Politeknik Statistika STIS, yang dikenal sebagai kampus STIS, baru saja menerima hibah lahan baru seluas 9,7 hektare dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Penyerahan lahan ini dilakukan secara resmi pada Rapat Koordinasi Nasional di Jakarta pada 22 Oktober 2025.
Lahan tersebut berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan diharapkan menjadi fondasi bagi pembangunan kampus modern yang mendukung pendidikan statistik berkualitas tinggi di Indonesia.
Penyerahan lahan ini menandai kolaborasi erat antara BRIN dan badan pusat statistik (BPS), di mana kampus stis berada di bawah naungan BPS.
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, menjelaskan bahwa lahan tersebut sebelumnya merupakan bagian dari kawasan riset BRIN di Cibinong.
Kini, lahan itu akan dimanfaatkan untuk memperkaya ekosistem riset dan pendidikan, khususnya dalam bidang statistik, big data, dan artificial intelligence (AI).
Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat sumber daya manusia di sektor data nasional.
Sekolah Tinggi Ilmu Statistik

STIS adalah singkatan dari Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, yang kini telah berubah nama menjadi Politeknik Statistika STIS.
Sebagai institusi pendidikan kedinasan di bawah BPS, STIS telah berdiri sejak 1958 dan berperan penting dalam mencetak ahli statistik dan ilmuwan data.
STIS kedinasan ini fokus pada program diploma dan sarjana terapan di bidang statistik, dengan kurikulum yang menekankan pemahaman mendalam tentang pengumpulan, analisis, dan interpretasi data.
Banyak lulusannya langsung bekerja di instansi pemerintah, seperti BPS, kementerian, dan lembaga negara lainnya, karena status kedinasannya yang menjamin penempatan kerja.
Dalam konteks pendidikan nasional, STIS adalah pilihan favorit bagi calon mahasiswa yang ingin berkarir di bidang data dan statistik.
Proses seleksinya ketat, melibatkan tes akademik dan kesehatan, serta ikatan dinas setelah lulus. Hal ini membuat STIS kedinasan menjadi gerbang menuju karir stabil di sektor publik.
Saat ini, kampus STIS memiliki sekitar 1.851 mahasiswa, didukung oleh 74 dosen dan 40 tenaga kependidikan, meskipun fasilitasnya masih terbatas.
Kampus STIS Baru Siap Dibangun

Pembangunan kampus STIS baru di Gunung Sindur menjadi kabar gembira bagi komunitas pendidikan statistik.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan bahwa hibah lahan ini membuka peluang untuk membangun kampus yang modern, inklusif, dan berwawasan global.
Kampus STIS baru ini direncanakan sebagai pusat unggulan (center of excellence) di bidang statistik, big data, dan AI.
Selain itu, kampus ini akan menjadi tuan rumah bagi UN Regional Hub on Big Data and Data Science for Asia and Pacific, peran strategis yang dipercayakan PBB kepada Indonesia sejak tahun lalu.
Desain kampus STIS baru mengadopsi konsep smart campus dan green campus, dengan fokus pada pembelajaran kolaboratif dan digitalisasi pendidikan.
Fasilitas yang direncanakan mencakup asrama mahasiswa, lapangan upacara, ruang terbuka hijau, perpustakaan canggih, klinik kesehatan, masjid, dan auditorium yang lebih luas.
Ini merupakan peningkatan signifikan dari kampus lama di Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Jatinegara, Jakarta, yang hanya seluas 0,5 hektare atau 5.000 meter persegi. Keterbatasan ruang di sana sering menjadi hambatan untuk pengembangan fasilitas penunjang.
Dengan adanya kampus STIS baru, daya tampung mahasiswa diharapkan meningkat secara drastis.
Amalia menambahkan bahwa kampus lama di Otista bisa diubah menjadi kampus pascasarjana STIS, sehingga memungkinkan program magister dan doktor di bidang statistik. Ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam riset data regional dan global.





