Dalam persiapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), soal skd tiu perbandingan selalu menjadi materi yang wajib dikuasai.
Materi ini menguji kemampuan numerik dasar melalui perbandingan besaran seperti umur, jumlah barang, atau selisih nilai, dan sering muncul dalam bentuk soal cerita yang membutuhkan logika cepat.
Memahami konsep perbandingan tidak hanya membantu mencapai passing grade TIU, tapi juga melatih berpikir analitis yang esensial bagi seorang ASN.
Materi soal perbandingan tiu ini timeless karena pola soalnya relatif stabil dari tahun ke tahun, fokus pada perbandingan senilai, berbalik nilai, dan campuran. Dengan latihan rutin, Anda bisa menyelesaikan soal-soal ini dalam hitungan detik.
Apa itu Soal SKD Perbandingan pada TIU

Soal skd tiu perbandingan adalah jenis pertanyaan dalam Tes Intelegensi Umum (TIU) yang menguji kemampuan membandingkan dua atau lebih besaran sejenis.
Biasanya berbentuk rasio (a:b) dan melibatkan perhitungan total, individu, selisih, atau perubahan waktu. Ada tiga jenis utama:
Perbandingan Senilai
Kedua besaran berubah searah. Jika satu naik, yang lain juga naik, begitupun sebailiknya jika berkurang maka variabel yang lainnya juga ikut berkurang. Contoh: jumlah barang dan harga total.
Perbandingan Berbalik Nilai
Kedua besaran berubah berlawanan arah. Jika satu naik, yang lain turun. Contoh: jumlah pekerja dan waktu pengerjaan.
Perbandingan Campuran/Bertingkat
Kombinasi senilai dan berbalik, atau perbandingan berlapis (misalnya A:B dan B:C digabung menjadi A:B:C).
Tips Mengerjakan soal perbandingan TIU

Banyak peserta bertanya, bagaimana cara mengerjakan soal TIU perbandingan? Kuncinya adalah identifikasi jenis perbandingan terlebih dahulu, lalu terapkan rumus cepat secara sistematis.
Langkah umum cara mengerjakan soal tiu perbandingan:
1. Tulis perbandingan yang diberikan.
Langkah awal adalah menuliskan variabel dan angka perbandingan secara jelas (misalnya F : A : H = 4 : 1 : 5). Hal ini membantu Anda memetakan data sebelum masuk ke tahap perhitungan.
2. Tentukan apa yang ditanya: total, individu, selisih, atau gabungan.
Identifikasi dengan teliti apa yang ditanyakan oleh soal: apakah jumlah total seluruh variabel, nilai individu salah satu orang, selisih antara dua variabel, atau gabungan perbandingan bertingkat.
Fokus langsung pada target pertanyaan tanpa harus menghitung bagian yang tidak perlu untuk menghemat waktu.
3. Hitung jumlah perbandingan yang relevan dengan data diketahui.
Lihat data “Nilai Nyata” yang diketahui dalam soal. Jika yang diketahui adalah “Selisih”, maka angka perbandingannya harus dikurangkan. Jika yang diketahui adalah “Jumlah Total”, maka semua angka perbandingannya harus dijumlahkan.
4. Cari nilai 1 bagian.
Lakukan pembagian antara Nilai Nyata yang Diketahui dengan Angka Pembandingnya.
5. Kalikan dengan perbandingan yang ditanya.
Langkah terakhir adalah mengalikan hasil “Nilai Satu Bagian” tersebut dengan Angka Pembanding yang Ditanyakan. Dengan metode ini, Anda langsung mendapatkan jawaban akhir dalam satu baris perhitungan tanpa perlu mencari nilai tiap variabel secara terpisah.
Tips cepat: Selalu sesuaikan dengan perubahan waktu (kurangi/ tambah tahun × jumlah orang). Hindari hitung individu jika tidak perlu, langsung ke yang ditanya.





