Taruna akmil adalah istilah yang merujuk kepada calon siswa laki-laki yang telah lulus seleksi penerimaan dan diterima untuk mengikuti pendidikan militer di Akmil.
Begitupun dengan istilah taruni Akmil memiliki arti serupa, namun khusus merujuk kepada calon siswi wanita yang berhasil melewati seleksi serupa dan diterima untuk mengikuti pendidikan militer di Akmil.
Calon taruni akmil wanita harus memenuhi syarat yang ditentukan, termasuk persyaratan umum, persyaratan khusus serta persyaratan lainnya, termasuk biaya masuk akmil yang harus dipersiapkan.
Mereka juga wajib mengikuti serangkaian tes seleksi seperti uji kebugaran, psikotes, dan pemeriksaan kesehatan.
Syarat Masuk Akmil Wanita
Selain syarat umum terdapat persyaratan khusus untuk calon Akmil. Calon harus bukan anggota/mantan TNI/Polri dan PNS.
Memiliki ijazah SMA/MA dengan nilai UN atau rata-rata raport yang memenuhi ketentuan, belum menikah dan sanggup tidak menikah selama satu tahun setelah menyelesaikan pendidikan pertama.
Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun, bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI, dan harus memiliki kartu BPJS aktif.
Di samping itu, terdapat pula syarat fisik bagi calon taruni wanita yang akan diuraikan dalam penjelasan berikut ini.
Tes Fisik Akmil Wanita
1. Tinggi Akmil Wanita
Tinggi badan menjadi kriteria utama dalam penerimaan taruna/taruni Akmil. Ini dikarenakan postur yang ideal menjadi kunci utama bagi seseorang yang ingin menjadi Abdi Negara.
Tinggi badan minimal 157 cm menjadi ketentuan yang wajib dipenuhi oleh calon akmil wanita yang berkeinginan bergabung dengan Akmil.
2. Berat Badan Masuk Akmil Wanita
Selain tinggi badan, syarat fisik untuk masuk Akmil yang tak kalah penting adalah berat badan. Dalam ketentuan rekrutmen, calon taruni Akmil diwajibkan untuk memiliki berat badan yang seimbang sesuai dengan standar yang berlaku.
Persyaratan ini bertujuan untuk memastikan bahwa taruni memiliki mobilitas yang optimal dalam menjalankan tugas-tugas mereka saat sudah bertugas.
Untuk menentukan berat badan yang ideal, calon taruni dapat menggunakan rumus Brosca sebagai panduan. Bagi wanita, berat badan ideal dapat dihitung dengan rumus Brosca:
Berat badan ideal (kg) = [tinggi badan (cm) – 100] – [(tinggi badan (cm) – 100) x 15%].
3. Tes Lari Akmil Wanita
Ujian kekuatan dan daya tahan tubuh menjadi salah satu kriteria penting dalam seleksi penerimaan TNI, khususnya pada tes lari.

Lari dianggap sebagai pengukur ketahanan otot, pernapasan, denyut jantung, dan sirkulasi darah, terutama bagi calon taruni atau wanita yang ingin bergabung dengan Akmil.
Tes lari juga dikenal sebagai tes jasmani atau Samapta A, mengharuskan calon taruni untuk berlari selama 12 menit.
Keberhasilan dalam tes ini ditentukan oleh kemampuan calon taruni untuk menyelesaikan jarak 3200 meter.



