8 Pola Soal TIU dan Contohnya yang Pasti Muncul di ujian CPNS

cara cepat mengerjakan soal tiu
DAFTAR ISI

Soal TIU CPNS adalah singkatan dari Tes Intelegensi Umum, salah satu dari tiga komponen utama Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dalam proses rekrutmen CPNS.

Pola soal TIU dalam CPNS berjumlah 35 soal dan dirancang untuk mengukur sejauh mana kemampuan berpikir logis, analitis, dan kuantitatif seseorang.

Oleh karena itu, Anda sangat perlu mengetahui bentuk soalnya, tipe-tipenya, dan cara pendekatannya, agar Anda bisa lebih familiar dan bisa mengerjakannya dengan lebih efektif.

Artikel ini akan membahas tuntas pola soal TIU, lengkap dengan contohnya yang bisa Anda pelajari.

Pola Soal TIU yang Wajib Anda Kuasai

Berikut adalah breakdown lengkap tipe soal TIU CPNS beserta contoh soalnya masing-masing:

1. Analogi (Kemampuan Verbal)

Soal analogi menguji kemampuan Anda dalam memahami hubungan logis antara dua kata, lalu menemukan pasangan kata lain yang memiliki hubungan serupa.

Contoh soal:

Air mata adalah respons fisiologis tubuh yang dapat disebabkan oleh emosi sedih.

Analogi yang paling tepat untuk hubungan tersebut adalah…

A. Keringat adalah hasil dari proses metabolisme tubuh yang berfungsi mendinginkan suhu.

B. Menguap adalah tanda bahwa otak membutuhkan lebih banyak oksigen karena lelah.

C. Makanan basi dapat menyebabkan sakit perut jika dikonsumsi.

D. Rasa haus adalah sinyal dari tubuh bahwa kita kekurangan cairan.

E. Pipi memerah adalah respons pembuluh darah yang dapat dipicu oleh rasa malu.

Pembahasan:

Dalam menentukan padanan kata (analogi) yang tepat, Anda perlu mencermati keterkaitan antara reaksi tubuh yang kasatmata dengan pemicu psikologis di baliknya. Berikut penjelasannya:

1. Identifikasi Hubungan pada Soal

Pahami pola pada kata Air Mata – Sedih. Di sini, terdapat fenomena fisik (air mata) yang muncul secara spontan sebagai bentuk ekspresi dari kondisi internal/perasaan (sedih). Hubungan ini bersifat internal-fisiologis, bukan karena pengaruh lingkungan luar.

2. Evaluasi Pilihan Jawaban

Bedah setiap pilihan dengan parameter yang sama: “Apakah pemicunya adalah perasaan?”

  • A. Keringat – Panas: Reaksi ini dipicu oleh suhu lingkungan (faktor eksternal), bukan oleh suasana hati.
  • B. Menguap – Lelah: Kondisi ini merupakan reaksi biologis karena tubuh kekurangan energi atau oksigen, bukan manifestasi emosi.
  • C. Sakit Perut – Cabai: Hubungan ini murni sebab-akibat fisik akibat konsumsi zat tertentu.
  • D. Haus – Dehidrasi: Haus adalah sinyal kebutuhan mendasar tubuh, bukan sebuah respons yang mengekspresikan perasaan tertentu.
  • E. Pipi Memerah – Malu: Ini adalah jawaban yang paling tepat. Pipi yang memerah merupakan respons pembuluh darah (fisik) yang muncul secara alami saat seseorang merasakan emosi tertentu (malu).

Jawaban: E. Pipi memerah adalah respons pembuluh darah yang dapat dipicu oleh rasa malu.

2. Silogisme (Kemampuan Verbal)

Silogisme menguji kemampuan Anda membuat kesimpulan logis berdasarkan beberapa pernyataan (premis) yang tersedia, bukan berdasarkan pendapat pribadi.

Contoh soal:

Semua produk elektronik yang lulus standar kualitas ekspor akan diberi label stiker berwarna hijau. Di gudang penyimpanan, ditemukan sebuah produk elektronik tanpa stiker label berwarna hijau.

Kesimpulan yang paling tepat adalah..

