Menjelang pembukaan seleksi CPNS 2024, penting bagi calon pelamar CPNS untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai proses seleksi ini.
Tahun ini, pemerintah Indonesia akan membuka 2,3 juta formasi di berbagai instansi, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Formasi yang tersedia mencakup berbagai posisi seperti guru, dosen, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis.
Menariknya, seleksi CPNS tahun ini juga memberikan kesempatan besar bagi lulusan baru dengan menyediakan 690 ribu posisi.
Dari berbagai formasi yang dibutuhkan dalam seleksi CPNS 2024, ada sejumlah kriteria pelamar prioritas.
Pelamar prioritas adalah mereka yang memiliki kualifikasi khusus yang sangat dibutuhkan untuk posisi tertentu.
Ketentuan Persyaratan dan Keuntungan Ambang Batas Jalur Formasi Khusus
Kementerian PAN-RB secara konsisten mengalokasikan persentase formasi khusus dalam pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil:
- Jalur Lulusan Terbaik (Cumlaude): Khusus sarjana S1 dari perguruan tinggi terakreditasi A/Unggul dan program studi terakreditasi A/Unggul pada saat kelulusan. Nilai ambang batas kumulatif SKD minimal 311 poin dengan TIU minimal 85 poin tanpa syarat passing grade TWK/TKP gugur.
- Jalur Penyandang Disabilitas: Minimal kuota 2 persen per instansi dengan penyesuaian fasilitas waktu ujian CAT 130 menit dan passing grade SKD kumulatif 286 (TIU minimal 60).
- Jalur Putra/Putri Papua & Daerah Tertinggal: Khusus pelamar berdomisili garis keturunan asli daerah untuk percepatan pembangunan SDM aparatur lokal.
Maksimalkan persiapan Anda menghadapi seleksi formasi khusus di Bimbel CPNS ASN Institute dan Tryout Online ASN Institute.
Tiga Jenis Pelamar CPNS 2024 yang Diprioritaskan Pemerintah:
1. Talenta Digital dari Fresh Graduate
Salah satu kategori pelamar CPNS prioritas dalam seleksi CPNS 2024 adalah lulusan baru (fresh graduate) yang memiliki kemampuan digital.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas, menegaskan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan ASN dengan talenta digital dari kalangan fresh graduate yang akan berperan sebagai akselerator birokrasi dan pelayanan publik.

Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat ekonomi lokal dan nasional melalui digitalisasi berbagai sektor, seperti pertanian, perindustrian, pariwisata, UMKM, dan perdagangan.





