Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari hasil akhir seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun anggaran 2024. Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkapkan fakta bahwa terdapat ribuan peserta yang memilih mengundurkan diri meskipun telah dinyatakan lulus seleksi.
Fenomena CPNS mundur ini sontak menjadi perbincangan hangat di masyarakat dan menimbulkan berbagai pertanyaan.
Kepala BKN, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, memberikan penjelasan resmi terkait isu ribuan CPNS mundur ini dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi II DPR RI pada Selasa, 22 April 2025. Menurut data BKN, tercatat sebanyak 1.967 peserta CPNS 2024 Mundur setelah dinyatakan lulus.
Angka ini setara dengan sekitar 12,12 persen dari total peserta yang lulus melalui skema optimalisasi formasi.
Optimalisasi Formasi: Penyebab Utama CPNS Mundur?

Lantas, apa alasan ribuan cpns mundur ini? Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan bahwa mayoritas kasus CPNS mundur setelah lolos seleksi ini berasal dari peserta yang kelulusannya merupakan hasil dari kebijakan optimalisasi formasi yang diterapkan pemerintah.
Optimalisasi formasi adalah mekanisme yang dirancang BKN dan KemenPANRB untuk mengisi formasi jabatan CPNS yang kosong atau tidak memiliki pelamar sama sekali pada suatu instansi.
Sistem ini bekerja dengan cara mengalihkan peserta yang memiliki nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) tinggi namun tidak lolos di instansi pilihan pertamanya (karena kalah peringkat atau kuota terbatas) ke instansi lain yang membutuhkan kualifikasi serupa tetapi tidak ada pendaftarnya.
“Optimalisasi itu konsepnya begini, ada formasi yang kosong, tidak ada pendaftarnya. Nah, kalau itu dibiarkan, akan terjadi kekosongan yang besar,” jelas Zudan di Gedung DPR RI, Selasa (22/4/2025).
Ia memberikan contoh konkret: seorang peserta melamar formasi dosen doktor manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI).
Namun, karena formasi yang tersedia hanya dua sementara ia berada di peringkat ketiga, peserta tersebut tidak lulus di UI. Di sisi lain, Universitas Udayana membuka formasi dosen ekonomi dengan kualifikasi doktor ekonomi, namun tidak ada satupun pelamar.
“Maka agar di Udayana tadi tidak kosong, dikirimlah yang melamar di UI ini. Yang tadinya tidak diterima, menjadi diterima di Udayana. Nah, ini dikirim secara sistem dari tes yang terbaik hasilnya,” papar Zudan.
Melalui skema optimalisasi ini, BKN berhasil mengisi sekitar 16.167 formasi yang semula kosong. “Optimalisasinya kita bisa mendapatkan hasil 16.167 orang.
Ini kalau tidak ada optimalisasi berarti ada 16.000 formasi lebih yang akan kosong. Ini tentu akan memboroskan biaya,” ujar Zudan.
Namun, konsekuensi dari sistem “pemindahan” ini adalah tidak semua peserta bersedia atau siap ditempatkan di instansi atau lokasi yang berbeda dari pilihan awal mereka saat mendaftar.
Ketidaksesuaian dengan lokasi penempatan baru inilah yang menjadi alasan ribuan CPNS mundur, meskipun mereka secara teknis dinyatakan lulus seleksi.
Tidak Ada Sanksi Bagi CPNS yang Mundur Akibat Optimalisasi

Menanggapi fenomena CPNS mundur akibat optimalisasi ini, Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menegaskan bahwa tidak ada sanksi finansial atau administratif yang akan dikenakan kepada 1.967 peserta tersebut.
Keputusan untuk menerima atau menolak penempatan hasil optimalisasi sepenuhnya diserahkan kepada peserta. “Tidak ada sanksinya apa-apa. Karena ini sifatnya pilihan.
Kalau mau diambil ya silakan, tidak diambil juga tidak apa-apa. Ini adalah niat baik dari negara agar tidak ada kekosongan formasi,” tegas Zudan.
Beliau juga menambahkan bahwa mekanisme optimalisasi ini sudah diumumkan secara terbuka sejak awal proses seleksi CPNS 2024 dibuka, sehingga seharusnya para pelamar sudah memahami potensi ini. “Sejak awal sudah diumumkan akan ada optimalisasi,” pungkasnya.
Meskipun tidak ada sanksi, fenomena CPNS 2024 Mundur dalam jumlah signifikan ini tetap menjadi evaluasi penting bagi pemerintah dalam merancang sistem rekrutmen ASN ke depan.
Instansi dengan Jumlah Pengunduran Diri Optimalisasi Terbanyak

Berdasarkan data yang dipaparkan BKN, berikut adalah 5 instansi dengan jumlah peserta CPNS mundur setelah lolos seleksi melalui jalur optimalisasi terbanyak:
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek): 640 CPNS
- Kementerian Kesehatan (Kemenkes): 575 CPNS
- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo): 154 CPNS
- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu): 131 CPNS
- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR): 121 CPNS
Angka ini menunjukkan bahwa formasi di sektor pendidikan dan kesehatan menjadi yang paling banyak terdampak oleh fenomena pengunduran diri pasca-optimalisasi.