A. Produk tersebut adalah produk yang rusak.

Baca:   Resmi! 400.000 Formasi CPNS Guru Telah Dibuka Tahun Ini

B. Produk tersebut belum lulus standar kualitas ekspor.

C. Stiker pada produk tersebut kemungkinan terlepas.

D. Semua produk di gudang tidak memiliki stiker hijau.

E. Produk tersebut akan segera diberi stiker hijau.

Pembahasan:

Premis 1: Jika lulus standar kualitas ekspor (P), maka akan diberi label stiker hijau (Q).

Premis 2: Ditemukan produk tanpa label stiker hijau (bukan Q).

Dalam memecahkan soal logika ini, kita menggunakan prinsip penalaran yang disebut dengan Modus Tollens. Jika akibat yang seharusnya ada (Q) tidak terjadi, maka penyebabnya (P) juga dapat dipastikan tidak terjadi.

Mari bedah setiap opsi untuk melihat mana yang murni berdasarkan logika dan mana yang hanya berupa asumsi:

  • A. Produk Tersebut Rusak: Ini adalah asumsi. Produk yang tidak lulus standar ekspor belum tentu rusak; bisa jadi kualitasnya hanya disiapkan untuk pasar domestik.
  • B. Produk Tersebut Tidak Lulus Standar Kualitas Ekspor: Ini adalah kesimpulan yang logis. Mengacu pada aturan pertama, jika “akibat”-nya (stiker hijau) tidak ada, maka “penyebab”-nya (lulus standar) pasti tidak terjadi.
  • C. Produk Tersebut Berkualitas Rendah: Ini merupakan penilaian subjektif. Standar ekspor biasanya sangat tinggi, sehingga produk yang tidak lulus belum tentu bisa dicap “berkualitas rendah”.
  • D. Semua Produk di Gudang Tidak Berstiker: Ini adalah generalisasi yang salah. Kita hanya sedang membahas satu temuan produk, bukan seluruh isi gudang.
  • E. Produk Akan Segera Diberi Stiker: Ini adalah prediksi tanpa dasar. Tidak ada informasi yang mendukung bahwa status produk tersebut akan berubah.

Kesimpulan: Karena produk tidak memiliki stiker hijau sebagai penanda, maka dapat disimpulkan bahwa produk tersebut tidak memenuhi syarat yang menjadi penyebab adanya stiker itu, yaitu belum lulus standar kualitas ekspor.

Jawaban: B. Produk tersebut belum lulus standar kualitas ekspor

3. Analitis (Kemampuan Verbal)

Soal analitis menguji kemampuan Anda dalam memahami sebuah kondisi, menganalisis data, dan membuat kesimpulan logis. Bentuk soal yang sering muncul adalah urutan, jadwal, atau posisi.

Contoh soal TIU CPNS analitis:

Lima orang (A, B, C, D, E) duduk berurutan. A duduk di sebelah kiri B. C duduk di antara D dan E. B duduk di paling kanan. Siapa yang duduk paling kiri? 

a) A 

b) C 

c) D 

d) E

Jawaban: d) E 

4. Deret Angka (Kemampuan Numerik)

Pola soal TIU deret angka adalah soal yang menampilkan urutan bilangan dengan pola tertentu. Tugas Anda adalah menemukan pola tersebut dan menentukan angka berikutnya.

Deret angka bisa memiliki berbagai pola, bisa penambahan bertingkat, pengurangan, perkalian, pembagian, atau kombinasi. 

Contoh soal:

Perhatikan barisan angka berikut:

5, 2, 9, 6, 13, 18, …, …

Dua angka selanjutnya dari barisan tersebut adalah..

A. 17, 54

B. 17, 22

C. 19, 54

D. 19, 22

Pembahasan:

Untuk mempermudah analisis, bagi barisan tersebut menjadi dua kelompok berdasarkan urutan sukunya:

  • Deret Pertama (Angka pada urutan ganjil): 5, 9, 13, …
  • Deret Kedua (Angka pada urutan genap): 2, 6, 18, …
Baca:   10 Amalan Agar Lulus CPNS, Lengkap Dengan Doa

Setelah dipisahkan, Anda bisa melihat karakteristik perubahan angka yang sangat konsisten:

  • Pola Deret Pertama: Menggunakan operasi penjumlahan tetap (+4). (5 ke 9 (+4), 9 ke 13 (+4))
  • Pola Deret Kedua: Menggunakan operasi perkalian tetap (x3). (2 ke 6 (x3), 6 ke 18 (x3))

Berdasarkan pola yang telah ditemukan, kita dapat menghitung dua angka berikutnya dalam barisan tersebut:

  • Angka berikutnya untuk Deret Pertama: Melanjutkan dari angka 13, maka 13 + 4 = 17.
  • Angka berikutnya untuk Deret Kedua: Melanjutkan dari angka 18, maka 18 x 3 = 54.

