Bagi Anda lulusan SMA atau sederajat yang ingin meniti karier sebagai polisi, salah satu jalur yang bisa ditempuh adalah melalui tamtama polri.
Namun, sebelum memutuskan untuk mendaftar, penting bagi Anda untuk memahami apa itu tamtama Polri sehingga Anda bisa menilai apakah jalur tersebut sudah sesuai dengan rencana karier Anda.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai apa itu tamtama polri, mulai dari definisi, tugas di lapangan, urutan pangkat tamtama polisi, gaji tiap pangkat, hingga syarat dan batas umur untuk mendaftar.
Apa Itu Tamtama Polri?

Polisi tamtama adalah golongan pangkat terendah dalam struktur Kepolisian Negara Republik Indonesia, berada satu tingkat di bawah Bintara.
Dasar hukumnya ada di Pasal 3 Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2016 tentang Administrasi Kepangkatan Anggota Polri, yang menetapkan tiga golongan kepangkatan Polri: Perwira, Bintara, dan Tamtama.
Polisi tamtama umumnya ditempatkan di dua satuan utama, yaitu Satuan Brimob (Brigade Mobil) dan Polairud (Kepolisian Air dan Udara):
Brimob adalah satuan polisi yang bertugas menangani situasi keamanan berisiko tinggi, seperti kerusuhan massa, operasi melawan terorisme, dan pengamanan di wilayah yang sedang mengalami konflik.
Sementara itu, Tamtama Polair bertugas membantu pelaksanaan operasi kepolisian di wilayah perairan, seperti melakukan patroli di laut, menjaga jalur perairan, dan menangani pelanggaran yang terjadi di laut.
Pendidikan pembentukan Tamtama berlangsung selama sekitar lima bulan. Selama masa ini, peserta menjalani latihan fisik intensif serta pelatihan taktik dasar kepolisian untuk menjalankan tugas di lapangan. Setelah lulus, mereka langsung diangkat sebagai anggota Polri dengan pangkat pertama tamtama, yaitu Bharada.
Urutan Pangkat Polisi Tamtama

Urutan pangkat tamtama polri terdiri dari enam tingkatan. Pemahaman soal ini penting karena setiap pangkat berbeda dalam hal masa dinas, tanggung jawab, dan gaji yang diterima.
Berikut urutan pangkat polisi tamtama dari yang paling dasar hingga tertinggi, lengkap dengan lambang dan gajinya berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 2024.
1. Bharada (Bhayangkara Dua)
Bhayangkara Dua (Bharada) adalah pangkat paling rendah dalam polisi tamtama di Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pangkat ini diberikan kepada lulusan pendidikan tamtama setelah mereka selesai menjalani pelatihan.
Lambang Bharada adalah satu balok miring berwarna merah. Dalam tugas sehari-hari, Bharada biasanya melakukan patroli, penjagaan pos, dan pengamanan umum.
Di satuan Korps Brigade Mobil, anggota dengan pangkat ini sering berada di barisan depan saat operasi pengamanan.
Kenaikan pangkat Bharada ditentukan oleh masa dinas dan penilaian kinerja. Gaji pokoknya berkisar antara Rp1.775.000 hingga Rp2.741.300 per bulan, tergantung lama masa kerja.
2. Bharatu (Bhayangkara Satu)
Bharatu adalah pangkat satu tingkat di atas Bhayangkara Dua (Bharada). Lambang Bharatu berupa dua balok miring berwarna merah.
Untuk naik dari Bharada ke Bharatu, anggota harus memenuhi Masa Dinas Dalam Pangkat (MDDP) sekitar 5 tahun.
Pada pangkat ini, anggota biasanya sudah memiliki pengalaman lapangan yang lebih matang. Tanggung jawab operasional juga mulai bertambah, meskipun tetap berada pada posisi pelaksana.
Gaji pokok Bharatu berkisar antara Rp1.830.500 hingga Rp2.827.000 per bulan, tergantung masa kerja.
3. Bharaka (Bhayangkara Kepala)
Bharaka adalah pangkat ketiga dalam urutan pangkat polisi tamtama, dengan lambang tiga balok miring merah.
Dalam operasi lapangan, Bharaka sering diberi tanggung jawab sebagai pemimpin regu kecil atau pengawas tugas lapangan tingkat dasar.
