Di balik sistem kepegawaian pemerintah yang rapi, ada jabatan yang bekerja di balik layar dan mengurus semuanya, yakni Analis SDM Aparatur.
Jabatan ini bertanggung jawab atas pengelolaan pegawai negeri mulai dari perencanaan, rekrutmen, pengembangan, hingga penilaian kinerja.
Jika Anda ingin memahami lebih detail tentang tugas analis SDM aparatur ahli pertama dan seberapa besar pengaruhnya terhadap kualitas birokrasi, simak artikel ini sampai akhir!
Apa Itu Analis SDM Aparatur Ahli Pertama?

Sebelum masuk ke uraian tugasnya, ada baiknya Anda memahami dulu posisi jabatan ini. Analis SDM aparatur ahli pertama adalah jenjang paling awal dalam Jabatan Fungsional Analis SDM Aparatur kategori keahlian. Jabatan ini diatur resmi dalam Peraturan Menteri PANRB Nomor 37 Tahun 2020.
Adapun tugasnya yaitu menyusun dokumen-dokumen dasar pengelolaan SDM di instansi pemerintah.
Golongan ruang untuk jenjang ini adalah III/a dan III/b bagi yang masuk dengan ijazah S-1 atau D-IV.
Tugas Analis SDM Aparatur Ahli Pertama
Berdasarkan PermenPAN-RB Nomor 37 Tahun 2020, uraian tugas Analis SDM Aparatur Ahli Pertama terdiri atas 30 butir kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya. Berikut penjelasan berdasarkan kelompok tugasnya.
1. Menyusun Dokumen Kebutuhan dan Pengadaan ASN
Tanggung jawab Analis SDM Aparatur ahli pertama salah satunya adalah menyusun kebutuhan ASN sesuai aturan yang berlaku. Tahap ini menjadi dasar dari seluruh proses manajemen kepegawaian.
Jika kebutuhan pegawai tidak dihitung dengan tepat, proses rekrutmen bisa tidak sesuai dengan kebutuhan instansi.
Analis SDM Aparatur Ahli Pertama juga menyusun rancangan pengadaan ASN, yaitu mengatur tahapan seleksi agar berjalan sesuai ketentuan.
Setiap dokumen yang dibuat dalam kegiatan ini memiliki angka kredit antara 0,25 sampai 0,45, tergantung jenis dan tingkat kesulitannya.
2. Menyusun Kerangka Kerja Kepangkatan, Jabatan, dan Karier
Analis SDM aparatur jenjang Ahli Pertama bertanggung jawab menyusun kerangka kerja untuk pangkat, jabatan, dan pengembangan karier pegawai.
Tugasnya meliputi perancangan jalur karier, pola promosi, dan struktur jabatan yang akan menjadi panduan bagi instansi dalam mengelola perjalanan karier para pegawainya.
Pada jenjang ini, fokus utamanya adalah merancang dan menyusun kerangka kerja, sedangkan kegiatan evaluasi dan pengembangan sistem karier sepenuhnya menjadi tanggung jawab jenjang yang lebih tinggi, yakni Ahli Muda, Ahli Madya, dan Ahli Utama.
Dengan demikian, dokumen yang dibuat analis SDM aparatur ahli pertama berfungsi sebagai acuan resmi yang mempermudah instansi mengatur karier pegawai secara sistematis.
3. Menyusun Kerangka Kerja Mutasi dan Penugasan
Tugas analis SDM aparatur ahli pertama selanjutnya adalah menyusun kerangka kerja terkait mutasi dan penugasan pegawai antar unit atau instansi.
Dokumen yang dibuat berfungsi untuk memastikan setiap perpindahan pegawai dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, sehingga mutasi tidak dilakukan secara sembarangan.
Nah, dengan adanya kerangka kerja yang dibuat oleh analis SDM, instansi memiliki panduan yang jelas dalam mengatur penempatan dan perpindahan pegawai secara sistematis.
4. Merancang Kebutuhan dan Rencana Pengembangan Kompetensi
Analis SDM aparatur jenjang Ahli Pertama juga bertugas merancang kebutuhan pelatihan dan menyusun rencana pengembangan kompetensi pegawai di instansi.
Tugas ini memiliki dampak langsung pada kualitas ASN, karena dokumen yang dibuat menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan dalam mengambil keputusan terkait pelatihan dan pengembangan pegawai.
Dengan perencanaan yang sistematis, instansi dapat memastikan setiap pegawai mendapatkan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan tugas dan perkembangan kariernya.
5. Menyusun Dokumen Manajemen Kinerja ASN

Kelompok tugas analis SDM aparatur ahli pertama pada penyusunan dokumen manajemen kinerja ini cukup luas. Beberapa kegiatan yang termasuk di dalamnya adalah:
- Menyusun kerangka kerja sistem manajemen kinerja ASN yang terintegrasi.
- Menyusun perencanaan kinerja ASN sebagai dasar penetapan target tahunan.
- Memantau pelaksanaan kinerja ASN secara berkala.
- Memberikan layanan konseling kinerja bagi pegawai yang membutuhkan pendampingan.
- Menyusun dokumen tindak lanjut hasil penilaian kinerja.
- Menganalisis pelaksanaan pembayaran tunjangan kinerja berdasarkan laporan penilaian.
