Menjelang seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026, salah satu strategi paling cerdas yang dapat dipersiapkan adalah dengan membidik instansi sepi peminat cpns.
Di tengah prediksi persaingan yang akan tetap ketat, seperti yang terlihat pada seleksi CPNS 2024 dengan jutaan pelamar, persiapan matang bukan hanya tentang penguasaan materi, tetapi juga tentang ketajaman dalam memilih formasi.
Memahami dan menganalisis fenomena instansi yang kurang diminati ini bukanlah mencari jalan pintas, melainkan sebuah taktik jitu untuk menemukan peluang emas.
Dengan mempelajari tren dari seleksi sebelumnya, Anda dapat memetakan ‘medan perang’ secara lebih efektif dan memilih jalur dengan tingkat kompetisi yang lebih longgar, sehingga memperbesar peluang Anda untuk lolos dan menjadi abdi negara.
Daftar Instansi Sepi Peminat CPNS 2024

Data historis adalah kompas terbaik untuk memprediksi masa depan. Berdasarkan rekapitulasi data Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada seleksi CPNS 2024, sejumlah instansi menunjukkan rasio pelamar dan formasi yang sangat menguntungkan.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi contoh paling ekstrem, dengan jumlah pendaftar (486) yang lebih sedikit dari kuota yang disediakan (500).
Berikut adalah daftar instansi dengan peminat relatif rendah pada CPNS 2024 yang bisa menjadi referensi strategis Anda untuk seleksi CPNS 2026:
- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN): 500 formasi, 486 pendaftar
- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK): 65 formasi, 380 pendaftar
- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB): 61 formasi, 440 pendaftar
- Sekretariat Jenderal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Setjen Komnas HAM): 38 formasi, 459 pendaftar
- Sekretariat Jenderal MPR (Setjen MPR): 25 formasi, 505 pendaftar
- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP): 53 formasi, 842 pendaftar
- Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Setjen Wantannas): 64 formasi, 885 pendaftar
- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT): 194 formasi, 972 pendaftar
- Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial (Setjen Komisi Yudisial): 145 formasi, 1.034 pendaftar
- Badan Informasi Geospasial (BIG): 82 formasi, 1.184 pendaftar
Melihat angka-angka ini, jelas bahwa peluang lulus CPNS di lembaga-lembaga tersebut secara matematis lebih tinggi dibandingkan instansi favorit yang diserbu puluhan ribu pelamar.
Fenomena Instansi Sepi Peminat

Munculnya fenomena instansi dengan pelamar sedikit CPNS bukanlah berarti instansi tersebut kurang penting atau tidak menawarkan jenjang karir yang baik.
Justru sebaliknya, banyak dari lembaga ini memegang peranan yang sangat strategis dalam pemerintahan.
Dengan mendaftar pada instansi yang sepi peminat, peluang untuk lolos seleksi menjadi jauh lebih besar karena tingkat persaingannya tidak seketat instansi populer.
Bagi calon peserta CPNS 2026, pemahaman ini bisa menjadi keuntungan. Instansi-instansi ini tetap menawarkan stabilitas, kesejahteraan, serta kesempatan mengabdi yang setara dengan ASN di lembaga populer lainnya.
Ini adalah strategi cerdas bagi mereka yang ingin meningkatkan peluang kelulusan tanpa harus bersaing di instansi dengan pendaftar membludak.





