Bagi Anda yang berencana mengikuti seleksi CPNS, memahami tugas dari setiap formasi yang tersedia merupakan langkah penting sebelum menentukan pilihan.
Jika Anda sedang mengincar formasi Analis Standardisasi Ahli Pertama, penting untuk mengetahui terlebih dahulu apa saja tanggung jawab yang akan dijalankan dalam jabatan tersebut.
Oleh karena itu, artikel ini akan membahas berbagai tugas Analis Standardisasi Ahli Pertama yang perlu Anda pahami sebelum mendaftar pada formasi ini.
Apa Itu Analis Standardisasi Ahli Pertama?

Analis standardisasi ahli pertama adalah jenjang terendah dalam Jabatan Fungsional Analis Standardisasi kategori keahlian.
Jabatan ini diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) Nomor 28 Tahun 2020 tentang Jabatan Fungsional Analis Standardisasi.
Secara umum, analis standardisasi ahli pertama adalah PNS yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak untuk melaksanakan kegiatan di bidang pengembangan standar, penerapan standar dan penilaian kesesuaian, serta akreditasi Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK).
Jabatan ini masuk dalam klasifikasi rumpun pengawas kualitas dan keamanan. Jenjang pangkatnya dimulai dari golongan III/a hingga III/b, sesuai ketentuan yang berlaku.
Adapun empat jenjang dalam jabatan fungsional ini secara berurutan adalah Ahli Pertama, Ahli Muda, Ahli Madya, dan Ahli Utama.
Jadi, posisi Ahli Pertama adalah pintu masuk bagi Anda yang baru bergabung di jalur fungsional ini.
Tugas Analis Standardisasi Ahli Pertama

Tugas dan fungsi analis standardisasi ahli pertama mencakup tiga bidang besar, yaitu Pengembangan Standar, Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian, serta Akreditasi LPK. Berikut rinciannya berdasarkan Permenpan RB No. 28 Tahun 2020.
1. Bidang Pengembangan Standar
Dalam bidang ini, analis standardisasi ahli pertama menjalankan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan proses perumusan dan pemeliharaan Standar Nasional Indonesia (SNI). Tugas-tugasnya meliputi:
- Menginventarisasi dan menelaah program dan/atau pedoman Pengembangan Standar
- Mengidentifikasi kebutuhan pembentukan atau perubahan komite teknis
- Mengidentifikasi kebutuhan pengembangan SNI
- Menyiapkan data dukung dalam penyusunan konsep rancangan SNI
- Melakukan penyiapan untuk kegiatan jajak pendapat rancangan SNI dan menyiapkan bahan hasil tanggapan
- Melakukan finalisasi dokumen rancangan SNI menjadi rancangan akhir SNI
- Mengumpulkan bahan pemeliharaan SNI
- Melakukan finalisasi dokumen SNI penetapan kembali sesuai format publikasi SNI
- Mengidentifikasi dokumen rancangan standar internasional yang perlu ditanggapi
- Menyusun bahan evaluasi kinerja komite teknis
Pada bidang ini, pekerjaan yang dilakukan masih bersifat persiapan, identifikasi, dan finalisasi dokumen, sesuai dengan jenjangnya sebagai posisi awal yang berfokus pada dukungan teknis yang mendasar.
2. Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian
Bidang ini berkaitan dengan bagaimana SNI diterapkan di lapangan dan bagaimana kesesuaiannya dinilai. Tugas analis standardisasi ahli pertama di bidang ini antara lain:
- Menginventarisasi dan menelaah program dan/atau pedoman Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian
- Mengidentifikasi usulan pengembangan skema Penilaian Kesesuaian
- Mengidentifikasi usulan penunjukan Lembaga Penilaian Kesesuaian
- Menyusun bahan kebutuhan pengembangan regulasi teknis di kementerian/lembaga
- Mengidentifikasi usulan penentuan masa transisi SNI
- Melakukan identifikasi dan analisis bahan pengelolaan notifikasi dan inquiry serta isu aktual
- Melakukan identifikasi permintaan persetujuan penggunaan tanda SNI
- Menyusun bahan rancangan program dan pedoman monitoring dan uji petik Penerapan Standar
- Melaksanakan monitoring dan uji petik produk bertanda SNI
- Mengidentifikasi keanggotaan Indonesia dalam organisasi standardisasi di bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian
- Melakukan identifikasi dan pemetaan usaha mikro kecil, industri, organisasi publik, calon LPK, atau LPK yang akan difasilitasi untuk menerapkan SNI
- Menyusun bahan kelengkapan sertifikasi atau akreditasi penerapan SNI bagi pelaku usaha dan LPK
- Mengidentifikasi bahan program promosi standar dan Penilaian Kesesuaian serta pemberdayaan masyarakat
- Melakukan identifikasi bahan penilaian peserta apresiasi penerap SNI
Cukup banyak, bukan? Sebagian besar tugas di sini adalah kegiatan identifikasi, pemetaan, dan penyusunan bahan yang nantinya akan dianalisis lebih lanjut oleh jenjang di atasnya.
