Bagi puluhan ribu pejuang yang mengincar kursi di Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) adalah gerbang penentu yang paling krusial.
Namun, sekadar mengerjakan soal saja tidak cukup. Untuk bisa lolos, Anda harus memahami secara mendalam sistem penilaian dan target skor SKD STAN yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Kegagalan memahami berapa skor SKD minimal STAN yang harus dicapai seringkali menjadi penyebab utama banyak peserta gugur, meskipun secara total nilainya tinggi.
Artikel ini akan menjadi panduan lengkap Anda, mengupas tuntas seluk-beluk sistem skor penilaian SKD STAN, mulai dari nilai ambang batas (passing grade), bobot penilaian, hingga skor maksimal yang bisa diraih.
Berapa Skor SKD STAN yang Dibutuhkan untuk Lolos

Ini adalah pertanyaan fundamental bagi setiap peserta. Jadi, berapa skor penilaian skd stan yang harus Anda capai?
Jawabannya tidak sesederhana satu angka total. Kelulusan Anda ditentukan oleh kemampuan untuk melampaui nilai ambang batas atau passing grade di tiga komponen tes secara bersamaan.
Berdasarkan Keputusan Menteri PANRB Nomor 208 Tahun 2025, berikut adalah rincian skor SKD minimal STAN untuk
Jalur Reguler dan Pembibitan
- Tes Karakteristik Pribadi (TKP): Minimal 156 poin
- Tes Intelegensi Umum (TIU): Minimal 80 poin
- Tes Wawasan Kebangsaan (TWK): Minimal 65 poin
Penting untuk dicatat: jika salah satu dari tiga nilai tersebut tidak terpenuhi, Anda akan otomatis dinyatakan gugur, meskipun total skor SKD STAN Anda sangat tinggi.
Jalur Afirmasi Kewilayahan
ketentuannya sedikit berbeda:
- Nilai Kumulatif SKD: Minimal 281 poin
- Nilai TIU: Minimal 55 poin
Memahami Sistem Penilaian dan Bobot Jawaban

Untuk bisa menyusun strategi, Anda harus tahu bagaimana setiap jawaban dinilai.
Sistem penilaian skor SKD STAN 2025 memiliki bobot yang berbeda:
- TWK (30 soal) & TIU (35 soal):
- Jawaban Benar: Bernilai 5 poin.
- Jawaban Salah atau Tidak Menjawab: Bernilai 0 poin.
- TKP (45 soal):
- Sistem penilaiannya bersifat gradasi. Tidak ada jawaban yang salah.




