instansi pemerintah. Ini berbeda dari kategori keterampilan yang mensyaratkan pendidikan Diploma III.
Perawat ahli pertama lulusan apa yang memenuhi syarat? Berdasarkan Pasal 15 PermenPAN-RB No. 35 Tahun 2019, seseorang dapat diangkat dalam jabatan ini jika memiliki ijazah paling rendah Ners (Profesi Keperawatan).
Artinya, perawat ahli pertama adalah lulusan minimal program profesi Ners, bukan sekadar sarjana keperawatan biasa (S.Kep). Jadi jika Anda sudah menyelesaikan tahap profesi Ners, Anda memenuhi kualifikasi dasar untuk formasi ini.
Selain ijazah, ada sejumlah syarat lain yang harus dipenuhi saat mendaftar lewat jalur pengangkatan pertama, yaitu:
Berstatus PNS atau calon PNS
Memiliki integritas dan moralitas yang baik
Sehat jasmani dan rohani
Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) Perawat yang masih berlaku
Lulus uji kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural
Nilai prestasi kerja minimal bernilai baik dalam satu tahun terakhir
Soal posisi dalam struktur karier, perawat ahli pertama berada di bawah Perawat Ahli Muda, Perawat Ahli Madya, dan Perawat Ahli Utama.
Pangkat yang melekat pada jenjang ini dimulai dari golongan ruang III/b dan III/c, sesuai Lampiran V PermenPAN-RB No. 35 Tahun 2019.
Uraian Tugas Perawat Ahli Pertama
Sumber: awsimages.detik.net.id
Uraian tugas perawat ahli pertama secara resmi tercantum dalam Pasal 8 ayat (2) huruf a PermenPAN-RB No. 35 Tahun 2019.
Total ada 51 butir kegiatan yang masuk ke dalam dua sub-unsur besar: Asuhan Keperawatan dan Pengelolaan Keperawatan. Berikut penjelasannya per kelompok kegiatan.
1. Pengkajian Keperawatan
Tahap pertama dalam asuhan keperawatan adalah pengkajian, yaitu proses mengumpulkan dan menganalisis data kondisi pasien atau klien. Untuk jenjang ahli pertama, kegiatan pengkajian meliputi:
Melakukan pengkajian keperawatan lanjutan pada individu
Melakukan pengkajian keperawatan lanjutan pada keluarga
Melakukan pengkajian keperawatan dasar pada masyarakat
Memberikan konsultasi data pengkajian keperawatan dasar atau lanjut
Perlu dicatat bahwa di jenjang ini, pengkajian yang dilakukan sudah bersifat “lanjutan” pada individu dan keluarga, bukan sekadar pengkajian dasar seperti di kategori keterampilan.
2. Diagnosis dan Perencanaan Keperawatan
Setelah pengkajian, perawat ahli pertama bertanggung jawab untuk merumuskan masalah dan menyusun rencana tindak lanjut. Kegiatan yang termasuk dalam kelompok ini antara lain:
Merumuskan diagnosis keperawatan pada individu
Membuat prioritas diagnosis keperawatan dan masalah keperawatan
Menyusun rencana tindakan keperawatan pada individu (merumuskan dan menetapkan tindakan)
Menyusun rencana tindakan keperawatan pada keluarga
3. Pencegahan Infeksi dan Surveilans
Salah satu pembeda signifikan antara perawat ahli pertama dan jenjang keterampilan adalah keterlibatan dalam kegiatan pencegahan infeksi yang lebih terstruktur. Kegiatan ini mencakup:
Melakukan upaya peningkatan kepatuhan kewaspadaan standar pada pasien, petugas, dan pengunjung
Melakukan investigasi dan deteksi dini kejadian luar biasa yang berdampak pada pelayanan kesehatan
Mengajarkan teknik kontrol infeksi pada keluarga dengan penyakit menular
4. Tindakan Keperawatan Langsung
Ini adalah kegiatan klinis inti yang dilakukan langsung kepada pasien. Cakupannya cukup luas dan mencerminkan kompleksitas yang lebih tinggi dibanding jenjang keterampilan. Di antaranya:
Melakukan komunikasi terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan
Melakukan tindakan keperawatan pada kondisi gawat darurat, bencana, atau kritikal
Melakukan tindakan terapi komplementer dan holistik
Melakukan tindakan keperawatan pada pasien dengan intervensi pembedahan (pre, intra, dan post operasi)
Memberikan dukungan kebutuhan spiritual pada kondisi kehilangan, berduka, atau menjelang ajal
Melakukan tindakan keperawatan pemenuhan kebutuhan nutrisi, eliminasi, mobilisasi, istirahat dan tidur, kebersihan diri, serta rasa nyaman dan pengaturan suhu tubuh
Melakukan pemenuhan kebutuhan oksigenasi kompleks
Melakukan stimulasi tumbuh kembang pada individu
Memfasilitasi adaptasi dalam hospitalisasi pada individu
Melakukan perawatan luka
Melakukan terapi aktivitas kelompok (TAK) stimulasi persepsi dan stimulasi sensorik
Melakukan komunikasi dengan klien yang mengalami hambatan komunikasi
Melakukan rehabilitasi mental spiritual pada individu
Melakukan penatalaksanaan manajemen gejala
Memantau kondisi pasien selama dilakukan tindakan keperawatan spesifik
5. Intervensi Keperawatan Spesifik yang Kompleks
Berbeda dari jenjang keterampilan yang menangani intervensi sederhana, perawat ahli pertama sudah melakukan intervensi keperawatan yang kompleks di berbagai area klinis:
Area medikal bedah
