POLTEKIP dan POLTEKIM adalah dua nama ini sering membingungkan calon pendaftar sekolah kedinasan.
Namanya mirip, sama-sama di bawah satu kementerian, dan seleksinya pun sering dibuka bersamaan. Wajar kalau banyak yang bertanya, apa sebenarnya perbedaan POLTEKIP dan POLTEKIM ini?
POLTEKIP adalah singkatan dari Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, sekolah kedinasan yang berfokus pada bidang pemasyarakatan. Sementara POLTEKIM adalah singkatan dari Politeknik Imigrasi, yang berfokus pada bidang keimigrasian.
Keduanya berada di bawah naungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), sama-sama berlokasi di Depok, Jawa Barat, dan sama-sama menawarkan jaminan penempatan kerja sebagai PNS setelah lulus.
Meski begitu, perbedaan POLTEKIP dan POLTEKIM cukup mendasar, mulai dari fokus studi, program yang tersedia, hingga ke mana lulusan akan ditempatkan.
Jika Anda ingin memahami perbedaan POLTEKIP dan POLTEKIM sebelum mendaftar, Artikel ini akan menjabarkan semuanya secara lengkap jadi mari simak sampai akhir!
6 Perbedaan POLTEKIP dan POLTEKIM
Berikut adalah 6 perbedaan POLTEKIP dan POLTEKIM dari berbagai aspek, mulai dari sejarah dan tahun berdiri hingga prospek kerja dan penempatannya:
1. Sejarah dan Tahun Berdiri
POLTEKIM adalah yang lebih dulu hadir. Lembaga ini berdiri pada tahun 1959 berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman RI Nomor J.P.17/59/11 tentang pembentukan Akademi Imigrasi (AIM).
POLTEKIP menyusul lima tahun kemudian, didirikan pada tahun 1964 berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 270/1964 tanggal 24 Oktober 1964.
Kehadiran POLTEKIP bermula dari perubahan sistem perlakuan terhadap pelanggar hukum di Indonesia, dari sistem kepenjaraan menuju sistem pemasyarakatan yang lebih manusiawi.
Gagasan ini diprakarsai oleh Dr. Suhardjo, S.H., yang menyampaikannya dalam orasi ilmiah pada 5 Juli 1963.
2. Fokus Pendidikan
Perbedaan POLTEKIP dan POLTEKIM yang paling utama terletak dari segi fokus pendidikannya.
POLTEKIP mendidik taruna untuk menjadi tenaga profesional di bidang pemasyarakatan. Kurikulumnya mencakup pengelolaan lembaga pemasyarakatan, penanganan narapidana, rehabilitasi, dan reintegrasi sosial.
Singkatnya, lulusan POLTEKIP disiapkan untuk bekerja di sistem yang menangani orang-orang yang sedang menjalani hukuman.
POLTEKIM mendidik taruna untuk menjadi petugas imigrasi. Kurikulumnya mencakup administrasi keimigrasian, penanganan dokumen perjalanan, pengawasan orang asing, hingga penegakan hukum keimigrasian.




