Ini 10 Cara Memilih Sekolah Kedinasan yang Benar, Anti Menyesal

cara memilih sekolah kedinasan yang benar
DAFTAR ISI

Setiap tahun, ratusan ribu orang berebut kursi di sekolah kedinasan. Kuliah gratis, langsung jadi ASN, dan karier yang jelas memang terdengar sangat menarik. 

Tapi tidak sedikit yang akhirnya menyesal karena memilih tanpa benar-benar memahami sekolah kedinsan seperti apa yang mereka masuki. 

Faktanya, cara memilih sekolah kedinasan yang benar sebenarnya bukan soal mana yang paling bergengsi atau mana yang paling mudah masuk, tapi lebih ke kesesuaian antara diri Anda dan sistem yang akan Anda jalani selama bertahun-tahun. 

Nah, artikel ini akan memberi Anda tips memilih sekolah kedinasan sehingga Anda bisa memiliki bahan pertimbangan sebelum akhirnya mengambil keputusan.

Cara Memilih Sekolah Kedinasan yang Benar

cara memilih sekolah kedinasan yang benar
Sumber: radarlampung.id

Ada banyak faktor yang perlu Anda pertimbangkan sebelum menentukan pilihan. Mulai dari kemampuan diri sendiri, sistem pendidikan di masing-masing sekolah, hingga konsekuensi jangka panjang setelah lulus. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Ketahui Minat dan Kemampuan

Cara memilih sekolah kedinasan sesuai minat adalah dengan bertanya ke diri Anda: mata pelajaran apa yang paling Anda kuasai? 

Apakah Anda nyaman dengan angka dan data? Atau Anda lebih suka hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan publik dan pemerintahan? Pertanyaan sederhana ini bisa langsung menyaring banyak pilihan.

PKN STAN dan STIS, misalnya, sangat menuntut kemampuan Matematika dan kemampuan berpikir analitis. 

Sementara IPDN lebih condong ke kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan ketahanan fisik. Jika Anda memaksakan diri masuk ke sekolah yang tidak sesuai kemampuan, perjalanan empat tahun ke depan akan terasa sangat berat.

Selain akademik, pertimbangkan juga kesiapan mental Anda. Kehidupan asrama dengan aturan ketat, jauh dari keluarga, dan jadwal yang padat bukan hal yang semua orang siap jalani. 

Tidak ada yang salah dengan mengakui bahwa Anda belum siap, lebih baik tahu sekarang daripada ketahuan setelah masuk.

2. Pahami Dulu Sistem Pendidikan Tiap Sekolah

Kesalahan umum yang banyak dilakukan calon peserta adalah menganggap semua sekolah kedinasan itu sama. Padahal, perbedaannya cukup besar, baik dari sisi kurikulum, budaya kampus, maupun cara belajarnya.

IPDN, misalnya, menerapkan sistem pendidikan semi-militer. Ada apel, ada sanksi, ada hierarki yang sangat kental. 

PKN STAN suasananya lebih dekat dengan kampus umum, meski tetap ada aturan yang harus diikuti. Sekolah di bawah Kemenhub seperti STIP atau PIP punya karakter yang berbeda lagi karena kental dengan dunia kemaritiman dan penerbangan.

3. Bandingkan Beban Belajar dan Kehidupan di Asrama

Beban belajar dan aturan asrama di setiap sekolah kedinasan cukup bervariasi, dan ini akan sangat memengaruhi kenyamanan Anda selama kuliah.

Ada sekolah yang aturannya sangat ketat: bangun pagi sebelum subuh, waktu keluar yang terbatas, larangan membawa ponsel di jam tertentu, hingga sanksi yang tidak main-main jika melanggar. Ada juga yang sistemnya lebih terstruktur tapi tidak seketat itu.

Tidak ada yang lebih baik secara mutlak. Semua tergantung karakter Anda. Yang penting, Anda tahu lebih dulu sebelum masuk, bukan kaget setelah sudah di dalam.

4. Pertimbangkan Ikatan Dinas dengan Serius

Ini bagian yang paling sering dianggap remeh, padahal justru paling berdampak jangka panjang. 

Sekolah kedinasan bukan sekadar kuliah gratis. Setelah lulus, Anda akan langsung diangkat sebagai ASN dan ditempatkan oleh instansi, di mana pun itu, termasuk daerah yang jauh dari kota asal Anda.

Artinya, Anda tidak punya banyak kendali soal di mana Anda akan bekerja dalam beberapa tahun pertama. Ini komitmen yang nyata dan panjang. 

Jadi sebelum mendaftar, tanyakan ke diri sendiri: apakah Anda benar-benar siap bekerja di instansi tersebut? Apakah Anda siap dengan kemungkinan ditempatkan jauh dari keluarga?

