Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi di dunia. Dari gempa bumi, tsunami, banjir, hingga letusan gunung berapi, ancaman bencana hampir selalu ada di setiap sudut wilayah.
Karena itu, pemerintah membutuhkan tenaga profesional yang secara khusus menangani analisis di bidang kebencanaan, yaitu analis kebencanaan ahli pertama.
Namun, tugas analis kebencanaan ahli pertama sebetulnya lebih kompleks dari itu. Oleh karena itu, artikel ini akan menjelaskan secara lengkap tentang tugas analis kebencanaan ahli pertama berdasarkan regulasi resmi yang berlaku.
Apa Itu Analis Kebencanaan Ahli Pertama?

Sebelum masuk ke rincian tugas, penting untuk memahami dulu posisi ini secara keseluruhan.
Analis kebencanaan ahli pertama adalah jenjang terendah dalam Jabatan Fungsional Analis Kebencanaan kategori keahlian yang diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melaksanakan analisis kebencanaan pada jenjang pemula. .
Jabatan ini diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPAN-RB) Nomor 87 Tahun 2020 tentang Jabatan Fungsional Analis Kebencanaan.
Ada tiga jenjang dalam jabatan fungsional ini:
- Analis Kebencanaan Ahli Pertama — golongan ruang III/a dan III/b
- Analis Kebencanaan Ahli Muda — golongan ruang III/c dan III/d
- Analis Kebencanaan Ahli Madya — golongan ruang IV/a, IV/b, dan IV/c
Untuk diangkat melalui jalur pengangkatan pertama (CPNS), persyaratannya adalah:
- Berstatus PNS
- Memiliki integritas dan moralitas yang baik
- Sehat jasmani dan rohani
- Berijazah minimal Sarjana (S1) atau Diploma IV dari bidang ilmu yang relevan, antara lain: administrasi, teknik lingkungan, sosiologi, planologi, arsitektur, manajemen, geografi, teknik sipil, psikologi, ilmu kesejahteraan sosial, ilmu hukum, teknik geologi, statistik, ekonomi pembangunan, atau ilmu kesehatan masyarakat
- Nilai prestasi kerja minimal bernilai baik dalam 1 tahun terakhir
Setelah diangkat, dalam waktu paling lama 3 tahun, pejabat fungsional wajib mengikuti dan lulus pelatihan fungsional Analis Kebencanaan.
Tugas Analis Kebencanaan Ahli Pertama

Tugas pokok analis kebencanaan ahli pertama mencakup lima sub-unsur kegiatan yang masing-masing punya rincian tersendiri. Berikut penjelasannya satu per satu.
1. Penyiapan Bahan Substansi Teknis Pengaturan Bidang Kebencanaan
Tugas pertama adalah menyusun daftar inventarisasi masalah terkait substansi pengaturan teknis bidang kebencanaan. Ini berarti Anda mengidentifikasi dan mendokumentasikan permasalahan yang ada dalam regulasi atau kebijakan kebencanaan yang berlaku.
Output dari kegiatan ini adalah dokumen daftar inventarisasi masalah, dengan nilai angka kredit sebesar 0,32 per dokumen.
2. Perencanaan Analisis Bidang Kebencanaan
Ada dua kegiatan utama di sub-unsur ini:
- Pengumpulan bahan perencanaan analisis bidang kebencanaan — mengumpulkan data dan bahan yang dibutuhkan untuk menyusun rencana analisis kebencanaan secara umum (angka kredit: 1,01 per dokumen)
- Pengumpulan bahan perencanaan analisis bidang pengendalian operasi — fokus pada pengumpulan bahan untuk perencanaan pengendalian operasi saat bencana terjadi (angka kredit: 0,26 per dokumen)
Di jenjang Ahli Pertama, tugas ini masih bersifat pengumpulan bahan, jadi belum sampai pada tahap pengkajian atau penyusunan rencana kerja, yang merupakan tanggung jawab jenjang di atasnya.
