Bagi Anda yang sedang mempersiapkan diri masuk sekolah kedinasan, Anda mungkin bertanya-tanya tes kesehatan sekolah kedinasan apa saja yang harus dilewati dan apa standar kelulusannya?
Banyak calon peserta yang sudah lolos seleksi administrasi dan SKD justru gugur di tahap ini karena tidak tahu apa yang diperiksa, apalagi batas nilai yang diterima.
Nah, artikel ini akan membahas tuntas mengenai rincian setiap jenis pemeriksaan tes kesehatan kampus kedinasan, standar umumnya, hingga cara mempersiapkan diri.
Tes Kesehatan Sekolah Kedinasan Apa Saja?

Sebelum membahas terkait jenis tesnya, Anda mungkin sempat bertanya-tanya mengenai mengapa sebetulnya sekolah kedinasan mewajibkan tes kesehatan.
Jadi, ada tiga alasan utama mengapa tes kesehatan ini diwajibkan. Pertama, untuk menyaring calon yang memiliki penyakit serius yang bisa mengganggu tugas di lapangan.
Kedua, untuk memastikan calon peserta tidak memiliki kebiasaan hidup yang merusak, seperti penggunaan narkoba yang terdeteksi lewat tes urine dan darah.
Ketiga, untuk memastikan bahwa mereka yang nantinya mengabdi kepada negara benar-benar dalam kondisi prima, baik fisik maupun mental.
Lantas, tes kesehatan sekolah kedinasan meliputi apa saja? Jadi, terdapat dua tahap besar, yaitu pemeriksaan bagian luar tubuh dan pemeriksaan bagian dalam tubuh.
Tahap pertama mencakup kondisi fisik yang bisa diamati langsung, sedangkan tahap kedua melibatkan pemeriksaan laboratorium dan medis yang lebih mendalam. Berikut rincian lengkapnya, termasuk standar umum dan cara persiapannya.
1. Pemeriksaan Fisik Umum (Antropometri)
Pemeriksaan ini mencakup pengukuran tinggi badan, berat badan, dan kalkulasi Indeks Massa Tubuh (IMT).
Selain itu, postur tubuh juga diperiksa secara menyeluruh, termasuk ada tidaknya kelainan seperti skoliosis, bentuk kaki O atau X, varises, dan kondisi telapak kaki.
IMT ideal yang diterima umumnya berada di rentang 18,5 hingga 25,0. Beberapa sekolah kedinasan, terutama yang berorientasi militer atau fisik seperti IPDN dan Poltekip, juga memiliki batas minimum tinggi badan.
Untuk pria umumnya minimal 160 cm, untuk perempuan minimal 155 cm, meski ini bisa berbeda antar instansi. Varises berat dan skoliosis tergolong sebagai kondisi yang bisa menggugurkan.
Agar memenuhi syarat pada tes ini, Anda bisa mulai menjaga pola makan dan olahraga secara konsisten setidaknya tiga bulan sebelum seleksi.
Jangan coba menurunkan berat badan secara drastis mendekati hari tes karena justru bisa mempengaruhi hasil pemeriksaan lain seperti tes darah.
2. Pemeriksaan Mata: Visus dan Buta Warna

Ada dua hal yang diperiksa secara terpisah, yaitu ketajaman penglihatan (visus) dan tes buta warna.
Ketajaman penglihatan diukur untuk jarak jauh maupun dekat. Jika Anda memiliki mata minus, petugas akan mencatat angkanya dan mengevaluasi apakah masih dalam batas toleransi.






