Bagi ribuan pemuda-pemudi di seluruh Indonesia, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) adalah puncak impian untuk mengabdi pada negara melalui jalur kepamongprajaan.
Namun, untuk bisa mengenakan seragam kebanggaan, setiap peserta harus melewati serangkaian seleksi yang sangat ketat dan berlapis.
Salah satu tahapan yang paling menentukan dan seringkali menjadi momok adalah tes kesehatan IPDN.
Ujian ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah sebuah saringan fundamental untuk memastikan setiap calon praja memiliki kondisi fisik dan mental yang prima. Mengapa? Karena mereka akan menjalani pendidikan semi-militer yang keras dan tugas-tugas kepamongprajaan di masa depan yang menuntut stamina tinggi.
Kegagalan dalam tes kesehatan IPDN berarti terhentinya perjuangan Anda, terlepas dari seberapa tinggi nilai akademis Anda. Oleh karena itu, memahami setiap detailnya, mulai dari jadwal hingga jenis pemeriksaan, adalah sebuah keharusan bagi Anda.
Tes Kesehatan IPDN Kapan

Pertanyaan pertama yang paling sering muncul adalah, “tes kesehatan IPDN kapan dilaksanakan?”. Penting untuk dipahami bahwa jadwal resmi untuk seleksi tahun 2025 baru akan dirilis setelah pengumuman kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) diterbitkan.
Alur seleksi IPDN bersifat sekuensial dan berurutan, artinya satu tahap harus lolos dulu sebelum melangkah ke tahap berikutnya.
Berdasarkan pola rekrutmen resmi, tes kesehatan IPDN biasanya diselenggarakan dalam rentang waktu berikut:
Tes Kesehatan Tahap I
Biasanya, Tes Kesehatan Tahap I dilaksanakan sekitar 1-2 minggu setelah pengumuman hasil SKD. Durasi pelaksanaannya di setiap provinsi biasanya berlangsung selama 4-5 hari, jadi pastikan Anda tidak memiliki jadwal bentrok.
Tes Kesehatan Tahap II
Tahap kedua ini dilaksanakan setelah peserta dinyatakan lolos Tes Psikologi, Integritas, dan Kejujuran. Jarak waktunya sekitar 2-3 minggu setelah tes psikologi tersebut.
Calon peserta 2025 harus selalu siaga setelah SKD untuk memantau pengumuman resmi di portal SPCP IPDN, agar tidak terlambat mempersiapkan diri secara fisik dan logistik.
Tes Kesehatan IPDN Dimana
Lalu, di mana persisnya tes ini dilaksanakan? Pelaksanaan tes kesehatan IPDN tidak dilakukan di sembarang tempat, melainkan di lokasi yang telah terstandarisasi dan ditunjuk secara resmi oleh panitia seleksi nasional untuk menjaga objektivitas dan kualitas pemeriksaan.
Berdasarkan pengumuman resmi dari Panitia SPCP (Seleksi Penerimaan Calon Praja) IPDN, lokasi tes tidak terpusat di satu tempat, melainkan disebar di berbagai provinsi untuk memudahkan jangkauan peserta. Lokasi yang hampir selalu digunakan adalah Rumah Sakit Bhayangkara (Rumkit Bhayangkara) milik Kepolisian Daerah (Polda) di ibu kota provinsi masing-masing.
Lokasi yang hampir selalu digunakan adalah Rumah Sakit Bhayangkara (Rumkit Bhayangkara) milik Kepolisian Daerah (Polda) di ibu kota provinsi masing-masing.
Berikut adalah beberapa contoh lokasi resmi yang digunakan pada seleksi tahun-tahun sebelumnya:
- DKI Jakarta: Rumkit Bhayangkara Tk. I Raden Said Soekanto, Jl. Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur.
- Jawa Barat: Rumkit Bhayangkara Sartika Asih, Jl. Moh. Toha No.369, Ciseureuh, Bandung.
- Jawa Tengah: Rumkit Bhayangkara Prof. Dr. Awaludin Djamin, Jl. Majapahit No.140, Gayamsari, Semarang.
- DI Yogyakarta: Rumkit Bhayangkara Patmasuri, Jl. Jogja – Solo KM.14, Tirtomartani, Kalasan, Sleman.
- Jawa Timur: Rumkit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso, Jl. Ahmad Yani No.116, Jemur Wonosari, Surabaya.
- Sumatera Utara: Rumkit Bhayangkara Tk. II Medan, Jl. K.H. Wahid Hasyim No.1, Medan.
Untuk mengetahui lokasi pasti di provinsi Anda, Anda wajib memeriksa pengumuman resmi yang akan dirilis di portal spcp.ipdn.ac.id setelah Anda dinyatakan lulus SKD.
Tes Kesehatan IPDN Apa Saja