- Merancang manajemen kinerja organisasi menggunakan balanced scorecard atau sistem lainnya.
Setiap kegiatan memiliki angka kredit antara 0,02 hingga 0,45. Dengan melaksanakan semua kegiatan secara konsisten sepanjang tahun, maka target minimal 12,5 angka kredit per tahun untuk jenjang Ahli Pertama dapat tercapai.
6. Menyusun Kerangka Kerja Disiplin, Penghargaan, dan Hak-Hak Pegawai
Ruang lingkup tugas analis SDM aparatur ahli pertama juga mencakup aspek disiplin dan kesejahteraan pegawai. Analis SDM Aparatur Ahli Pertama bertugas menyusun kerangka kerja untuk beberapa hal berikut:
- Disiplin ASN, yaitu panduan soal kewajiban, larangan, dan sanksi bagi pegawai
- Sistem penghargaan ASN agar pegawai berprestasi mendapat apresiasi yang layak
- Sistem penggajian, tunjangan, dan fasilitas pegawai
- Pemberhentian ASN termasuk prosedur pensiun
- Jaminan pensiun dan jaminan hari tua
- Perlindungan ASN termasuk perlindungan hukum
- Cuti ASN beserta jenis dan mekanismenya
Setiap kerangka kerja yang selesai disusun menghasilkan satu dokumen yang bisa diajukan sebagai bukti capaian angka kredit.
7. Menyusun Kerangka Kerja Sistem Informasi ASN
Pengelolaan data kepegawaian saat ini tidak bisa lagi dilakukan secara manual. Nah, Analis SDM Aparatur Ahli Pertama bertugas menyusun kerangka kerja sistem informasi ASN, yaitu dokumen yang menjadi panduan bagaimana data kepegawaian dikelola, disimpan, dan diakses secara teratur di instansi.
8. Menyusun Kerangka Kerja Manajemen SDM Strategik dan Reformasi Birokrasi
Analis SDM aparatur jenjang Ahli Pertama juga bertugas menyusun dokumen manajemen kinerja, seperti perencanaan target, pemantauan, konseling, tindak lanjut penilaian, dan analisis tunjangan.
Semua kegiatan ini punya angka kredit, dan jika dikerjakan rutin sepanjang tahun, target 12,5 angka kredit per tahun bisa tercapai.
Selain itu, mereka ikut merancang sistem SDM strategis berbasis kemampuan pegawai, sekaligus mendukung reformasi birokrasi dan zona integritas.
Selain itu, mereka ikut membuat sistem SDM yang sesuai kemampuan pegawai dan membantu instansi bekerja lebih tertib dan jujur.
9. Menyusun Dokumen Struktur Organisasi dan Tata Kerja
Tugas Analis SDM Ahli Pertama selanjutnya adalah membuat dokumen yang menjelaskan struktur organisasi, tugas masing-masing unit, cara kerja, dan alur proses bisnis di instansi.
Dokumen ini penting supaya setiap pegawai tahu peran mereka dan bagaimana pekerjaan berjalan di unitnya.
10. Menyusun Kerangka Kerja Kebijakan SDM dan Asistensi
Analis SDM Ahli Pertama bertugas menyusun kerangka kerja untuk proses penyusunan kebijakan dan regulasi di bidang SDM aparatur.
Selain itu, mereka juga memberikan asistensi dan konsultasi kepada unit kerja atau instansi terkait pengelolaan pegawai, membantu memastikan sistem kepegawaian berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
Nah, dari penjelasan di atas, sekarang Anda sudah tahu 10 tugas Analis SDM Ahli Pertama. Jika tugas-tugas tersebut terasa cocok dengan Anda dan formasinya terbuka untuk jurusan Anda, jangan ragu untuk daftar.
Namun, jangan lupa untuk mempersiapkan diri menghadapi tes CPNS, karena itulah yang menjadi penentu kelulusan Anda.
Oleh karena itu, untuk mendukung persiapan Anda, ASN Institute hadir dengan bimbingan belajar CPNS yang lengkap, mulai dari materi sesuai kisi resmi, try out, mentor berpengalaman, hingga akses belajar fleksibel, supaya Anda lebih siap dan percaya diri menghadapi ujian.
Jadi, tunggu apa lagi? Persiapkan diri Anda untuk menghadapi tes CPNS bersama ASN Institute sekarang!
Penutup
Demikian penjelasan tentang tugas analis SDM aparatur ahli pertama yang perlu Anda ketahui.
Bagi Anda yang ingin berkarier di formasi ini, jangan tunda-tunda persiapan Anda. Persiapkan diri secara menyeluruh untuk menghadapi seleksi CPNS, baik dari sisi belajar, administrasi, maupun mental.
Pelajari materi akademik dan kompetensi, kerjakan latihan soal secara rutin, dan evaluasi hasilnya untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan Anda.
Selain itu, sebaiknya lengkapi dokumen pendaftaran Anda sejak jauh-jauh hari, terutama untuk berkas-berkas yang proses pengurusannya memakan waktu.
Jangan lupa, jaga kesehatan dan manajemen stres Anda dengan baik. Persiapan yang matang dari sisi materi, administrasi, dan mental akan membuat Anda lebih percaya diri dan siap menghadapi seleksi CPNS.
Sumber referensi:
https://peraturan.bpk.go.id/Download/135262/Permenpan