Untuk naik dari Bharatu ke Bharaka, anggota harus memenuhi Masa Dinas Dalam Pangkat (MDDP) sekitar 5 tahun.
Gaji pokok Bharaka berkisar antara Rp1.887.800 hingga Rp2.915.400 per bulan, tergantung masa kerja.
4. Abripda (Ajun Brigadir Polisi Dua)
Abripda adalah pangkat keempat dalam jenjang polisi tamtama, satu tingkat di atas Bhayangkara Kepala (Bharaka). Lambangnya berupa satu balok panah berwarna merah.
Untuk naik dari Bharaka ke Abripda, anggota harus memenuhi Masa Dinas Dalam Pangkat (MDDP) sekitar 5 tahun.
Pada tingkat ini, anggota tamtama biasanya sudah memiliki pengalaman lapangan yang cukup panjang dan mulai dianggap lebih senior dalam kelompoknya.
Oleh karena itu, mereka sering dipercaya menjalankan tugas operasional dengan tanggung jawab yang lebih besar dibanding pangkat sebelumnya.
Gaji pokok Abripda berkisar antara Rp1.946.800 hingga Rp3.006.000 per bulan, tergantung masa kerja.
5. Abriptu (Ajun Brigadir Polisi Satu)
Ajun Brigadir Polisi Satu (Abriptu) merupakan pangkat kelima dalam jenjang polisi tamtama di Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pangkat ini memiliki lambang dua balok panah merah.
Untuk naik dari Ajun Brigadir Polisi Dua (Abripda) ke Abriptu, anggota harus memenuhi Masa Dinas Dalam Pangkat (MDDP) sekitar 5 tahun.
Gaji pokok Abriptu berkisar antara Rp2.007.700 hingga Rp3.100.700 per bulan, tergantung masa kerja.
Dari pangkat Abriptu, anggota dapat naik ke pangkat Ajun Brigadir Polisi (Abrip) dengan MDDP sekitar 4 tahun, yang sedikit lebih singkat dibandingkan kenaikan pada tingkat sebelumnya.
6. Abrip (Ajun Brigadir Polisi)
Ajun Brigadir Polisi (Abrip) adalah pangkat tertinggi dalam golongan tamtama di Kepolisian Negara Republik Indonesia. Lambangnya berupa tiga balok panah merah.
Anggota yang mencapai pangkat Abrip umumnya telah menjalani karier yang cukup panjang sebagai tamtama, biasanya lebih dari 20 tahun masa pengabdian jika melalui jalur kenaikan pangkat reguler.
Gaji pokok Abrip berkisar antara Rp2.070.500 hingga Rp3.197.700 per bulan, bergantung pada masa kerja.
Dari pangkat ini, anggota memiliki peluang untuk naik golongan ke jenjang bintara dengan mengikuti dan lulus Sekolah Alih Golongan Bintara.
Kenaikan tersebut tidak bersifat otomatis, karena anggota harus memenuhi persyaratan serta lolos proses seleksi yang berlaku.
Jika Anda tertarik untuk berkarier sebagai polisi tamtama, memahami urutan pangkat di atas bisa memberi Anda gambaran jenjang karier di Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Perlu diketahui bahwa angka gaji yang disebutkan sebelumnya merupakan gaji pokok berdasarkan peraturan pemerintah.
Di samping gaji pokok, anggota Polri juga menerima berbagai tunjangan, seperti tunjangan kinerja, tunjangan keluarga, serta tunjangan penugasan tertentu.
Dengan tambahan komponen tersebut, total penghasilan yang diterima biasanya lebih besar dari gaji pokok yang tercantum.
Namun perlu diingat, persaingan seleksi Polri setiap tahun sangat ketat. Jumlah pendaftar bisa mencapai ribuan orang, sementara kuota pendidikan yang tersedia jauh lebih terbatas.
Oleh karena itu, persiapan sejak awal menjadi kunci penting untuk meningkatkan peluang lolos Anda.
Nah, salah satu cara yang bisa Anda lakukan dalam mempersiapkan diri adalah mengikuti try out Polri di ASN Institute.
Melalui try out tersebut, peserta dapat memahami pola soal, melatih kemampuan akademik dan psikotes, sekaligus mengukur kesiapan sebelum mengikuti seleksi resmi.
Dengan persiapan yang lebih matang dan latihan yang terarah, peluang untuk lolos seleksi tentu akan jauh lebih besar.





