Akmil Wanita: Syarat Fisik & 9 Tes yang Wajib Dilewati!

akmil wanita
DAFTAR ISI

Taruna akmil adalah istilah yang merujuk kepada calon siswa laki-laki yang telah lulus seleksi penerimaan dan diterima untuk mengikuti pendidikan militer di Akmil.

Begitupun dengan istilah taruni Akmil memiliki arti serupa, namun khusus merujuk kepada calon siswi wanita yang berhasil melewati seleksi serupa dan diterima untuk mengikuti pendidikan militer di Akmil.

Calon taruni akmil wanita harus memenuhi syarat yang ditentukan, termasuk persyaratan umum, persyaratan khusus serta persyaratan lainnya, termasuk biaya masuk akmil yang harus dipersiapkan.

Mereka juga wajib mengikuti serangkaian tes seleksi seperti uji kebugaran, psikotes, dan pemeriksaan kesehatan.

Syarat Masuk Akmil Wanita

Selain syarat umum terdapat persyaratan khusus untuk calon Akmil. Calon harus bukan anggota/mantan TNI/Polri dan PNS.

Memiliki ijazah SMA/MA dengan nilai UN atau rata-rata raport yang memenuhi ketentuan, belum menikah dan sanggup tidak menikah selama satu tahun setelah menyelesaikan pendidikan pertama.

Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun, bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI, dan harus memiliki kartu BPJS aktif.

Di samping itu, terdapat pula syarat fisik bagi calon taruni wanita yang akan diuraikan dalam penjelasan berikut ini.

Tes Fisik Akmil Wanita

1. Tinggi Akmil Wanita

Tinggi badan menjadi kriteria utama dalam penerimaan taruna/taruni Akmil. Ini dikarenakan postur yang ideal menjadi kunci utama bagi seseorang yang ingin menjadi Abdi Negara.

Tinggi badan minimal 157 cm menjadi ketentuan yang wajib dipenuhi oleh calon akmil wanita yang berkeinginan bergabung dengan Akmil.

2. Berat Badan Masuk Akmil Wanita

Selain tinggi badan, syarat fisik untuk masuk Akmil yang tak kalah penting adalah berat badan. Dalam ketentuan rekrutmen, calon taruni Akmil diwajibkan untuk memiliki berat badan yang seimbang sesuai dengan standar yang berlaku.

Persyaratan ini bertujuan untuk memastikan bahwa taruni memiliki mobilitas yang optimal dalam menjalankan tugas-tugas mereka saat sudah bertugas.

Untuk menentukan berat badan yang ideal, calon taruni dapat menggunakan rumus Brosca sebagai panduan. Bagi wanita, berat badan ideal dapat dihitung dengan rumus Brosca: 

Berat badan ideal (kg) = [tinggi badan (cm) – 100] – [(tinggi badan (cm) – 100) x 15%]. 

3. Tes Lari Akmil Wanita

Ujian kekuatan dan daya tahan tubuh menjadi salah satu kriteria penting dalam seleksi penerimaan TNI, khususnya pada tes lari.

tes akmil wanita
Source: Channel Youtube Rasio Pedia

Lari dianggap sebagai pengukur ketahanan otot, pernapasan, denyut jantung, dan sirkulasi darah, terutama bagi calon taruni atau wanita yang ingin bergabung dengan Akmil. 

Tes lari juga dikenal sebagai tes jasmani atau Samapta A, mengharuskan calon taruni untuk berlari selama 12 menit.

Keberhasilan dalam tes ini ditentukan oleh kemampuan calon taruni untuk menyelesaikan jarak 3200 meter.

Namun, jika mereka tidak mampu menyelesaikan seluruh jarak, dapat diterima jika mencapai rentang 2400 hingga 3000 meter. Ini dilakukan dengan tujuan untuk mencapai nilai di atas rata-rata.

Disarankan agar calon taruni tidak berlari dengan kecepatan maksimal sejak awal, untuk menghindari kejutan bagi otot.

Sebaliknya, disarankan untuk memulai dengan kecepatan yang stabil, mengikuti ritme. Baru saat mendekati akhir waktu yang ditentukan, disarankan untuk meningkatkan kecepatan dengan berlari kencang.

Ini dapat membantu calon taruni menjaga kestabilan fisik dan meraih hasil yang optimal.

4. Tes Push Up Akmil Wanita

Dalam tes push up atau yang umumnya disebut sebagai tes jasmani atau Samapta B, calon taruni dihadapkan pada tuntutan untuk melakukan gerakan mendorong tubuh dari posisi tengkurap ke atas.

Dalam posisi ini, kedua tangan diletakkan di sisi kanan dan kiri tubuh, dengan kaki dan badan tetap dalam posisi yang lurus dan tegap. 

Sebagai syarat kelulusan pada tes push up, seorang calon taruni dianggap berhasil jika mampu melakukan gerakan push up dengan cepat dan tepat minimal sebanyak 35 kali atau lebih.

Untuk akmil wanita, nilai maksimal adalah 100, yang berarti harus dapat melakukan minimal 40 kali push up.

5. Tes Sit Up Akmil Wanita

Dalam tes sit up yang umumnya dikenal sebagai tes Samapta B, seorang calon taruni akan dianggap lulus jika mampu menyelesaikan gerakan sit up dengan tepat minimal 35 kali.

Jika calon siswi dapat melakukan sit up dalam jumlah yang lebih banyak, maka akan meraih nilai sempurna. Untuk siswi perempuan, mencapai nilai 100 mengharuskan mereka melakukan setidaknya 50 kali sit up. 

