Jakarta – Babak penentuan dalam Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2025 telah mencapai titik penting.
Hasil kelulusan untuk tahapan tes psikologi IPDN, yang juga mencakup tes integritas dan kejujuran, telah resmi diumumkan pada hari Jumat, 5 September 2025.
Berdasarkan Surat Keputusan Rektor IPDN, sebanyak 1.446 peserta dinyatakan berhasil melewati tahapan krusial ini dan berhak untuk melaju ke rangkaian seleksi berikutnya.
Pengumuman ini menjadi jawaban atas penantian ribuan peserta yang telah mengikuti tes psikologi SPCP IPDN 2025 pada tanggal 2 September lalu di 38 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Bagi para peserta, ini adalah momen penentu yang memisahkan mereka yang lanjut berjuang dan yang harus berhenti.
Proses tes psikologi ipdn sendiri dikenal sebagai salah satu filter paling ketat dalam menyaring calon Praja yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang secara mental dan berintegritas.
Pengumuman Hasil Tes Psikologi IPDN 2025

Secara resmi, pengumuman hasil tes psikologi ipdn 2025 dapat diakses oleh seluruh peserta melalui akun masing-masing di portal resmi SPCP IPDN di laman https://spcp.ipdn.ac.id.
Peserta diimbau untuk segera login dan memeriksa status kelulusan mereka.
Penentuan hasil kelulusan tes psikologi ipdn ini tidak sembarangan. Kelulusan didasarkan pada sistem perangkingan nilai dengan kuota yang telah ditetapkan.
Untuk setiap provinsi, jumlah peserta yang diloloskan adalah maksimal 1,3 kali dari formasi yang tersedia. Khusus untuk peserta Orang Asli Papua (OAP), kuota kelulusan ditetapkan maksimal 2 kali dari formasi.
Hanya peserta dengan peringkat terbaik sesuai kuota yang berhak melanjutkan perjuangan.
Bagi 1.446 peserta yang dinyatakan lolos, tahapan berikutnya sudah menanti di depan mata.
Mereka harus segera mempersiapkan diri untuk rangkaian tes pamungkas yang akan diselenggarakan serentak pada 9-11 September 2025, yaitu:
- Verifikasi Faktual Dokumen Administrasi
- Tes Kesehatan Tahap II
- Tes Kesamaptaan
- Pemeriksaan Penampilan
Tes Psikologi IPDN
Tahapan tes psikologi IPDN yang baru saja dilewati merupakan salah satu seleksi yang paling mendalam.
Tes ini dirancang untuk mengukur berbagai aspek kepribadian dan kejiwaan calon Praja.
Pelaksanaannya yang berbasis Computer Assisted Test (CAT) menuntut konsentrasi tinggi dan kejujuran penuh dari setiap peserta.
Sebelum pelaksanaan tes psikologi IPDN sesungguhnya, panitia juga telah menggelar Gladi CAT pada 1 September 2025 untuk memastikan semua perangkat, jaringan, dan sistem berjalan lancar.
Ini menunjukkan betapa seriusnya panitia dalam menjaga kelancaran dan objektivitas salah satu tahapan terpenting dalam seleksi SPCP IPDN ini.
Tes Psikologi IPDN Apa Saja
Banyak calon pendaftar di tahun-tahun berikutnya bertanya, tes psikologi ipdn apa saja?
Berdasarkan pengumuman resmi, tahapan ini merupakan satu paket ujian yang tidak terpisahkan. Jadi, tes psikologi ipdn meliputi apa saja? Jawabannya adalah tiga komponen utama:
Tes Psikologi
Bagian ini bertujuan untuk mengukur potensi psikologis calon Praja, seperti stabilitas emosi, kemampuan beradaptasi, cara berpikir, kemampuan menyelesaikan masalah, dan ketahanan terhadap stres.
Tes Integritas
Komponen ini sangat krusial untuk menyaring calon abdi negara. Tes ini dirancang untuk mengukur tingkat kejujuran, moralitas, etika, dan komitmen calon Praja terhadap nilai-nilai anti-korupsi.
Tes Kejujuran
Serupa dengan tes integritas, tes ini secara spesifik menguji kecenderungan peserta untuk berkata dan bertindak jujur dalam berbagai situasi yang disimulasikan.
Kombinasi ketiga tes inilah yang membuat tes psikologi IPDN menjadi sangat komprehensif dalam menilai karakter calon pemimpin di pemerintahan masa depan.





