Selamat bagi Anda yang sudah dinyatakan lulus seleksi administrasi! Itu bukan pencapaian kecil, karena tidak semua pendaftar berhasil sampai di tahap tersebut.
Tapi, jangan sampai Anda lengah karena terlalu senang ya karena perlu Anda catat kalau peserta yang lolos ke Seleksi Kompetensi Tambahan dipilih berdasarkan peringkat, bukan sekadar memenuhi nilai minimum.
Artinya, cara Anda mempersiapkan diri dalam beberapa minggu ke depan akan sangat berpengaruh pada hasil akhir.
Supaya waktu belajar Anda tidak terbuang sia-sia, kenali dulu enam kesalahan yang paling sering dilakukan peserta saat mempersiapkan tes SPPI KDKMP dan KNMP berikut ini.
Kesalahan Persiapan Tes SPPI

Berikut adalah kesalahan-kesalahan yang perlu Anda hindari jauh-jauh hari sebelum ujian SPPI KDKMP berlangsung.
1. Tidak Memahami Format dan Materi Tes SPPI
Sebelum mulai belajar, ada satu hal yang wajib Anda lakukan, yaitu memahami dulu apa yang sebenarnya akan diujikan nanti.
Seleksi Kompetensi dalam ujian SPPI KDKMP menggunakan sistem CAT BKN dan terdiri dari dua bagian.
Pertama adalah Tes Potensi Kognitif yang mencakup enam subtes meliputi kemampuan bahasa, hitungan, pengetahuan umum, pola gambar, abstraksi ruang, dan menentukan bentuk.
Waktu pengerjaannya sekitar 50 menit, dan ada nilai ambang batas yang harus Anda capai untuk bisa lanjut ke tahap berikutnya.
Kedua adalah Tes Manajemen Koperasi bagi pelamar formasi KDKMP, atau Tes Manajemen Kelautan dan Perikanan bagi pelamar formasi KNMP.
Tes ini terdiri dari 20 butir soal. Jawaban benar bernilai 5, sementara jawaban salah atau tidak dijawab bernilai 0.
Tanpa memahami peta materi ini sejak awal, Anda tidak akan tahu harus fokus ke mana. Persiapan tes SPPI KDKMP Anda jadi tidak terarah dan waktu yang tersedia pun tidak terpakai secara efektif.
2. Belajar Tanpa Latihan Soal
Membaca materi itu perlu, tapi kalau hanya membaca tanpa pernah mengerjakan soal, kemampuan Anda tidak akan benar-benar terasah.
Tes Potensi Kognitif menguji keterampilan berpikir, bukan hafalan. Kemampuan seperti membaca pola gambar, mengerjakan soal abstraksi ruang, atau menyelesaikan soal hitungan akan semakin tajam justru karena sering dilatih, bukan karena sering dibaca.





