Bagi Anda yang berencana mengikuti seleksi CPNS, memahami tugas dari setiap formasi yang tersedia merupakan langkah penting sebelum menentukan pilihan.
Jika Anda sedang mengincar formasi Penyuluh Sosial Ahli Pertama, penting untuk mengetahui terlebih dahulu apa saja tanggung jawab yang akan dijalankan dalam jabatan tersebut.
Oleh karena itu, artikel ini akan membahas berbagai tugas Penyuluh Sosial Ahli Pertama yang perlu Anda pahami sebelum mendaftar pada formasi ini.
Apa Itu Penyuluh Sosial Ahli Pertama?

Penyuluh sosial ahli pertama adalah jenjang jabatan fungsional terendah dalam kategori keahlian pada Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial yang bertugas menyebarluaskan informasi, memberikan edukasi, komunikasi, dan motivasi kepada masyarakat dalam rangka mendukung pembangunan kesejahteraan sosial.
Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 4 Tahun 2024 tentang Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional di Bidang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial, jabatan ini masuk dalam rumpun ilmu sosial dan berada di bawah naungan Kementerian Sosial sebagai instansi pembina.
Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial terdiri dari empat jenjang, yaitu Penyuluh Sosial Ahli Pertama, Penyuluh Sosial Ahli Muda, Penyuluh Sosial Ahli Madya, dan Penyuluh Sosial Ahli Utama.
Penyuluh sosial ahli pertama menduduki jenjang paling awal dengan pangkat Penata Muda golongan ruang III/a.
Tugas Penyuluh Sosial Ahli Pertama

Bidang tugas utama Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial adalah melaksanakan penyuluhan dan pengembangan di bidang pembangunan kesejahteraan sosial.
Pada jenjang ahli pertama, pelaksanaan tugas ini difokuskan pada proses penyuluhan sosial secara langsung kepada masyarakat.
Tupoksi penyuluh sosial ahli pertama mencakup serangkaian kegiatan yang terstruktur dan sistematis. Berikut adalah uraian tugas penyuluh sosial ahli pertama secara lengkap.
1. Melaksanakan Pemetaan Sosial
Sebelum terjun ke lapangan, seorang penyuluh sosial ahli pertama wajib memahami kondisi masyarakat yang akan menjadi sasaran penyuluhan.
Pemetaan sosial mencakup analisis kondisi sosial, ekonomi, dan budaya dari kelompok sasaran. Hasil pemetaan ini menjadi dasar dalam menyusun kegiatan yang tepat sasaran dan relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat.




