Jika Anda sedang mempersiapkan diri untuk seleksi pengadaan SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, ada satu tahapan yang tidak boleh Anda sepelekan, yaitu tes kesehatan SPPI KDKMP.
Tahapan ini merupakan bagian dari Seleksi Kompetensi Tambahan (SKT) yang wajib diikuti oleh peserta yang telah lulus Seleksi Kompetensi.
Tes kesehatan SPPI KDKMP dikoordinir dan dilaksanakan sepenuhnya oleh Kementerian Pertahanan, sehingga standar dan mekanisme pelaksanaannya cukup terstruktur.
Artikel ini membahas secara lengkap tes kesehatan SPPI KDKMP berdasarkan Pedoman Pelaksanaan Seleksi Pengadaan SDM KDKMP dan KNMP Tahun 2026 yang ditetapkan oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).
Tes Kesehatan SPPI KDKMP Apa Saja?
Berdasarkan pedoman resmi seleksi, tes kesehatan SPPI KDKMP masuk dalam paket SKT bersama Tes Mental Ideologi. Keduanya bersifat menggugurkan, artinya jika Anda tidak lulus di salah satu komponen SKT, Anda tidak bisa melanjutkan ke tahap berikutnya.
Adapun pemeriksaan kesehatan SPPI KDKMP secara resmi mencakup empat jenis pemeriksaan berikut:
1. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik adalah tahap pertama dalam Uji Pemeriksaan Kesehatan. Pada tahap ini, dokter akan menilai kondisi tubuh Anda secara menyeluruh, mencakup pengukuran tanda-tanda vital seperti tekanan darah, denyut nadi, serta penilaian kondisi fisik umum.
Pemeriksaan ini bertujuan memastikan bahwa Anda tidak memiliki kondisi fisik yang dapat menghambat pelaksanaan tugas di lapangan, termasuk di wilayah-wilayah terpencil tempat KDKMP beroperasi.
2. Pemeriksaan Laboratorium (Darah dan Urine)

Pemeriksaan laboratorium dilakukan melalui pengambilan sampel darah dan urine. Dari pemeriksaan ini, kondisi kesehatan Anda secara internal dapat diketahui, termasuk kemungkinan adanya gangguan metabolisme, infeksi, atau penyakit lain yang tidak tampak secara kasat mata.
Biasanya Anda akan diminta untuk berpuasa beberapa jam sebelum pengambilan sampel darah agar hasilnya lebih akurat.
3. Pemeriksaan Radiologi

Pemeriksaan radiologi atau rontgen dilakukan untuk melihat kondisi organ dalam, terutama paru-paru dan jantung.
Pemeriksaan ini sangat penting karena peserta yang lolos akan ditempatkan di berbagai wilayah di seluruh Indonesia, termasuk daerah dengan kondisi lingkungan yang beragam.