Area anak
Area maternitas
Area komunitas
Area jiwa
6. Pendidikan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
Perawat ahli pertama juga memiliki peran dalam promosi kesehatan dan edukasi, tidak hanya terbatas di dalam fasilitas layanan kesehatan:
Melaksanakan case finding atau deteksi dini penemuan kasus baru pada individu
Melakukan support kepatuhan terhadap intervensi kesehatan pada individu
Melakukan pendidikan kesehatan pada individu pasien
Melakukan pendidikan kesehatan pada kelompok
Melakukan pendidikan kesehatan pada masyarakat
Melakukan peningkatan atau penguatan kemampuan sukarelawan dalam meningkatkan masalah kesehatan masyarakat
7. Evaluasi, Dokumentasi, dan Pengelolaan Keperawatan
Tahap akhir dari siklus asuhan keperawatan adalah evaluasi dan dokumentasi. Selain itu, perawat ahli pertama juga sudah memiliki peran dalam pengelolaan tim. Kegiatan-kegiatannya meliputi:
Melakukan evaluasi tindakan keperawatan pada individu
Melakukan konsultasi keperawatan dan kolaborasi dengan dokter
Melakukan pendokumentasian tindakan keperawatan
Melaksanakan fungsi pengarahan pelaksanaan pelayanan keperawatan sebagai ketua tim atau perawat primer
Melakukan pengorganisasian pelayanan keperawatan antar shift, unit, atau fasilitas kesehatan
Melakukan pemberian penugasan perawat dalam rangka fungsi ketenagaan
Melakukan preseptorship dan mentorship
Formasi CPNS perawat ahli pertama memang menjanjikan, tapi proses seleksinya tidak mudah. Mulai dari seleksi administrasi, SKD (Seleksi Kompetensi Dasar), hingga SKB (Seleksi Kompetensi Bidang), setiap tahapan membutuhkan persiapan yang serius.
Oleh karena itu, ASN Institute hadir dengan bimbel CPNS untuk membantu Anda mempersiapkan diri secara maskimal.
ASN Institute menyediakan program persiapan lengkap mulai dari materi TWK, TIU, TKP, hingga latihan soal kompetensi bidang keperawatan.
Dengan bimbingan dari tentor berpengalaman dan modul yang diperbarui sesuai perkembangan regulasi terbaru, peluang Anda untuk lolos seleksi menjadi jauh lebih besar.
Daftar sekarang dan mulai perjalanan Anda menuju karier sebagai ASN di bidang keperawatan bersama ASN Institute.
Penutup
Demikian penjelasan mengenai tugas perawat ahli pertama yang mencakup 51 butir kegiatan dan terbagi dalam asuhan keperawatan dan pengelolaan keperawatan, mulai dari pengkajian lanjutan, intervensi kompleks, edukasi kesehatan, hingga fungsi kepemimpinan tim.
Jenjang ini mensyaratkan minimal lulusan profesi Ners dan cocok bagi Anda yang ingin membangun karier sebagai ASN tenaga kesehatan di fasilitas layanan kesehatan pemerintah.
Pahami baik-baik uraian tugasnya sebelum mendaftar, karena pemahaman ini bukan hanya berguna saat seleksi, tapi juga menjadi bekal saat Anda benar-benar menjalankan jabatan tersebut kelak. Semoga sukses!
Pertanyaan Seputar 7 Tugas Perawat Ahli Pertama yang Wajib Anda Pahami Sebelum Daftar
1. Perawat Ahli Pertama lulusan apa dan apa syarat kualifikasinya?+
Formasi Perawat Ahli Pertama mensyaratkan ijazah minimal Profesi Ners (S1 Keperawatan + Profesi Ners). Selain itu, pelamar wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) Perawat yang masih aktif dan sah dari lembaga resmi tenaga kesehatan (bukan STR internship).
2. Apa perbedaan utama tugas Perawat Ahli Pertama dan Perawat Terampil?+
Perawat Terampil (lulusan D3 Keperawatan) berfokus pada asuhan keperawatan dasar dan intervensi mandiri sederhana. Sedangkan Perawat Ahli Pertama menangani pengkajian lanjutan, intervensi klinis kompleks, manajemen infeksi (HAIs), terapi komplementer, serta fungsi pengelolaan seperti ketua tim atau perawat primer.
3. Regulasi apa yang mengatur rincian butir kegiatan Perawat Ahli Pertama?+
Uraian tugas dan butir kegiatan jabatan ini diatur secara resmi dalam PermenPAN-RB Nomor 35 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional Perawat, yang menetapkan 51 butir kegiatan dalam ranah asuhan dan pengelolaan keperawatan.
4. Berapa golongan ruang kepangkatan awal CPNS formasi Perawat Ahli Pertama?+
Sesuai dengan regulasi BKN dan Lampiran PermenPAN-RB No. 35 Tahun 2019, CPNS formasi Perawat Ahli Pertama yang berijazah Profesi Ners memulai jenjang kepangkatan awal dari golongan ruang III/b (Penata Muda Tingkat I). Referensi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional Perawat. Ditetapkan di Jakarta, 29 Desember 2019.
Tim Ahli dan Pengembang Kurikulum ASN Institute yang berdedikasi menyusun materi, bank soal CAT terstandar, dan panduan komprehensif bagi calon aparatur sipil negara dan taruna kedinasan.
PERSIAPAN SELEKSI 2026/2027
Tingkatkan Peluang Kelulusan ASN & Kedinasan Anda
Ikuti bimbingan belajar komprehensif atau uji kemampuan melalui simulasi tryout CAT berbasis standar BKN di ASN Institute.