Dengan demikian, dapat disimpulkan secara akurat bahwa dua angka lanjutan untuk melengkapi deret tersebut adalah 17 dan 54.

Jawaban: B. 17, 22

5. Soal Cerita / Aritmatika (Kemampuan Numerik)

Soal ini menyajikan perhitungan matematika dalam bentuk situasi sehari-hari, seperti menghitung kecepatan, jarak, waktu, persentase, umur, atau perbandingan. Jadi, jenis soal ini memang menuntut Anda untuk menghafal rumus-rumus dasar.

Contoh soal:

Sebuah tim ditugaskan untuk menyelesaikan proyek digitalisasi arsip. Pada minggu pertama, mereka berhasil menyelesaikan 1/3 dari total pekerjaan. Pada minggu kedua, mereka menyelesaikan 3/4 dari sisa pekerjaan.

Jika total arsip yang harus didigitalisasi adalah 1.200 dokumen, berapa banyak dokumen yang belum selesai dikerjakan setelah minggu kedua?

A. 100 dokumen

B. 200 dokumen

C. 300 dokumen

D. 400 dokumen

E. 600 dokumen

Pembahasan:

Soal ini menguji pemahaman konsep “sisa dari sisa” dalam bentuk soal cerita.

Langkah 1: Hitung pekerjaan yang selesai di minggu pertama.

Pekerjaan Minggu 1 = 1/3 dari total pekerjaan

= 1/3 x 1.200 = 400 dokumen.

Langkah 2: Hitung sisa pekerjaan setelah minggu pertama.

Sisa Pekerjaan = Total – Selesai Minggu 1

= 1.200 – 400 = 800 dokumen.

Langkah 3: Hitung pekerjaan yang selesai di minggu kedua.

Pekerjaan Minggu 2 = 3/4 dari sisa pekerjaan

= 3/4 x 800 = 3 x 200 = 600 dokumen.

Langkah 4: Hitung total pekerjaan yang sudah selesai.

Total Selesai = Selesai Minggu 1 + Selesai Minggu 2

= 400 + 600 = 1.000 dokumen.

Langkah 5: Hitung pekerjaan yang belum selesai.

Belum Selesai = Total – Total Selesai

= 1.200 – 1.000 = 200 dokumen.

Setelah minggu kedua, jumlah dokumen yang belum selesai dikerjakan adalah 200 dokumen.

Jawaban: B. 200 dokumen

6. Analogi Gambar (Kemampuan Figural)

Soal ini menampilkan dua gambar yang saling berhubungan, lalu Anda diminta mencari gambar lain yang hubungannya sama dengan dua gambar pertama.

Contoh: 

pola soal tiu
8 Pola Soal TIU dan Contohnya yang Pasti Muncul di ujian CPNS 5

Jawaban: B.

Pembahasan:

Pada soal ini, jika diamati terdapat satu kotak yang merupakan gabungan elemen dari kotak lainnya di baris yang sama sehingga membentuk gambar baru.

Untuk menyelesaikan soal seperti ini, cara paling mudah adalah mengamati pola pada kotak yang ada dan membandingkan dengan opsi jawaban.

Karena gambar yang ditanyakan berada pada baris ketiga, maka tentu pola yang hilang atau ditanyakan berbentuk segitiga yang digabungkan.

pola soal tiu
8 Pola Soal TIU dan Contohnya yang Pasti Muncul di ujian CPNS 6

Dari kesimpulan tersebut maka opsi A, D dan E sudah pasti salah.

Selanjutnya kita bandingkan opsi B dan C, karena yang dibutuhkan adalah dua buah segitiga yang saling menyatu sehingga dapat dipastikan opsi C salah. Dengan demikian jawaban yang paling tepat adalah opsi B.

