Di tengah antusiasme masyarakat menunggu pembukaan seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN), isu CPNS 2026 hoax semakin marak menjadi perbincangan.
Banyak informasi palsu yang mengatasnamakan instansi pemerintah beredar di media sosial, menjanjikan pendaftaran cepat dengan iming-iming gaji besar.
Namun, Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan lembaga terkait telah menegaskan bahwa semua itu hanyalah tipuan yang dapat merugikan calon pelamar.
Marak Hoax CPNS 2026 di Media Sosial

CPNS 2026 hoax bukanlah fenomena baru. Setiap tahun menjelang periode rekrutmen ASN, informasi palsu semacam ini pasti selalu bermunculan.
Platform seperti TikTok dan lainnya dipenuhi dengan unggahan video yang mengklaim pembukaan lowongan CPNS dan PPPK tahun 2026, lengkap dengan tautan pendaftaran dan daftar formasi.
Misalnya, sebuah akun TikTok bernama “info.seputar.cpns5” menyebarkan video yang menyatakan bahwa Kemenkes membuka pendaftaran dengan gaji hingga belasan juta rupiah per posisi.
Namun, setelah ditelusuri, tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi pemerintah, melainkan ke halaman yang meminta data pribadi pengguna, yang berpotensi disalahgunakan untuk penipuan.
Menurut tim pemeriksa fakta Mafindo, unggahan semacam ini termasuk dalam kategori konten tiruan karena tidak didukung oleh sumber resmi.
Dampaknya, banyak netizen yang memberikan like dan komentar positif tanpa verifikasi, sehingga informasi palsu semakin menyebar luas.
Masyarakat yang kurang waspada bisa saja memberikan data pribadi seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon, email, bahkan informasi rekening bank kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.
BKN Tegaskan Berita Hoax CPNS 2026 Tidak Resmi

Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai otoritas utama dalam pengelolaan ASN telah berulang kali menegaskan bahwa informasi cpns 2026 hoax bukanlah bagian dari proses resmi.
Kepala BKN, Prof. Zudan, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait pembukaan seleksi ASN tahun 2026.
“BKN memiliki peran sentral dalam memastikan proses rekrutmen ASN berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penipuan. Seluruh pendaftaran ASN hanya dilakukan melalui portal resmi SSCASN yang dikelola BKN, bukan melalui tautan pribadi atau situs tidak dikenal,” tegasnya dalam pernyataan resmi yang dirilis pada 21 Januari 2026.