3. Bidang Akreditasi Lembaga Penilaian Kesesuaian
Bidang ketiga ini berhubungan dengan proses akreditasi terhadap lembaga yang melakukan penilaian kesesuaian. Tugas di bidang ini cukup teknis dan mencakup banyak tahapan dalam proses akreditasi, di antaranya yaitu:
- Menginventarisasi dan menelaah program dan/atau pedoman Akreditasi LPK
- Mengidentifikasi dan menelaah kelayakan permohonan akreditasi
- Mengidentifikasi dan menelaah kajian permohonan dan sumber daya
- Mengidentifikasi dan menelaah perencanaan asesmen (asesmen office, ruang lingkup, dan persyaratan witness)
- Mengidentifikasi dan menelaah susunan tim asesmen berdasarkan kompetensi dan jumlah orang hari yang dibutuhkan
- Mengidentifikasi dan menelaah hasil asesmen
- Mengidentifikasi dan menelaah kelengkapan materi pembahasan panitia teknis
- Mengidentifikasi dan menelaah bahan reviu dan susunan panitia teknis berdasarkan kompetensi
- Menelaah bahan pertimbangan teknis
- Menelaah bahan dan data kebutuhan pembahasan keputusan akreditasi
- Menyusun naskah keputusan akreditasi
- Mengidentifikasi dan menelaah perubahan LPK yang dapat mempengaruhi status akreditasi
- Mengidentifikasi dan menelaah kinerja satu siklus LPK untuk masukan program siklus berikutnya
- Melakukan telaahan awal bahan dan data kebutuhan pembahasan keluhan dan banding
- Melakukan telaahan awal regulasi yang digunakan dalam kegiatan akreditasi
- Melakukan identifikasi dokumen pendukung akreditasi
- Mengidentifikasi dan menelaah dokumen untuk kegiatan peer review serta tindakan perbaikan
Nah, itu dia berbagai tugas analis standardisasi ahli pertama yang akan Anda emban apabila lulus dalam seleksi pengadaan CPNS di formasi ini.
Jika Anda semakin tertarik mendaftar pada formasi Analis Standardisasi Ahli Pertama dalam seleksi CPNS, maka sudah saatnya mulai mempersiapkan diri dengan lebih serius.
Mengingat persaingan seleksi CPNS setiap tahunnya terus meningkat, tanpa strategi belajar yang tepat dan latihan soal yang cukup, peluang Anda untuk lolos akan tidak maksimal.
Oleh karena itu, untuk membantu proses belajar Anda menjadi lebih terarah, ASN Institute hadir dengan bimbingan belajar CPNS.
Anda akan mendapatkan akses ke tryout simulasi CAT, video pembelajaran terstruktur, serta materi bacaan yang ringkas dan mudah dipahami.
Tidak hanya itu, tersedia juga latihan soal lengkap dengan pembahasan mendalam, serta kelas live streaming bersama mentor berpengalaman yang siap membantu Anda memahami pola soal CPNS secara lebih efektif.
Anda juga dapat bergabung dalam grup belajar eksklusif, sehingga bisa berdiskusi, berbagi strategi belajar, dan saling memotivasi dengan peserta lainnya.
Dengan persiapan yang matang dan latihan soal yang konsisten, peluang Anda untuk lolos seleksi CPNS dan meraih formasi Analis Standardisasi Ahli Pertama tentu bisa dimaksimalkan.
Penutup
Demikian penjelasan mengenai tugas analis standardisasi ahli pertama yang cukup beragam dan mencakup tiga bidang utama, yaitu pengembangan standar, penerapan standar dan penilaian kesesuaian, serta akreditasi LPK.
Meski berada di jenjang awal, tanggung jawabnya cukuplah besar dan berkontribusi langsung pada sistem standardisasi nasional.
Semoga artikel ini membantu Anda memahami gambaran jabatan ini dengan lebih jelas, baik untuk persiapan seleksi CPNS maupun untuk pengembangan karier ke depannya. Semoga sukses!
Referensi: Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2020 tentang Jabatan Fungsional Analis Standardisasi.