Inilah bagian paling krusial yang harus Anda ketahui agar bisa lolos. Pertanyaan, “tes kesehatan IPDN apa saja yang akan diperiksa?” harus Anda jawab dengan memahami rincian ini.
Tes kesehatan IPDN meliputi pemeriksaan dari ujung rambut hingga ujung kaki, baik bagian luar maupun dalam, dan dibagi menjadi dua tahap yang berbeda.
Tahap 1 : Pemeriksaan Fisik Umum dan Luar
Tahap pertama ini berfokus pada evaluasi kondisi fisik secara umum dan riwayat kesehatan.
- Anamnesis: Wawancara medis mengenai riwayat penyakit Anda dan keluarga (asma, hipertensi, epilepsi, riwayat operasi, dsb.). Jawablah dengan jujur.
- Pemeriksaan Fisik Umum:
- Tinggi dan Berat Badan: Pengukuran untuk menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT).
- Tensi dan Nadi: Mengukur tekanan darah dan detak jantung.
- Pemeriksaan THT: Kondisi telinga, hidung, dan tenggorokan.
- Mata: Tes buta warna dan uji ketajaman penglihatan (visus).
- Gigi dan Mulut: Kesehatan gigi dan gusi.
- Pemeriksaan Penunjang: Meliputi pemeriksaan bedah, penyakit dalam, paru-paru, saraf, dan kulit.
Tahap 2 : Pemeriksaan Penunjang dan Dalam
Jika lolos tahap pertama, Anda akan menghadapi tes kesehatan IPDN tahap kedua yang lebih mendalam dan bersifat diagnostik.
- Tes Laboratorium: Meliputi tes urin lengkap, darah lengkap (termasuk fungsi hati dan ginjal), tes penyakit menular (HIV, Hepatitis B, Sifilis), dan tes narkoba.
- Radiologi (Rontgen): Rontgen dada untuk melihat kondisi jantung dan paru-paru.
- Kesehatan Jiwa: Tes tertulis MMPI-2 dan wawancara dengan psikiater.
- Pemeriksaan Genitalia (Khusus Pria): Deteksi varikokel, hidrokel, hernia.
Tes Kesehatan IPDN Bagi Wanita

Secara umum, pemeriksaan untuk wanita sama. Namun, ada poin tambahan dalam tes kesehatan ipdn bagi wanita:
- Pemeriksaan Obgyn: Pemeriksaan kandungan oleh dokter spesialis.
- Uji Kehamilan: Tes kehamilan sebagai prosedur standar.
Penyebab Gagal Tes Kesehatan IPDN yang Paling Umum
Berdasarkan rincian tes di atas, ada beberapa kondisi yang seringkali menjadi penyebab gagal tes kesehatan ipdn:
- Buta Warna (parsial maupun total).
- IMT Tidak Ideal (terlalu kurus atau obesitas).
- Masalah Gigi dan Mulut yang parah.
- Varikokel dan Hernia (untuk pria).
- Riwayat Penyakit Berat/Kronis.
- Hasil Laboratorium Abnormal.
- Tato dan Tindik (di bagian tubuh yang tidak wajar).
Sukses SKD adalah Kunci Menuju Tes Kesehatan
Meskipun tes kesehatan IPDN sangat ketat, ingatlah satu hal: Anda tidak akan bisa sampai ke tahap ini jika gagal di Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). SKD adalah gerbang utama yang akan menentukan siapa yang berhak melanjutkan ke Tes Kesehatan.
Untuk memastikan Anda memiliki bekal yang cukup, bergabunglah dengan bimbel ipdn online di ASN Institute.
Untuk memastikan Anda memiliki bekal yang cukup di tahap awal, bergabunglah dengan program persiapan yang menyediakan akses ke ribuan soal prediksi SKD, materi yang terstruktur, dan simulasi CAT yang akan mempersiapkan Anda secara maksimal untuk lolos tahap pertama.
Penutup
Kesimpulannya, tes kesehatan IPDN adalah sebuah proses evaluasi yang sangat detail dan menuntut kesiapan menyeluruh. Persiapan terbaik adalah dengan menjaga gaya hidup sehat sejak dini, melakukan medical check-up mandiri untuk mendeteksi masalah tersembunyi, dan mempersiapkan mental.
Dengan persiapan matang, Anda akan lebih percaya diri melewati setiap tahapan tes kesehatan IPDN dan selangkah lebih dekat menuju gerbang Ksatria Praja.
Sumber Referensi:
https://www.kompas.com/edu/read/2024/03/22/134231071/materi-tes-kesehatan-ipdn-cek-sebelum-daftar





