Bagi Anda yang berminat masuk ke instansi pemerintah melalui jalur sekolah kedinasan, tes fisik sekolah kedinasan adalah salah satu tahapan yang tidak bisa dianggap sepele.
Tes fisik sekolah kedinasan dirancang untuk mengukur tingkat kebugaran dan ketahanan fisik calon taruna atau taruni sebelum resmi diterima.
Perlu Anda ketahui, hampir semua sekolah kedinasan di Indonesia menyelenggarakan tes ini sebagai bagian dari proses seleksi, mulai dari IPDN, POLTEKIP, POLTEKIM, STIN, hingga AKMIL dan AKPOL.
Meskipun komponen tesnya relatif serupa, standar penilaian dan bobot nilai di masing-masing institusi bisa berbeda-beda.
Oleh karena itu, memahami tes fisik sekolah kedinasan secara menyeluruh sejak dini adalah langkah paling bijak yang bisa Anda ambil.
Artikel ini akan membahas tuntas apa saja yang diuji dan bagaimana cara mempersiapkan diri agar tes fisik sekolah kedinasan bisa Anda lewati dengan hasil terbaik.
Tes Fisik Sekolah Kedinasan Meliputi Apa Saja?

Sebelum mulai berlatih, Anda perlu tahu lebih dulu komponen apa saja yang akan diuji. Secara umum, ada beberapa komponen standar yang hampir selalu muncul di setiap institusi, meski standar kelulusannya bisa berbeda-beda. Berikut penjelasannya:
1. Lari 12 Menit
Komponen ini bertujuan mengukur daya tahan kardiovaskular Anda. Peserta diminta berlari mengelilingi lintasan selama 12 menit penuh tanpa berhenti.
Untuk peserta pria, jarak minimal yang harus ditempuh umumnya sekitar 2.400 meter, sedangkan untuk wanita berkisar antara 1.200 hingga 2.000 meter, tergantung kebijakan masing-masing instansi.
2. Push-Up
Push-up menguji kekuatan otot lengan dan dada. Biasanya dilakukan dalam durasi 1 menit. Standar rata-rata yang harus dicapai adalah 35–40 kali untuk pria dan 20–30 kali untuk wanita.
3. Sit-Up
Komponen ini mengukur kekuatan otot perut. Sama seperti push-up, sit-up dilakukan selama 1 menit dengan target rata-rata 30–40 kali, baik untuk pria maupun wanita.
4. Pull-Up dan Chinning
Pull-up diperuntukkan bagi peserta pria dengan standar minimal 5–10 kali, sementara wanita melakukan chinning, yaitu bergantung pada palang dengan posisi berbeda. Keduanya berfungsi untuk menguji kekuatan otot punggung dan lengan.





