Penantian panjang para pencari kerja terkait pembukaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2025 menemui titik terang.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan sinyal kuat bahwa seleksi CPNS 2025 kemungkinan besar tidak akan dibuka.
Pernyataan ini sekaligus menjawab pertanyaan publik mengenai apakah CPNS 2025 ditiadakan, seraya membuka harapan baru untuk rekrutmen yang lebih besar pada tahun 2026.
Isu pengadaan cpns 2025 tahun ini tidak diadakan telah beredar luas, menimbulkan kecemasan bagi jutaan calon pelamar, terutama para lulusan baru.
Namun, di balik penundaan ini, pemerintah memastikan adanya rencana strategis untuk memperkuat birokrasi melalui seleksi yang lebih terencana pada tahun berikutnya, dengan fokus pada formasi yang lebih proporsional bagi fresh graduate.
Pernyataan BKN Terkait Pendaftaran CPNS 2025

Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara tegas menyatakan bahwa peluang untuk membuka seleksi CPNS di sisa tahun 2025 sangatlah kecil.
Plt Deputi Bidang Penyelenggaraan Layanan Manajemen ASN BKN, Aris Widiyanto, menjelaskan bahwa dengan waktu yang tersisa kurang dari tiga bulan, secara logis tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan seluruh tahapan rekrutmen yang kompleks.
\”Kalo 2025 ini udah September, berarti tinggal tiga bulan. Saya tidak bisa mengatakan ada atau tidak karena kebijakan ada di Menpan-RB. Tapi secara logika, dengan waktu tiga bulan kalaupun ada hanya penetapan formasi,\” terang Aris.
Fokus utama BKN saat ini adalah menuntaskan proses seleksi CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024 yang masih berjalan.
Beberapa instansi bahkan masih dalam tahap menunggu penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP), sehingga penyelesaian rekrutmen tahun sebelumnya menjadi prioritas utama.
Pengadaan CPNS 2025

Dengan berbagai pertimbangan teknis dan administratif, wacana pengadaan CPNS 2025 tampaknya harus diurungkan.
Pernyataan dari BKN mengonfirmasi bahwa hingga akhir September 2025, belum ada permintaan usulan rincian kebutuhan formasi dari instansi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).
Padahal, proses ini merupakan langkah awal yang krusial dalam siklus rekrutmen ASN.