6. Tes Shuttle Run Akmil Wanita

Shuttle run, yang sering disebut sebagai lari angka 8, juga termasuk dalam tes Samapta B. Kelulusan seorang calon taruni pada tes ini ditentukan oleh kemampuannya untuk menjalani lari angka 8 dengan baik dan cepat.

Penilaian dilakukan berdasarkan waktu yang diperlukan, di mana semakin singkat waktu yang dibutuhkan, semakin baik nilai yang diperoleh calon taruni.

7. Tes Pull Up Akmil Wanita

Gerakan pull up dimulai dengan menggantungkan diri pada tongkat horizontal. Selanjutnya, angkat tubuh ke atas hingga dagu berada di atas tongkat, lalu kembali turun hingga kedua tangan kembali lurus.

Penting untuk diketahui bahwa dalam melakukan pull up, bagi calon taruni disarankan menjaga kaki tetap lurus ke bawah dan menghindari ayunan selama satu menit, dengan minimal melakukan gerakan sebanyak 10 kali.

Di sisi lain, chinning melibatkan berdiri di depan tongkat mendatar dengan kedua kaki tetap menapak tanah. Lakukan gerakan menarik tubuh ke depan dan kembali ke belakang.

Tes chinning bagi calon taruni atau wanita mengharuskan peserta untuk dapat melakukan gerakan ini sebanyak 40 kali dengan sempurna. 

8. Tes Renang Akmil Wanita

Dalam tes renang yang juga dikenal sebagai tes jasmani atau Samapta C, seorang calon siswi dianggap berhasil jika mampu berenang dengan baik dan cepat sejauh 50 meter.

Biasanya, panitia menyediakan dua opsi gaya renang, yaitu gaya bebas dan gaya dada. Disarankan untuk memilih gaya dada selama tes renang guna menghindari kemungkinan kram. 

9. Pemeriksaan Postur Tubuh Akmil Wanita

akmil wanita
Source: Channel Youtube Rasio Pedia

Pemeriksaan postur tubuh seringkali disebut sebagai tes antropometri. Uji ini melibatkan evaluasi berbagai bagian tubuh, dimana calon siswa sering diarahkan untuk melakukan gerakan miring ke kanan atau kiri untuk mengecek postur kepala.

Pemeriksaan head posture menilai posisi leher yang menjulur ke depan. Uji shoulder droop mengevaluasi tingkat rendah bahu kiri atau kanan, sementara shoulder thrust melihat apakah bahu kiri atau kanan condong ke depan.

Pemeriksaan lordosis mengevaluasi kelengkungan tulang belakang ke arah depan, kyphosis melihat kelengkungan ke belakang, dan scoliosis mengidentifikasi tulang belakang yang berbentuk S.

Pemeriksaan postur tubuh juga melibatkan pemeriksaan dada, mencari tanda pipih atau cekung, serta menilai apakah dada cenderung meruncing ke depan.

Pemeriksaan abdominal position memeriksa apakah perut condong ke depan. Tes ini juga mencakup evaluasi tipe tubuh, pinggul, dan keseimbangan panggul.

Pemeriksaan knee thrust menilai apakah kaki berbentuk X atau 0, serta mengamati arah telapak kaki hingga posisi foot flat.

Selama tes ini, calon siswa juga diberikan instruksi untuk melakukan sikap sempurna dan cara berjalan mereka akan dinilai.

Tes Kesehatan Akmil Wanita

Tes kesehatan di Akmil mencakup beberapa aspek. Tahap awal pemeriksaan melibatkan evaluasi kesehatan fisik eksternal, salah satunya adalah pengecekan luka atau bekas luka di kepala.

Tes kesehatan gigi yang relatif sederhana menilai beberapa aspek seperti susunan gigi yang rapi, ketiadaan gigi depan yang terlalu maju (tonggos), keberlanjutan kesehatan gigi tanpa lubang, dan ketiadaan penggunaan gigi palsu. Baunya mulut juga dijadikan indikator pengurangan nilai.

akmil wanita berhijab
Source: Channel Youtube Greetings Commando

Selanjutnya, pentingnya memiliki kondisi kesehatan mata yang baik. Jika seseorang mengalami masalah mata minus dalam tingkatan yang ringan dan masih memenuhi standar penglihatan yang ditetapkan, maka masih ada peluang untuk diterima di Akmil.

Tes kesehatan ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang kondisi fisik calon taruna/taruni dan menilai apakah mereka memenuhi standar kesehatan yang diperlukan oleh Akmil.

Penutup

Demikianlah rangkaian kriteria fisik dan pemeriksaan kesehatan yang harus dipenuhi oleh calon wanita Akmil untuk dapat bergabung dengan TNI.

Tak hanya persiapan fisik, sangat krusial bagi calon wanita Akmil untuk juga mempersiapkan diri menghadapi ujian akademik, dengan cara intensif berlatih menggunakan soal-soal tryout premium Akmil yang disediakan oleh ASN Institute.

Ebook Gratis!!

download ebook contoh soal CPNS 2021

Subscribe untuk dapatkan e-book GRATIS dan informasi CPNS/ PPPK/ Sekolah Kedinasan terbaru  langsung di Email-mu

ASN Institute Admin
ASN Institute Admin
Admin ASN Institute khusus untuk website. Jika ada kendala atau pertanyaan terkait bimbel Kami, jangan malu bertanya ya :)
Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Akmil untuk taruna dan taruni atau siswa yang masih dalam tahap pendidikan tidak sama dengan gaji resmi anggota militer setelah […]