3. Pelaksanaan Analisis Bidang Kebencanaan
Ini adalah sub-unsur dengan cakupan paling luas. Kegiatan yang menjadi tanggung jawab Ahli Pertama meliputi:
- Pengumpulan bahan analisis potensi kebencanaan, ancaman, kerentanan, risiko, dan kapasitas (angka kredit: 1,06)
- Pengumpulan bahan pelaksanaan inventarisasi dan analisis kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi (angka kredit: 1,90)
- Pengumpulan bahan kajian teknis kebijakan sistem dan strategi penanggulangan bencana (angka kredit: 0,70)
- Penelaahan kebijakan teknis sistem dan strategi penanggulangan bencana (angka kredit: 0,40)
- Pengumpulan bahan naskah akademik kebijakan teknis sistem dan strategi penanggulangan bencana (angka kredit: 0,30)
- Pengumpulan bahan rekomendasi kebijakan sistem dan strategi penanggulangan bencana (angka kredit: 0,39)
- Pengumpulan bahan analisis kebutuhan penanganan darurat bencana (angka kredit: 0,71)
Kata kunci di sini adalah “pengumpulan bahan” dan “penelaahan.” Ahli Pertama berperan sebagai pengumpul dan penelaah data, bukan pengambil keputusan atau penyusun rekomendasi akhir.
4. Pemantauan dan Evaluasi
Di sub-unsur ini, tugas pokok dan fungsi analis kebencanaan ahli pertama meliputi:
- Pengumpulan bahan instrumen pemantauan dan evaluasi bidang kebencanaan (angka kredit: 1,11)
- Identifikasi bahan instrumen pemantauan dan evaluasi bidang kebencanaan (angka kredit: 0,80)
- Supervisi bidang kebencanaan tingkat kabupaten/kota (angka kredit: 0,48 per laporan)
- Pengumpulan bahan pelaksanaan evaluasi bidang kebencanaan (angka kredit: 1,32)
- Identifikasi bahan pelaksanaan evaluasi bidang kebencanaan (angka kredit: 1,05)
Tugas supervisi tingkat kabupaten/kota ini menarik perhatian. Berbeda dari tugas pengumpulan bahan, supervisi menuntut Anda turun langsung ke lapangan dan menghasilkan laporan nyata.
5. Penyusunan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria
Sub-unsur terakhir berkaitan dengan penyusunan dokumen regulasi teknis:
- Pengumpulan bahan penyusunan pedoman teknis bidang kebencanaan (angka kredit: 1,08)
- Pengumpulan bahan penyusunan proses bisnis bidang kebencanaan (angka kredit: 1,12)
- Pengumpulan bahan penyusunan prosedur operasi standar (SOP) bidang kebencanaan (angka kredit: 2,62)
Dari ketiga kegiatan ini, pengumpulan bahan untuk penyusunan SOP memiliki nilai angka kredit tertinggi, yakni 2,62. Artinya, kontribusi Anda dalam menyiapkan bahan SOP dinilai cukup signifikan meskipun masih di jenjang awal.
Nah, setelah menyimak penjelasan tentang tugas analis kebencanaan ahli pertama, sekarang waktunya untuk mempersiapkan diri Anda menghadapi proses seleksinya.
Tingkat persaningan seleksi CPNS terkenal sangat ketat setiap tahunnya, jadi apabila Anda berambisi lolos pada formasi impian Anda, maka persiapkan diri semaksimal mungkin.
Oleh karena itu, untuk membantu proses belajar Anda menjadi lebih terarah, ASN Institute hadir dengan bimbingan belajar CPNS.
Anda akan mendapatkan akses ke tryout simulasi CAT, video pembelajaran terstruktur, serta materi bacaan yang ringkas dan mudah dipahami.
Tidak hanya itu, tersedia juga latihan soal lengkap dengan pembahasan mendalam, serta kelas live streaming bersama mentor berpengalaman yang siap membantu Anda memahami pola soal CPNS secara lebih efektif.
Anda juga dapat bergabung dalam grup belajar eksklusif, sehingga bisa berdiskusi, berbagi strategi belajar, dan saling memotivasi dengan peserta lainnya.
Dengan persiapan yang matang dan latihan soal yang konsisten, peluang Anda untuk lolos seleksi CPNS dan meraih formasi Analis Standardisasi Ahli Pertama tentu bisa dimaksimalkan.
Penutup
Demikian penjelasan mengenai apa tugas Analis Kebencanaan Ahli Pertama bukan sekadar posisi administratif.
Meski berada di jenjang awal, tanggung jawabnya cukuplah besar dan berkontribusi langsung pada sistem standardisasi nasional.
Semoga artikel ini membantu Anda memahami gambaran jabatan ini dengan lebih jelas, baik untuk persiapan seleksi CPNS maupun untuk pengembangan karier ke depannya. Semoga sukses!
Referensi
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2020 tentang Jabatan Fungsional Analis Kebencanaan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 21 Desember 2020.






