Mengetahui gambaran dan pola soal pengelola layanan operasional sebelum menghadapi ujian PPPK Badan Gizi Nasional (BGN) 2025 sangatlah urgen.
Saat ini (16 Desember 2025) ujian kompetensi PPPK BGN dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN sedang berlangsung hingga 29 Desember 2025.
Bagi peserta yang lolos seleksi administrasi, memahami jenis soal pengelola layanan operasional adalah langkah yang tepat sebelum memasuki tahap ujian .
Persaingan ketat dengan ribuan pelamar untuk formasi terbatas membuat latihan soal pengelola layanan operasional menjadi kunci lolos passing grade kompetensi teknis.
Artikel ini membahas secara umum ujian PPPK BGN 2025, khususnya jabatan Pengelola Layanan Operasional, serta menyajikan contoh soal pengelola layanan operasional yang relevan lengkap dengan kunci jawabannya.
Ujian PPPK Pengelola Layanan Operasional BGN

Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan lembaga pemerintah yang bertugas mendukung program nasional pemenuhan gizi masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pada tahun 2025, BGN membuka rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II dengan total 32.000 formasi, terdiri dari 31.250 formasi khusus dan 750 formasi umum.
Rekrutmen ini menjadi peluang besar bagi para profesional di bidang gizi, akuntansi, dan operasional untuk berkontribusi dalam program gizi nasional.
16 Desember 2025, tahap seleksi kompetensi dengan Computer Assisted Test (CAT) BKN sedang berlangsung hingga 29 Desember 2025.
Peserta yang telah lolos seleksi administrasi wajib mencetak kartu ujian dan memantau jadwal melalui portal SSCASN.
Contoh Soal Pengelola Layanan Operasional

Berikut beberapa contoh bentuk soal pengelola layanan operasional PPPK BGN dilengkapi dengan kunci jawabannya.
Soal 1
Kantor pusat badan gizi menerapkan sistem manajemen pemeliharaan terkomputerisasi (CMMS) baru untuk melacak jadwal servis dan riwayat perbaikan seluruh aset.
Namun, setelah enam bulan implementasi, laporan dari sistem menunjukkan tingkat kepatuhan pemeliharaan preventif yang sangat rendah.
Banyak teknisi di cabang daerah masih menggunakan logbook kertas manual karena merasa sistem baru rumit dan memakan waktu.
Pendekatan manakah yang paling efektif untuk memastikan CMMS digunakan sesuai prosedur dan tujuan awalnya tercapai?
A. Memberikan sanksi administratif kepada kepala cabang yang tingkat kepatuhanpenggunaan CMMS di wilayahnya tercatat paling rendah berdasarkan data laporan sistem.
B. Melakukan evaluasi bersama teknisi untuk mengidentifikasi kesulitan penggunaanCMMS, lalu menyederhanakan alur kerja di sistem dan memberikan pelatihan ulang yangfokus pada manfaat praktis bagi mereka.
C. Menghentikan sementara penggunaan CMMS dan kembali ke sistem logbook kertasmanual sambil membentuk tim untuk mencari vendor CMMS lain yang lebih ramah pengguna (user-friendly).
D. Mengeluarkan surat edaran resmi dari pimpinan tertinggi yang menegaskan bahwapenggunaan CMMS adalah wajib dan semua logbook kertas harus segera ditiadakan tanpakecuali.