Kalau jawabannya masih ragu-ragu, lebih baik pikirkan ulang daripada menyesal setelah tanda tangan ikatan dinas.

5. Jangan Pilih karena Ikut Tren atau Tekanan Teman

Ini penyebab penyesalan nomor satu di kalangan taruna dan mahasiswa kedinasan. Banyak yang masuk karena temannya ikut, karena orang tua mendorong, atau karena nama sekolah itu lagi ramai dibicarakan. 

Jadi, salah satu tips memilih sekolah kedinasan yang jangan sampai Anda abaikan adalah: pilih berdasarkan kesesuaian dengan diri Anda, bukan berdasarkan popularitas atau apa kata orang di sekitar Anda. Yang menjalani kehidupan itu adalah Anda, bukan mereka.

6. Sesuaikan dengan Tujuan Karier, Bukan Sekadar Status PNS

“Yang penting jadi PNS” adalah pola pikir yang sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya alasan memilih sekolah kedinasan. Kalau hanya mengejar status, Anda mungkin akan merasa hampa setelah benar-benar menjalaninya.

Cara memilih sekolah kedinasan yang lebih tepat adalah dengan bertanya: “Di bidang apa saya ingin berkontribusi sepuluh tahun ke depan?” 

Jika Anda tertarik pada pengelolaan keuangan negara, PKN STAN sangat cocok. Jika Anda ingin bekerja di bidang statistik dan data pemerintah, STIS adalah pilihan yang masuk akal. 

Jika Anda ingin terlibat langsung dalam tata kelola pemerintahan daerah, IPDN bisa menjadi jalur yang tepat.

Semakin jelas gambaran karier Anda, semakin mudah Anda menentukan sekolah mana yang benar-benar sesuai.

7. Tidak Update Informasi Terbaru

Persyaratan sekolah kedinasan bisa berubah setiap tahun, jadi selalu cek situs resmi BKN di dikdin.bkn.go.id dan situs kementerian terkait. Jangan percaya begitu saja pada informasi dari grup WhatsApp atau forum yang tidak jelas sumbernya.

8. Mendaftar ke Lebih Dari Satu Sekolah

Aturannya adalah Anda hanya boleh memilih satu sekolah kedinasan. Jika terbukti mendaftar lebih dari satu, Anda akan langsung dinyatakan gugur tanpa pengecualian.

9. Masuk Dengan Ekspektasi yang Terlalu Tinggi 

Bayangkan dulu kehidupan nyata di sana sebelum mendaftar. Sekolah kedinasan bukan pengalaman kuliah biasa, dan semakin realistis ekspektasi Anda, semakin siap Anda menghadapinya.

10. Meremehkan Persiapan SKD 

cara memilih sekolah kedinasan yang benar
Sumber: media.istockphoto.com

Seleksi Kompetensi Dasar adalah tahap yang tidak bisa Anda anggap enteng. Passing grade yang berlaku umumnya adalah 65 untuk TWK, 80 untuk TIU, dan 156 untuk TKP. 

Di tengah persaingan ribuan pelamar, selisih beberapa poin saja bisa menentukan apakah Anda lolos atau tidak.

Jadi, kalau Anda ingin mempersiapkan diri lebih serius dan lebih terstruktur, ASN Institute hadir dengan bimbel kedinasan dengan puluhan sesi live class melalui Zoom dan Google Meet bersama mentor berpengalaman. 

Anda juga akan mendapatkan akses ke ratusan video pembelajaran yang terus diperbarui sesuai pola soal terbaru, lebih dari tiga puluh paket tryout premium untuk mengukur kesiapan secara berkala, ribuan bank soal TWK, TIU, dan TKP, serta simulasi ujian CAT yang dirancang menyerupai kondisi ujian sebenarnya. 

Seluruh materi dapat diakses secara fleksibel kapan saja dan dari mana saja melalui platform web maupun aplikasi Android, sehingga proses persiapan belajar menjadi lebih terarah dan maksimal.

Penutup

Cara memilih sekolah kedinasan yang benar bukan soal nekat atau sekadar beruntung. Ini soal seberapa baik Anda mengenali diri sendiri, seberapa dalam Anda memahami pilihan yang ada, dan seberapa jelas tujuan karier yang ingin Anda capai. 

Luangkan waktu untuk meriset, berpikir jernih, dan jangan terburu-buru. Satu keputusan yang tepat jauh lebih berharga dari sepuluh keputusan yang gegabah.

Picture of Ayu Dinar Pebrina
Ayu Dinar Pebrina

Ebook Gratis!!

Subscribe untuk dapatkan e-book GRATIS dan informasi CPNS/ PPPK/ Sekolah Kedinasan/ TNI/ POLRI terbaru  langsung di Email-mu

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Post Terbaru