Proses rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2025 telah memasuki tahapan penting, yaitu tes kesehatan.

Tahapan ini wajib dilalui oleh seluruh calon PPPK yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi dan kompetensi.
Artikel ini akan memberikan gambaran lengkap mengenai tes kesehatan PPPK, termasuk jenis tes yang dilakukan dan biaya yang harus dikeluarkan.
Simak informasi berikut untuk mempersiapkan diri dengan baik!
Tes Kesehatan PPPK Apa Saja?

Tes kesehatan PPPK bertujuan memastikan bahwa calon pegawai memenuhi persyaratan kesehatan jasmani, rohani, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Berdasarkan informasi dari beberapa daerah, tes kesehatan PPPK meliputi:
- Tes Kesehatan Jasmani Pemeriksaan kesehatan jasmani biasanya meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan mata, pendengaran, dan kondisi fisik lainnya. Tes ini dilakukan untuk memastikan bahwa calon PPPK mampu menjalankan tugas sesuai formasi yang dilamar. Pemeriksaan ini sering dilakukan di rumah sakit umum daerah (RSUD) yang ditunjuk oleh pemerintah.
- Tes Kesehatan Rohani Pemeriksaan kesehatan rohani dilakukan menggunakan metode seperti tes MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) atau IPK 33. Tes ini bertujuan mengevaluasi stabilitas emosional dan kesehatan mental calon PPPK. Hasil tes kesehatan rohani biasanya memerlukan waktu satu hingga dua hari untuk keluar, tergantung pada metode yang digunakan.
- Tes Bebas Narkoba (NAPZA) Tes ini mencakup pemeriksaan urine untuk mendeteksi penggunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Hasil tes bebas narkoba menjadi syarat mutlak bagi kelolosan tahap ini. Pemeriksaan ini dilakukan di laboratorium khusus dengan pengawasan ketat.
Proses tes kesehatan biasanya dilakukan secara bertahap di rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk oleh pemerintah daerah masing-masing.
Peserta diharapkan membawa dokumen seperti KTP, kartu BPJS, dan pas foto untuk mempermudah proses pendaftaran.
Selain itu, peserta diimbau untuk mengikuti jadwal yang telah ditentukan guna menghindari penjadwalan ulang yang dapat menghambat proses rekrutmen.
Biaya Tes Kesehatan PPPK

Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah biaya tes kesehatan PPPK.
Biaya ini bervariasi tergantung lokasi dan kebijakan rumah sakit yang menyelenggarakan tes.
Berikut beberapa contoh biaya tes kesehatan dari berbagai daerah :
- Kabupaten Bener Meriah
- Pemeriksaan jasmani dan rohani: Rp 360.000
- Tes bebas narkoba (NAPZA): Rp 220.000
- Tes Kesehatan: Rp 15.000
- Total biaya: Rp 595.000
2. Kabupaten Kutai Timur
- Pemeriksaan jasmani, rohani, dan narkoba (tanpa tes golongan darah): Rp 655.000
- Dengan tes golongan darah: Rp 703.000
Para calon PPPK diimbau untuk mempersiapkan biaya tersebut sesuai jadwal tes di daerah masing-masing.
Namun, beberapa pihak, seperti aktivis dan tokoh masyarakat, telah mengajukan keberatan atas besarnya biaya yang dianggap memberatkan, terutama bagi tenaga honorer yang penghasilannya terbatas.
Hal ini telah mendorong diskusi dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi terbaik.
Di Kabupaten Bener Meriah, misalnya, aktivis Riga Wantona menyampaikan bahwa biaya tes kesehatan mencapai hampir Rp 700an Juta jika dihitung dari ribuan peserta yang mengikuti tes tersebut.
Hal ini menjadi sorotan publik, mengingat sebagian besar peserta merupakan tenaga honorer yang telah lama mengabdi dengan pendapatan minim.
Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan subsidi atau solusi lain untuk meringankan beban para peserta.





