Terdapat sisi gelap yang mengintai di balik proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Indonesia.
Kisah-kisah mengejutkan tentang kecurangan CPNS dalam rekrutmen yang terbongkar telah mengguncang bangsa ini.
Dibalik harapan untuk memperoleh jabatan publik yang diinginkan, terdapat individu dan kelompok yang dengan tanpa rasa bersalahnya melanggar etika dan mencoba memanipulasi jalannya rekrutmen pemerintah.
Kisah-kisah ini mencerminkan tantangan serius yang dihadapi oleh sistem rekrutmen CPNS di Indonesia.
Masyarakat dan calon pelamar yang jujur sering kali menjadi korban dari praktek-praktek yang tidak bermoral ini, sedangkan mereka yang terlibat dalam kecurangan justru memperoleh keuntungan yang tidak adil.
Modus Kecurangan Tes CPNS
Pada artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa kisah kecurangan CPNS yang terbongkar, membuka mata kita terhadap kenyataan pahit di balik proses seleksi yang seharusnya mengedepankan kompetensi dan kualifikasi.
1. Kecurangan Menggunakan Spy Microphone
Kecurangan dalam seleksi calon ASN atau PNS terjadi dengan berbagai cara yang berbeda-beda.
Contohnya seperti yang dilansir dari suara.com, terungkap adanya kecurangan saat peserta tes Kementerian Hukum dan HAM menggunakan spy microphone di Kota Makassar.
Alat tersebut memiliki ukuran yang sangat kecil dan peserta dapat menyembunyikannya di dalam pakaian mereka karena tidak ada kontak langsung antara peserta dan petugas. Tes ini dilakukan saat masa pandemi Covid-19.
Namun, penggunaan spy microphone tersebut menimbulkan gerak-gerik yang mencurigakan dari peserta.
Akibatnya, petugas penjaga seleksi PNS melakukan pemeriksaan dan menemukan spy microphone serta spy camera.
Tiga orang kemudian ditangkap sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka memiliki peran yang berbeda, mulai dari memberikan jawaban, menciptakan aplikasi, hingga menjual jasa kecurangan tersebut.
2. Kecurangan CPNS Dengan Aplikasi Remote Access
Berdasarkan laporan dari suara.com, kecurangan yang menggunakan aplikasi remote access paling sering terjadi dalam kasus seleksi calon ASN atau PNS.
Kejadian ini terungkap baik dalam kasus di Lampung maupun Sulawesi.
Di Buol, tepatnya di Aula BKPSDM Buol, aktivitas penggunaan aplikasi remote access ditemukan dalam dua komputer.