Baca:   10 Peluang Formasi CPNS Desain Komunikasi Visual

7. Ketidaksamaan Gambar (Kemampuan Figural)

Ketidaksamaan gambar adalah soal yang meminta Anda menemukan gambar yang berbeda dari gambar lainnya berdasarkan bentuk, warna, pola, atau hubungan tertentu.

cara cepat mengerjakan soal tiu
8 Pola Soal TIU dan Contohnya yang Pasti Muncul di ujian CPNS 7

Jawaban: D

Penjelasan:

  • Lihat jumlah bentuk bangun datar di setiap kotak.
  • Gambar A, B, C, dan E semuanya punya 3 jenis bentuk yang berbeda (Segitiga, Persegi, dan Segilima).
  • Gambar D berbeda sendiri karena dia punya 2 Segitiga, tapi tidak punya Persegi.

8. Serial Gambar (Kemampuan Figural)

Serial gambar adalah soal yang menampilkan rangkaian gambar dengan pola tertentu, lalu Anda diminta menebak gambar berikutnya yang sesuai dengan pola tersebut.

Contoh soal:

pola soal tiu

Jawaban: C

Pembahasan:

Jika diperhatikan, terdapat pola perubahan warna yang terjadi pada objek lingkaran. Lingkaran tersebut bergantian secara konsisten antara hitam dan putih.

  1. Pada gambar kedua, terlihat ada lingkaran putih (meskipun posisinya tertutup oleh elemen lain).
  2. Berdasarkan pola selang-seling ini, kita dapat langsung mengeliminasi pilihan jawaban yang tidak sesuai dengan urutan warna yang seharusnya muncul, yaitu pilihan B dan D.
  3. Langkah selanjutnya adalah amati pergerakan atau rotasi gambar secara keseluruhan. Gambar mengalami perputaran secara konstan (tetap), kecuali objek lingkaran yang tetap berada di posisinya (fixed position).
  4. Pilihan A dan E dapat dinyatakan keliru karena posisi elemen-elemennya tidak mengikuti urutan rotasi yang benar. Jika pilihan A atau E benar, maka bentuknya seharusnya identik dengan gambar kedua atau keempat.
  5. Jadi, pilihan yang paling tepat adalah C. Jawaban ini memenuhi semua kriteria: mengikuti urutan warna lingkaran yang benar dan menunjukkan posisi rotasi yang kembali ke bentuk asal sesuai dengan siklus polanya.

Pola soal TIU CPNS memang tidak mudah karena setiap jenis soal, mulai dari analogi, silogisme, deret angka, hingga figural menuntut ketelitian, logika, dan kecepatan berpikir. 

Banyak peserta gagal bukan karena tidak mampu, tetapi karena kurang latihan, belum memahami pola soal, dan cara cepat mengerjakan soal TIU.

Nah, agar lebih siap menghadapi ujian, persiapan yang terarah sangat penting. Melalui bimbingan belajar CPNS di ASN Institute, Anda bisa berlatih dengan pembahasan mendalam dan strategi pengerjaan cepat.

Selain itu, disediakan pula kelas interaktif bersama tutor, simulasi CAT yang menyerupai ujian asli, serta evaluasi hasil belajar agar Anda bisa memantau perkembangan belajar Anda. 

Dengan begitu, Anda menjadi lebih terarah dan peluang mencapaipassing grade pun semakin besar.

Penutup

Sekian penjelasan mengenai pola soal TIU dan contohnya yang pasti muncul di ujian CPNS. Pada akhirnya, lolos seleksi CPNS bukan hanya soal seberapa pintar Anda, tetapi seberapa siap Anda menghadapi pola soalnya. 

TIU menuntut ketelitian, logika, dan kecepatan yang hanya bisa diasah melalui latihan yang konsisten. Tanpa persiapan yang matang, soal yang terlihat sederhana bisa menjadi jebakan.

Karena itu, jangan menunda persiapan. Susun strategi belajar yang jelas, perbanyak latihan, dan pastikan Anda benar-benar memahami pola soal yang sering muncul. 

Dengan usaha yang serius dan persiapan yang terarah, peluang untuk mencapai passing grade dan meraih posisi sebagai ASN akan semakin terbuka.

Picture of Ayu Dinar Pebrina
Ayu Dinar Pebrina

Ebook Gratis!!

Subscribe untuk dapatkan e-book GRATIS dan informasi CPNS/ PPPK/ Sekolah Kedinasan/ TNI/ POLRI terbaru  langsung di Email-mu

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Post Terbaru