Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024 menjadi salah satu jalur penting menuju status Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dalam prosesnya, peserta harus melalui 4 tahap tes PPPK yang mencakup seleksi administrasi, ujian kompetensi, wawancara berbasis CAT, dan penilaian integritas. Salah satu tahap yang cukup menantang adalah tes wawancara. Tes ini dirancang untuk mengevaluasi integritas, moralitas, serta nilai-nilai profesional yang dimiliki oleh peserta.
Oleh karena itu, memahami dan mempersiapkan diri untuk menjawab soal wawancara PPPK sangat penting agar Anda bisa meraih skor tinggi .
Contoh Soal Wawancara PPPK
Berikut adalah beberapa contoh soal wawancara PPPK beserta pembahasannya untuk membantu Anda memahami pola soal dan jawaban yang sesuai:

Soal 1
Apabila Anda nantinya diangkat untuk menjadi pegawai ASN PPPK, apakah Anda bersedia untuk bisa ditempatkan di seluruh wilayah yang ada di Indonesia? Berikan jawaban serta alasan yang Anda miliki!
Jawaban:
Saya bersedia untuk nantinya ditempatkan di seluruh wilayah yang ada di Indonesia karena saya merasa bahwa diri saya menjadi bagian dari masyarakat Indonesia secara sepenuhnya.
Saya tidak merasa bahwa ada perbedaan mengenai lokasi dan penempatan dari tempat kerja.
Di manapun nantinya saya mendapatkan pekerjaan atau ditempatkan untuk bekerja, saya masih akan memberikan profesionalisme dengan maksimal dan mengerjakan tugas pekerjaan dengan selesai dan sebaik mungkin.
Soal 2
Apa pendapat yang Anda miliki berkaitan dengan pengajar dan pendidik? Menurut Anda, apakah perbedaan yang dimiliki dari keduanya?
Jawaban:
Bagi saya, seorang pendidik sudah pasti bisa untuk melakukan proses mengajar, tetapi untuk seorang pengajar masih belum tentu bisa untuk melaksanakan kegiatan mendidik orang lain.
Seorang guru sudah pasti dituntut untuk dapat menjalankan kedua hal tersebut, baik mengajar maupun mendidik.
Guru juga bisa untuk menjadi seorang pendidik yang artinya memiliki kemampuan untuk bisa menanamkan nilai-nilai seperti budi pekerti dan juga akhlak yang baik.
Sementara itu, untuk menjadi seorang guru sebagai pengajar, artinya memiliki tanggung jawab atas permasalahan yang berkaitan dengan urusan akademis.






