Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali membuka pendaftaran program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan untuk tahun 2025.
Pendaftaran yang dibuka mulai 14 Oktober hingga 6 November 2025 ini menjadi gerbang awal bagi para lulusan Sarjana (S1) dan Diploma Empat (D4) untuk meraih sertifikat pendidik dan menjadi guru profesional yang siap mengabdi di dunia pendidikan formal.
Setelah berhasil melewati seleksi administrasi, para calon peserta akan dihadapkan pada salah satu tahapan paling krusial, yaitu tes substantif ppg Prajabatan.
Tahapan ini merupakan ujian berbasis komputer yang menjadi penentu utama untuk melaju ke proses seleksi berikutnya.
Lantas, apa sebenarnya tes substantif itu? Tes substantif PPG adalah sebuah seleksi akademik yang dirancang secara cermat untuk mengukur penguasaan kompetensi dasar, kemampuan berpikir kritis, analitis, serta pemecahan masalah yang harus dimiliki oleh seorang calon guru.
Keberhasilan dalam tes ini menjadi indikator awal kesiapan akademik peserta dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan.
Mengetahui Apa Itu Tes Substantif

Tes substantif PPG Prajabatan merupakan fondasi dari seleksi akademik dalam rekrutmen calon guru. Menurut laman resmi PPG Kemendikdasmen, tujuan utama dari tes ini adalah untuk menilai kemampuan dasar calon guru dalam aspek literasi dan numerasi.
Namun, pengujian ini jauh lebih dalam dari sekadar kemampuan membaca dan berhitung. Tes ini dirancang untuk menggali kemampuan calon guru dalam memahami teks secara mendalam, menyusun argumen yang logis, membaca dan menginterpretasi data, hingga menerapkan konsep matematika dasar dalam konteks permasalahan di kehidupan nyata.
Oleh karena itu, persiapan yang matang menjadi kunci utama untuk bisa menaklukkan tahapan seleksi yang sangat kompetitif ini.
Tahapan dan Prosedur PPG Prajabatan

Sebelum memfokuskan diri pada tes substantif, penting bagi setiap calon peserta untuk memahami alur seleksi PPG Prajabatan 2025 secara utuh. Proses ini dirancang untuk menyaring kandidat terbaik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, komitmen, dan kesiapan mental yang kuat. Berikut adalah lima tahapan seleksi yang wajib dilalui:





