Kabar menggembirakan datang bagi kamu yang tengah mempersiapkan diri mengikuti seleksi CPNS. Mahkamah Agung (MA) mengumumkan rencana penyediaan 4.430 formasi untuk tahun 2026, yang mencakup posisi calon hakim maupun CPNS untuk kebutuhan instansi di lingkungan MA beserta badan peradilan di bawahnya. Pengumuman ini menjadi sinyal kuat bahwa peluang bergabung sebagai ASN di lembaga puncak kekuasaan kehakiman Indonesia akan segera terbuka lebar. Bagi kamu yang bercita-cita berkarier di dunia peradilan atau mendukung administrasi persidangan, ini adalah momen yang tidak boleh dilewatkan.
Rincian Peluang 4.430 Formasi Mahkamah Agung
Mahkamah Agung merupakan lembaga negara yang memegang kekuasaan kehakiman tertinggi di Indonesia. Setiap tahun, MA beserta empat badan peradilan di bawahnya, yaitu Mahkamah Konstitusi terkait kebutuhan pendukung, Pengadilan Tingkat Banding, Pengadilan Umum, Pengadilan Agama, dan Pengadilan Tata Usaha Negara, membutuhkan regenerasi pegawai baik dari sisi hakim maupun tenaga pendukung. Rencana 4.430 formasi ini menunjukkan komitmen MA untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang peradilan.
Formasi Calon Hakim
Bagian dari formasi tersebut dialokasikan untuk calon hakim. Posisi ini merupakan jalur prestisius yang hanya dapat diikuti oleh lulusan Sarjana Hukum atau setara. Perlu kamu ketahui, seleksi calon hakim memiliki persyaratan khusus yang membedakannya dari CPNS formasi umum. Salah satu syarat mutlak berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Kehakiman adalah kemampuan menghafal Al-Qur’an, yang diuji melalui Tes Hafalan Al-Qur’an (THK). Setidaknya calon hakim harus mampu menghafal sejumlah juz yang ditentukan, sehingga persiapan tidak hanya berkutat pada materi hukum, tetapi juga pada aspek keagamaan ini.
Formasi CPNS Umum
Selain calon hakim, MA juga membuka formasi CPNS untuk posisi pendukung teknis dan fungsional, seperti administrasi persidangan, penerjemah bahasa asing, arsiparis, pustakawan, analis kebijakan, hingga posisi di bidang teknologi informasi. Formasi umum ini terbuka bagi lulusan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMA/SMK sederajat hingga S2, sesuai dengan kebutuhan masing-masing jabatan. Artinya, peluang untuk bergabung tidak hanya dimiliki anak hukum, tetapi juga kamu yang berlatar belakang pendidikan lain dengan kompetensi pendukung yang relevan.




